Hidup berumah tangga itu, pada awalnya terlihat mudah dan bahagia. Namun, bertambahnya usia pernikahan dan adanya buah hati, hidup berumah tangga tidak lagi semudah di awalnya. Masalah anak, beda pendapat, masalah keuangan dan banyak lagi bisa menjadi pemicu masalah dalam rumah tangga. Berdasarkan pengalaman saya berumah tangga,  akan sharing tentang mengelola keuangan rumah tangga.

Mengapa Selalu Manis di Awal, Pahit Kemudian?

Awalnya, berumah tangga itu terlihat mudah dan bahagia, karena kebutuhan belum terlalu banyak dan anak pun belum ada. Babak baru sesungguhnya dalam berumah tangga itu jika sudah dikarunia anak. Pengeluaran yang misalnya 50 ribu per hari sebelum punya anak, sekarang? Pengeluaran mulai dikurangi di bawah 50 ribu.

Ini dilakukan karena anak butuh masa depan yang cerah. Biaya pendidikan zaman sekarang tidak semurah zaman kita dulu sekolah. Jika tidak menabung dari anak masih kecil, bisa shock saat akan memasukkan buah hati ke sekolah.

Menjadi seorang istri itu membawa keajaiban dalam hidup, yang enggak bisa eh jadi bisa. Istri bisa menjadi asisten rumah tangga yang bertanggung jawab akan kebersihan rumah beserta isinya. Istri bisa menjadi baby sitter yang merawat anak satu, dua, tiga bahkan lebih. Istri pun bisa menjadi menteri keuangan di dalam rumah tangga, karena seorang istri lebih bisa diandalkan mengelola keuangan rumah tangga dibandingkan suami.

Kenapa wanita selalu dipercaya dalam mengelola keuangan?

Karena wanita selalu berhati-hati dalam segala hal termasuk dalam memutuskan sesuatu. Semua selalu dipertimbangkan oleh wanita. Lain halnya dengan lelaki yang selalu memutuskan sesuatu secara spontan tanpa memikirkan bagaimana ke depannya.

Bagaimana cara mengelola keuangan rumah tangga dengan baik?

Apakah yang tidak berlatar belakang pendidikan keuangan bisa melakukannya? 

Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, menjadi seorang istri dari yang tidak bisa jadi serba bisa. Mau latar pendidikan apapun pasti bisa, bahkan hanya lulusan SD pun bisa mengelola keuangan rumah tangga asal bisa menulis dan membaca.

Mengelola Keuangan Rumah Tangga

 

Yuk, dicoba tips ala saya dalam mengelola keuangan rumah tangga

  • Catat setiap pengeluaran dan pemasukan

Sediakan satu buah buku, tidak perlu buku besar buku tulis biasa juga sudah cukup. Selalu catat setiap pemasukan yang masuk ke dompet rumah tangga. Pemasukan dari gaji, keuntungan usaha, atau pun pemberian dari orang. Ada pemasukan tentunya ada pengeluaran, jangan lupa catat juga semua pengeluaran rumah tangga. Dicatat semua uang dikeluarkan ke mana saja, termasuk beli kopi di warung pun dicatat. Jadinya nanti kalau suami menanyakan, “Koq sudah habis uangnya, di kemanakan?” Nah tinggal kita berikan saja catatan yang kita punya sehingga kita tidak dianggap istri yang boros.

Dalam membuat catatan anggaran rumah tangga, tidak perlu yang rumit seperti pembukuan di kantor-kantor. Buatlah yang sesederhana mungkin yang penting kita mengerti karena hanya kita yang membacanya. Kalau saya biasanya mencatat semua pengeluaran dengan tinta biru, sedangkan pemasukan saya tulis dengan tinta hitam, nanti perhitungannya tinggal dijumlah-jumlah saja. Pokoknya buatlah pembukuan yang mudah kita pahami.

  • Batasi kredit barang atau arisan

Jika kalian sudah rajin mencatat pengeluaran dan pemasukan setiap bulannya, maka akan mengetahui pendapatan setiap bulannya. Dari situ kita bisa memutuskan untuk kredit barang atau ikut arisan sesuai dengan pendapatan, agar enggak ada deh yang namanya kredit macet karena telat membayar.

  • Sediakan amplop yang banyak

Saya masih mengandalkan amplop untuk menyimpan uang. Fungsi dari amplop adalah sebagai pemisah agar uang tidak tercampur. Jadi setiap gaji turun, saya akan memisahkan uang di beberapa amplop untuk beberapa kebutuhan, seperti untuk bayaran sekolah anak, bayar cicilan, bayar listrik dan sebagainya. Kenapa saya pisahkan? Agar  uang-uang tersebut tidak terpakai untuk keperluan pribadi, ya namanya ibu-ibu kan kadang suka khilaf kalau ada label diskon atau di sekolah ada yang nawarin barang keceh jadi mupeng deh.

  • Pisahkan tabungan pribadi dan kerjaan

Kalau bisa tabungan pribadi dan kerjaan dipisahkan. Tabungan pribadi untuk menabung masa depan misalnya untuk biaya sekolah, untuk biaya jika sakit, dan biaya tak terduga lainnya. Tabungan kerjaan dipakai untuk nerima transfer hasil kerjaan saja, biasanya uangnya cuma numpang lewat. Tapi tabungan kerjaan juga bisa dipakai untuk menyimpan modal cadangan dari usaha.

Mengelola Keuangan Rumah Tangga


Kenapa sih keuangan rumah tangga harus dikelola?

Seperti yang saya bilang sebelumnya, istri itu suka kalap kalau liat barang diskonan dan yang unyu-unyu.

Anak-anak itu suka kalap kalau jajan makanan dan mainan.

Suami itu suka kalap mempercantik kendaraan dan beli rokok.

Nah kalau keuangan tidak diatur, yang ada tengah bulan sudah zonk alias nol saldonya. Penting kita harus tahu berapa pengeluaran setiap bulannya. Yuk mak, biar enggak kena marah suami terus mulai deh rajin mencatat semua pengeluaran dan pemasukan, rumah tangga pun jadi adem ayem kalau keuangan terkendali.

Apapun masalah dalam rumah tangga, selalu ada solusinya jika kita berkepala dingin.

***

Mengelola Keuangan Rumah Tangga dengan Cara Mudah ditulis oleh Ria Agustina sebagai blogpost trigger #KEBloggingCollab untuk kelompok Maudya Ayunda.

Ria Agustina mengelola tiga  blognya secara aktif yaitu: