Mak, suka iseng menghitung jumlah kunyahan nggak sih saat makan? Berapa kali? 32 kali sesuai anjuran? Atau cuma 16 kali? Apa? cuma 5 kunyahan dan langsung telan??!! hihihihi.

Ternyata mengunyah makanan lebih lama sangat dianjurkan. Para ahli mengatakan, makanan lembut (seperti sayuran dan buah-buahan), setidaknya harus dikunyah 5-10 kali. Sementara makanan yang keras (ayam atau daging, misalnya) sebaiknya dikunyah minimal 30 kali sebelum ditelan. Kenapa begitu? Berikut alasan-alasannya.

1. Nutrisi dan Energi yang terkandung dalam makanan akan terserap lebih baik

Prosesi mengunyah yang mengubah makanan menjadi partikel-partikel kecil, akan membuat makanan lebih mudah dicerna oleh tubuh. Hal ini juga mempermudah nutrisi bisa tersebar dan terserap dengan lebih baik.

Jika makanan tidak dikunyah dengan baik sehingga masuk ke dalam tubuh dengan masih berupa partikel-partikel besar, dia akan merusak ‘jalan’ makanan. Perut kita memang akan berpikir sudah kenyang, tapi sebetulnya tubuh tidak memperoleh nutrisi seperti seharusnya karena partikel makanan yang terlalu besar sulit dicerna.

Partikel-partikel besar ini juga akan menjadi gangguan saat sudah masuk ke dalam usus, karena tidak tercerna dengan baik, bakteri yang akan menguraikan si partikel-partikel ini. Akibatnya, perut bisa penuh dengan gas, diare, konstipasi, begah, kram perut, dan penyakit pencernaan lainnya.

 

2. Mempertahankan berat badan ideal

Nah, siapa yang lagi diet? hehehehe. Dengan mengunyah pelan-pelan, makanan yang masuk ke dalam tubuh akan lebih sedikit. Sederhananya begini, dalam 15 menit mengunyah cepat misalnya, kita bisa menghabiskan satu porsi nasi padang. Tapi dengan 30 menit mengunyah pelan-pelan, si nasi padang itu hanya akan habis setengah porsi saja.

Otak kita menerima sinyal ‘kenyang’ setelah kurang lebih 20 menit dari suapan pertama. Fakta ini menjelaskan kenapa mereka yang mengunyah perlahan akan merasa kenyang lebih lama daripada mereka yang makan dengan cepat atau terburu-buru.

3. Bagus untuk kesehatan gigi dan mulut

Prosesi mengunyah yang melibatkan rongga mulut, ludah, dan gigi. Hal ini bisa diibaratkan gigi kita tetap ‘berolahraga’ saat mengunyah, sehingga akan membuatnya tetap kuat. Saliva yang mengeluarkan enzim saat mengunyah pun memberikan benefit yang baik, selain menjadi pelumas hingga makanan mudah ditelan, enzim ini juga bisa membersihkan bakteri yang berpotensi menjadi plak dan karang gigi.

 

4. Enjoy and Taste Your Food

Suka nonton Masterchef? Perhatikan bagaimana Gordon Ramsay atau Graham Elliot saat mencicipi makanan yang dihidangkan peserta. Dengan mengunyahnya perlahan, mereka bisa tahu bumbu apa saja yang dimasukan ke dalam hidangan! Iya sih, kita mah chef abal-abal, mungkin tidak akan bisa sampai di taraf itu hehehe. Tapi setidaknya, dengan mengunyah perlahan, kita bisa lebih menikmati apa pun makanan yang sedang kita konsumsi, untuk kemudian mensyukurinya. Dan kalau sudah disyukuri, bukankah nikmatnya akan bertambah?

Nah, masih mau mengunyah buru-buru dan asal cepat kenyang? 🙂