credit

Ok. Sebenernya tulisan ini pernah dimuat di #RumahEmak sini. Tapi kapan itu, web ini error, dan postingan ini hilang. Padahal ini lumayan sering ditanyakan pada saya pribadi di twitter atau facebook. Jadi mendingan saya tulis lagi deh. Mumpun draft nya juga masih ada. 😀

Kalo ngaku sebagai seorang user internet, apalagi buat yang lebih dari sekadar user misalnya sebagai designer, blogger, juga social media enthusiast, ada baiknya kita mengenal netiket terlebih dahulu.

Apa itu netiket? Apa perlunya?

Netiket (netiquette) merupakan etika dalam ber-Internet. Sebenarnya tak pernah ada kesepakatan tertulis mengenai netiket ini. Tak pernah ada undang-undang mengenainya. Karena aturan dan tata laku akan berbeda di web atau blog yang satu dengan yang lain, pun forum yang satu dengan yang lain. Begitu juga jaring pertemanan satu dengan yang lain.

Tapi ada beberapa aturan tak tertulis yang hampir sama, yang berlaku di hampir semua belahan dunia maya.

Apa saja? Yuk, lihat satu persatu yuk Mak.

1. No Capslock

Menggunakan capslock atau huruf kapital semua dalam satu kalimat atau tulisan is considered as yelling. Berteriak. Kalo ibaratnya ngomong itu ya volume poll, gas poll. Ibarat musik itu ya dolby super stereo *ok, ini analogi yang aneh memang.* Ya, kalau suaranya semerdu Afgan. Ha kalau cempreng? Bakalan sakit ini telinga, Jendral!

Jadi sebaiknya hindari pemakaian capslock berlebihan dalam satu kalimat.

2. No OOT

OOT artinya adalah Out of Topic. Keluar dari topik pembicaraan.

Untuk OOT ini, saya ada bahan perenungan nih. Silakan ke sini ya. Ilustrasinya makjleb! 😆

Saya pribadi, kadang masih mentolerir OOT ini, asal jangan kebangetan dan jadi kebiasaan. Apalagi kelakuan “stealing someone’s thunder” itu ya. Enggak banget deh! Terutama kalo lagi ngomen atau main ke sebuah forum atau komunitas.

Sering loh saya lihat. Misalnya ada yang sedang sharing tentang tips masak nasi goreng. Nah, komen-komennya pasti ga akan jauh dari nasi goreng dong. Tahu-tahu ada yang ngomen gini:

Wah. Pasti enak nih.
O iya, jangan lupa vote saya di lomba blog ini ya [URL]. Saya tunggu vote-nya!

krik…krik…krik… Heyllllooowww??? 😆

3. No Spam

Nah. illustrasi saya di atas yang tiba-tiba komen minta vote di thread tips masak nasi goreng tadi, bisa juga dikatakan sebagai spamming loh.

Apa itu spam?

Spam merupakan perilaku mengirimkan iklan, biasanya bertubi-tubi, tanpa dikehendaki oleh target. Di dunia online marketing, spam ini hal yang sangat tabu dilakukan karena sifatnya yang mengganggu. Kalo terus menerus berperilaku begini, bukan tak mungkin kita akan di-banned atau di-report as spam. Dan itu kemungkinan akun kita dalam jejaring sosial akan di-suspend.

Siapa yang rugi, hayo?

4. Jangan kopas berlebihan

Kadang kita memang harus mengutip sesuatu, apalagi jika kita sedang menulis sebuah penelitian atau esai atau makalah dan sejenisnya. Sumber data menjadi bagian yang penting karena menjadi dasar pemikiran kita menulis.

Tapi, sebaiknya, jangan berlebihan. Jangan kopas dengan semena-mena. Pun kalau sudah mencantumkan sumber, saya sarankan, akan lebih baik jika kita olah lagi data yang kita pakai itu, lalu kita tuangkan kembali dengan kata-kata kita sendiri.

Jangan permalukan diri sendiri dengan menjadi plagiator.

5. No SARA dan SARU

Yang ini sepertinya sudah tak perlu dijelaskan lagi ya?

Tindakan atau tulisan SARA sudah pasti akan menimbulkan suasana yang panas dan tidak mengenakkan. Begitu pun tulisan SARU. Silakan bawa persoalan-persoalan SARA dan SARY ke area pribadi masing-masing. Jangan umbar di depan umum

6. Jaga Privacy

Bisa berarti jaga privacy orang lain sesama netizen, dan juga jaga privacy diri sendiri. Dunia maya bukan tempat sampah. Cobalah bijak untuk bisa memilah, mana yang bisa dishare dengan dunia, mana yang sebaiknya tetap kita jaga dan simpan sendiri. Ini juga termasuk profil diri, berbagi informasi dan mengungkapkan pendapat.

Ingat, kita memang tak bisa melihat orang-orang yang bersliweran di internet. Tapi kita tak sendirian. Banyak mata yang melihat.

7. Bersikap sopan

Seperti halnya di dunia offline, di dunia maya pun ada sopan santun. Kita harus menghormati orang-orang yang lebih senior, yang sebaya dan juga yang lebih muda. Kita harus tetap saling menghargai dan bertoleransi bahwa tidak semua orang sama.

Nah, kalau sudah begini, berarti kita sudah siap nih gaul di dunia maya.

Ada yang mau ditambahkan?

Monggo lho…