Beberapa tahun yang lalu aku bertemu seorang teman SMP di facebook, sebut saja namanya Nica. Kami bertukar nomor hp.
Nica bekerja di sebuah Rumah Sakit Swata yg besar di Jakarta. Karirnya lumayan bagus. Hingga saat ia melahirkan suaminya menyuruh Nica berhenti dari pekerjaannya dan mengurus anak dirmh. Karena di Jakarta Nica hanya tinggal berdua saja dengan suaminya, orangtua mereka ada di Jawa Timur.

Nica sering sms dan meneleponku curhat dengan situasi baru yang dihadapinya. Dia mengeluh capek & sumpek di rumah ingin kembali bekerja di RS.
“Trus kalo kamu kerja anakmu piye, Nic..?” tanyaku
“Gampang ntar cari pembantu aja buat ngurus anak..”jawabnya
“Bukankah lebih enak dirmh Nic ngurus anak, jadi bisa lebih tahu saat anak tumbuh kembang..sangat menyenangkan lhoo saat anak tambah pinter atau bisa sesuatu hal yang baru..” kataku.
“Iyaa siihh..tapi aku gak biasa begini. Aku gak bisa begini terus. Suamiku melarangku bekerja lagi. Aku sumpek dirumah, gak punya kehidupan sosial..”
Aku tertegun sejenak. Kehidupan sosial..maksudnya apa yaa..
“kehidupan sosial gimana Nic..”
” Maksudku aku gak bisa bergaul dengan temen2ku..dirumah terus apa enaknya siihh.. Aku terbiasa bergaul dengan temen2ku, jalan2..ngobrol2, aku biasa punya banyak teman diluar..”
Ooo..itu yang dimaksud..soal pergaulan..
“Memang kamu gak bosen En dirumah..?..gak sumpekk..?.. “tanyanya lagi.
“Nggak. Aku gak bosen, gak sumpek..karena pilihanku memang begini mengurus anak & suami dirumah. Aku memang ingin lebih dekat dengan anak..” jawabku
“Oooo…”hanya itu yang keluar dari mulutnya.

Menurutku jadi wanita karier ataupun ibu rumah tangga adalah pilihan yang masing2 ada tanggung jawabnya.
Kakak iparku seorang ibu yang bekerja juga tapi dia tetap bisa dekat dengan anaknya. Bisa mengatur waktu antara pekerjaan & di rumah.
Yaa setiap orang harus punya prioritas mana yang harus didahulukan. Mau pilih yang mana tergantung diri kita sendiri ya mak.

Kalo aku pribadi aku lebih seneng dirumah, mengurus anak & suami. Menyiapkan segala keperluan mereka, menemani mereka, ada saat mereka membutuhkan aku.
Jadi saat bertemu teman lama yang ( sering ) menanyakan ” sekarang kerja dimana ?”
Aku gak akan menjawab “hanya” ibu rumah tangga (aku tau banyak yang menjawab dengan kata hanya).
Tapi aku akan jawab dengan mantap “aku jadi ibu rumah tangga dan aku bangga jadi ibu rumah tangga”
Bagaimana dengan emak2 yg lain ? ^_^