Penulis: OctaNH

Halooo…. *melambai-lambaikan tangan bak Kate Middleton*

Itu “lirik” yang saya maksudkan bukan “lirik” yang ngejerengin mata ke samping kalo ada cowok cakep lho ya. Walaupun kata dan pelafalannya sama, tapi artinya jauuuh. Lagian, kalau saya ngomongin masalah lirik-lirikan yang satu itu—dan itu terjadi bukan antara saya dan si Abah—tentulah harkat dan martabat saya bisa meluncur bebas seperti apel yang jatuh ke kepalanya Newton. Dan itu jangan sampai terjadi…. *benerin jilbab*

Lirik yang saya maksudkan ini juga bukan lirik lagu-lagu terkini juga, baik lokal maupun interlokal. Lirik yang satu ini adalah lirik lagu anak-anak yang saya nyanyikan dengan sok tahu dan salah. Parahnya, itu terjadi selama……bertahun-tahun! *mimisan*

Mungkin latar belakang saya yang DO dari TK di depan rumah nenek saya karena kasus berebutan ubi goreng dengan anak tetangga gak bisa dijadikan justifikasi kesalahan saya ini. Walaupun saya gak tamat TK dan gak dapet pelajaran menyanyi yang memadai, tapi seharusnya saya berusaha lebih keras untuk bernyanyi dengan baik dan benar. Bukannya malah mempertahankan kesalahan dan bernyanyi dengan pedenya walaupun liriknya salah.

  1. Kesalahan saya yang pertama itu ada di lagu “Balonku Ada Lima”.

Lirik yang biasa saya nyanyikan adalah:

Balonku ada lima

Rupa-rupa warnanya

Merah kuning kelabu

Hijau muda dan biru

 

Padahal, lirik yang benar adalah:

Balonku ada lima

Rupa-rupa warnanya

Hijau, kuning, kelabu

Merah muda dan biru

Meletus balon hijau DOR!

Hatiku sangat kacau

Balonku tinggal empat

Kupegang erat-erat

Logikanya kan, yang meletus itu balon yang hijau. Jadi, di bait pertama seharusnya ada balon yang berwarna hijau, bukan hijau muda.

 

  1. Kesalahan kedua saya ada di lirik lagu “Bintang Kecil”.

Lirik yang saya nyanyikan adalah:

Bintang kecil di langit yang biru

Amat banyak menghias angkasa

Aku ingin terbang dan bernyanyi

Jauh tinggi ke tempat kau berada

 

Lirik yang benar adalah:

Bintang kecil, di langit yang tinggi

Amat banyak, menghias angkasa

Aku ingin, terbang dan menari

jauh tinggi ke tempat kau berada

Walaupun saya lebih suka lirik saya yang salah itu—karena saya suka warna biru—tapi mulai sekarang saya sudah bertekad untuk menyanyikan lirik yang benar.


  1. Kesalahan ketiga saya ada di lagu “Burung Kutilang”.

Di pucuk pohon cemara

Burung kutilang bernyanyi

Bersiul-siul sepanjang hari

Dengan tak jemu-jemu

Menggangguk-angguk sambil berseru

Trilili lili lili lili

 

Dan, lirik yang benar adalah:

Di pucuk pohon cempaka

Burung kutilang berbunyi

Bersiul-siul sepanjang hari

Dengan tak jemu jemu

Mengangguk-angguk sambil berseru

Trilili lili lilili

Sambil berlompat lompatan

Paruhnya selalu terbuka

Digeleng gelengkan kepalanya

Menentang langit biru

Tandanya ia suka berseru

Trilili lili lilili

Mungkin karena masa kecil saya kebanyakan dihabiskan di perumahan padat di Jakarta, saya jadinya gak terlalu mengerti apakah si Burung Kutilang ini suka nangkring di mana: di pohon cemara atau cempaka. Apalagi sepengetahuan saya, pohon cempaka itu banyaknya ditanem di kuburan.

Mulai sekarang, saya bertekad untuk menyanyikan lagu-lagu tersebut dengan lirik yang benar. Soalnya kalau saya nekat menyanyikan lirik yang salah, bisa-bisa nanti anak saya ikut menyanyikan dengan salah pula. Terus kalau udah begitu, anak-anak saya juga menyanyikan lirik yang salah itu kepada anak-anak mereka. Kesalahan ini bisa saja jadi turun-temurun. Kan kasian pencipta juga lagunya yang sudah berusaha merangkai lirik yang indah….

Jangan sampai kesalahan ini terjadi lebih lama lagi….

Apa Emak-emak sekalian juga pernah mengalami hal yang sama? ^^