Siang emak-emak….

Apa kabar? Abis lebaran ini masih pada mudik nggak ya? Atau masih ada  yang sedang bermacet-macet ria ? Hehehe….

Tidak dengan saya mak. Sudah dua mingguan ini saya sakit karena saya sedang mengandung lagi untuk kehamilan kedua. Saya pikir ini saya sakit bawaan dari dedek aja. Kepala pusing banget dan mulut kerasa pahit dan hambar serta lemas.

Dan disaat itu, suami melihat muka saya aneh di saat tertawa. Saya tidak merasakan itu. Esoknya saya perhatikan dan memang benar dan baru terasa saat itu. Akhirnya saya banyak bertanya. Ada beberapa teman menyarankan ke dokter saraf. Saya kesana dan kata dokter, saya terkena penyakit bells palsy.

Mungkin emak sudah ada yang tau tentang penyakit ini?

Jadi bells palsy itu adalah penyakit kerusakan syaraf yang menyerang saraf ke 7 dan jenis penyakit bells palsy ini menyerang pria dan wanita, serta tidak mengenal usia.

Gejala awal terjadinya bell’s palsy ini berbeda beda satu sama lainya. Orang awam ada yang mengira bahwa itu stroke karena dalam beberapa kasus terdapat pasien yang mengalami kidal, kaku lidah dan penyempitan pada selaput penutup mata. Pada mata tampak terjadi penyempitan dan bola mata tampak seperti masuk kedalam, sementara pada bagian sebelah terlihat sebaliknya, yaitu tampak menonjol dan merah.

Tanda tanda awal penyakit bells palsy adalah :

  • Muka tidak simetris /menceng ketika senyum bibir akan lari ke samping.
  • Tidak bisa berkumur atau meniup, dan ketika makan ,makanan akan tertaut pada mulut bawah.
  • Mulut akan bergeser bagian lingkar menjadi miring.
  • Tidak bisa mengerutkan dahi dan alis tidak bergerak.
  • Tidak bisa menggerakkan tonjolan pada pipi dan terasa kaku seperti mati gerak.
  • Telinga mengalami kurang pendengaran dan mendengung.
  • Mengalami penarikan otot mata dan memicu kejulingan.
  • Nyeri pada bagian bagian tertentu pada area leher ke atas.
  • Mata tidak bisa berkedip bersamaan dan akan menyempit. Pada bagian sebelahnya akan cenderung menonjol dan lambat berkedip sehingga air akan masuk pada mata ketika mandi karena tidak bisa melakukan gerakan reflek menutup.
  • Terjadi kedutan berangsur angsur pada bagian bawah bibir dan bagian lainnya.
  • Lidah terasa keluh dan kaku sehingga tidak bisa lancar ketika bicara.
  • Pada beberapa kasus terjadi kurangnya respon penciuman pada salah satu hidung

Penderita bels palsy biasanya tidak menyadari. Ketika bangun, sudah sulit berkumur-kumur dan panik melihat perubahan pada muka yang terjadi ketika dalam keadaan tertidur.

Perbedaan gejala yang timbul dikarenakan penyebab yang berbeda pula, berikut penyebab awal terjadinya bells palsy :

  1. Terjadinya stres berat pada bagian otot otot terutama leher, mata, pundak dan punggung
  2. Terdapat tumor pada jalur saraf ke 7
  3. Berada dalam ruangan atau tempat dengan suhu rendah 15 derajad celcius ke bawah termasuk hempasan angin dan berlangsung berangsur angsur lalu terakumulasi dalam jangka waktu lama, dan kondisi badan kurang sehat yang berpengaruh pada kekuatan saraf menahan pembekuan saat terjadi penurunan suhu di sekitar.
  4. Benturan atau penarikan spontan yang mempengaruhi salah satu jalur atau simpul otot dan saraf yang terhubung pada saraf ke 7 sehingga memicu pergeseran saraf menimbulkan pembengkakan dan berlanjut menjadi bells palsy, biasanya terjadi pada olah ragawan dan pekerja fisik, dan kecelakaan.
  5. Pola tidur yang tidak sehat .sebagai contoh, tidur telungkup yang membuat otot leher menjadi melintang dan tanpa disadari proses berlanjut pada tidur, dan juga kebiasaan menempelkan muka pada lantai, sehinga peredaran darah pada area muka terganggu karena suhu rendah lantai membuat setting pembekuan saraf pada bagian muka.

Saya rasa faktor yang nomer ketiga penyebab bells palsy kepada saya ini mak.

Ya Allah saya panik dan cemas mak. Wajah saya jadi tidak simetris, saaat saya bicara mungkin samar kalau tidak begitu diperhatikan tapi kalau tertawa kelihatan sekali mak. Karena bibir miring, mata sebelah kanan saya pun tidak bisa tertutup rapat, jadi wajah saya sebelah kanan tidak ada pergerakkan sama sekali mak. Sedih rasa nya. 🙁

Saya searching terus di web. Ada yang sembuhnya lama dan ada yang sembuhnya cepat. Awalnya saya nangis terus mak. Saya mengalami krisis kepercayaan diri. Selalu memakai masker dan sempat kefikiran untuk berhenti bekerja. Penyakit ini menyebabkan saya harus melakukan fisioterapi berulang kali mak dan pasti itu saya akan izin kerja terus. Hiks saya binung mak.

Tetapi dengan dukungan suami yang begitu menguatkan saya, insyaallah saya yakin bisa sembuh. Seharusnya saya tidak panik. Begitu kata dokter kandungan. Haduh mak saya pun khawatir apa jadinya dengan bayi yang saya kandung ini. Obat-obat dari dokter saraf gak ada yang boleh untuk janin mak, jadi saya harus lakukan fisioterapi saja. Tetapi saya belum sempat bertemu dengan dokter fisio-nya mak.

Tapi insyaallah saya jalani pengobatan tradisional dulu mak. Dengan melakukan pengompresan dan pemijatan sendiri. Alhamdulillah ada kemajuan sedikit. Bisa bergerak sedikit muka kanan saya saat senyum walau masih agak miring mak.

Mohon doa nya dan mohon maaf lahir batin ya mak semua nya.

Semoga bisa bermanfaat.

Makasih emak semua…