Mengapa membaca itu penting? Di era millenial ini,  kebanyakan orang lebih senang menghabiskan waktu di dunia maya atau memilih untuk bersosial media. Intensitas orang membaca buku semakin jauh. Padahal ya, dengan membaca buku kita bisa mendapatkan wawasan yang luas dan menambah pengetahuan.

Sering mendengar istilah “buku adalah jendela dunia” atau “buku merupakan jendela ilmu, kan”?

Mengacu pada sebuah studi mengenai minat baca, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara. Fakta tersebut didapatkan berdasarkan studi “Most Littered Nation in the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016.

Apa Jadinya Bangsa Tanpa Membaca?

Mengapa Membaca itu Penting

 

Membaca menjadi perihal yang serius, bahkan menurut Ray Bradbury “You don’t have to burn books to destroy a culture. Just get people to stop reading them“, menurut saya ini sangat masuk akal, “Kamu tidak perlu membakar buku untuk menghancurkan sebuah peradaban, hanya perlu membuat mereka berhenti membaca buku”.  Ini bisa sangat masuk akal, jangan sampai generasi penerus kita terpuruk karena tidak suka membaca.

Bahkan wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT melalui ayat Al Qur’an Surat Al Alaq kepada Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam dimulai dengan “Iqra” yang berarti “bacalah”. Perintah ini tentu memiliki makna yang begitu dalam.

Materi bacaan itu beragam, mulai dari kitab suci, buku ilmu pengetahuan, sastra, surat kabar, jurnal, atau buku cerita. Bahkan di era digital seperti sekarang ini buku sudah lebih mudah dan ringan dibawa ke mana-mana, ada beberapa buku yang diubah ke dalam bentuk e-book yang bisa dibaca kapan dan di mana saja melalui gadget kita.

Mengenalkan Membaca pada Anak

Mengapa Membaca itu Penting

Mengajarkan anak untuk menyukai membaca tentu tidak sederhana. Pastinya bukan dengan perintah atau paksaan, tapi bisa dengan mencontohkan. Biasanya anak yang gemar membaca itu kebanyakan karena pengaruh dari orang tuanya yang juga gemar membaca. Walaupun sebagian orang yang suka membaca minatnya bisa muncul kapan saja, bisa jadi ketika dewasa. Sudah jelas bahwa membaca ini seperti “food brain” atau ‘nutrisi yang baik untuk otak’. Biasanya anak yang gemar membaca memiliki ilmu pengetahuan yang lebih luas.

Pengenalan dini membaca bisa dimulai dari kita sebagai orang tua yang mengenalkan buku dengan membacakannya melalui cerita kepada anak. Jadi, saat anak beranjak besar, ia sudah terbiasa dengan buku dan besar kemungkinan menjadi gemar membaca. Salah satu quote yang saya suka dari Albert Einstein “If you want your children to be intelligent, read them fairy tales. If you want them to be more intelligent, read them more fairy tales“, ini berarti dengan lebih banyak membaca bisa membuat anak kita lebih cerdas.

Satu penelitian menunjukkan mengapa membaca itu penting, bahwa membaca sebenarnya membantu perkembangan otak, terutama pada lima tahun pertama kehidupan anak (golden age). Saat anak-anak membaca, sel otak mereka benar-benar dihidupkan, dan hubungan yang ada di antara sel otak diperkuat dan hubungan sel baru terbentuk. Membaca juga merupakan salah satu kegiatan terbaik untuk menyediakan bahasa dasar dan kemampuan baca tulis yang dibutuhkan anak.  Saat dewasa mereka bisa mengembangkan ilmu pengetahuan atau wawasan yang didapatkan dari membaca ke dalam tulisan.

Mari kita tularkan kebiasaan membaca kepada anak-anak sedini mungkin untuk penerus Bangsa yang lebih baik, karena generasi yang cerdas adalah generasi yang gemar membaca!

***

Mengapa Membaca itu Penting merupakan post trigger #KEBloggingCollab kelompok Nila F. Moeloek yang ditulis oleh Zia Subhan.

Zia, panggilan akrab dari Fauzia, mengelola dua blog yaitu http://www.ruangbacadantulis.com/ dan blog berbahasaInggris http://www.zeelhouette.com/

Instagram/Twitter: @ziasubhan