Menikmati hiburan di pesawat terbang membuat perjalanan jadi tidak membosankan, apalagi jika perjalanan udara ditempuh hingga berjam-jam. Seperti cerita Yesi Elsandra tentang perjalanannya dari Padang menuju Kanazawa, Jepang.

***

Tepat tanggal 4 Desember 2016, saya dan 4 orang anak kami terbang meninggalkan Padang, kota tercinta menuju Kanazawa, Jepang, menyusul suami yang lebih dahulu berangkat pada September 2016. Tepat setahun ini, empat kali sayamenginjakkan kaki di Bandara Internasional Kansai. Selama setahun ini, tiga kali saya pulang ke Indonesia karena masih ada tugas tri dharma perguruan tinggi yang harus saya selesaikan di Indonesia.

Selama empat kali bolak balik Kanazawa – Padang, saya menggunakan pesawat Garuda Indonesia sebanyak dua kali dan pesawat Air Asia, dua kali juga.

Harga dan pelayanan kedua maskapai ini tentu saja berbeda. Perbedaan mencolok adalah dari segi harga.

Tiket Garuda Indonesia bisa dua kali lipat harga tiket Air Asia. Harga tiket sudah termasuk free bagasi 46 kg, makan dan minum selama perjalanan dan free hiburan di pesawat berupa film, live TV Channels dan games dengan LCD layar sentuh.

Dengan waktu tempuh yang panjang, tentu saja dibutuhkan hiburan yang disediakan untuk mengurangi rasa bosan. Dan selama nyaris 7 jam perjalanan Jepang – Jakarta, kami menikmati hiburan di pesawat terbang.

Ada lebih dari 100 film dan 100 program TV dengan berbagai kategoris eperti laga, drama dan komedi. Ada juga 25 saluran musik, 9 stasiun radio dan 300 album musik dengan berbagai genre mulai dari pop, jazz, musik klasik termasuk musik Indonesia.

Sedangkan untuk permainan interaktif, ada sekitar 25 permainan interaktif yang dapat menghibur perjalanan kita, yang bebas dipilih sesuai keinginan dan kesukaan kita, sehingga perjalanan tidak akan terasa menjemukan.

Anak anak juga sangat terhibur menonton berbagai film kartun. Setelah memilih milih film yang menurut sayamenarik, pilihan jatuh pada film bertemakan cerita kehidupan kampus. Kalau tidak salah judulnya Secercah Embun dari Langit Eropa. Nama nama pemainya saya lupa. Tapi yang saya ingat film ini berkisah tentang perjuangan seorang dosen muda yang baru pulang studi dari Eropa. Kenapa saya tertarik menonton film ini karena saya juga dosen.

Menurut saya kisah di film itu karena berangkat dari realita kehidupan di kampus. Diceritakan ada seorang dosen muda yang baru pulang dari Eropa memiliki idealisme ingin mengubah wajah pendidikan di kampusnya yang tak sesuai dengan apa yang dilihatnya di Eropa. Seperti, dosen sering terlambat masuk kelas, ujian tidak tepat waktu, nilai yang diperjualbelikan, termasuk pemilihan rektor yang penuh kongkalingkong.

Realita suram kehidupan kampus diangkat dalam film ini. Miris juga jika realitas negatif tersebut tidak ada yang mengubahnya. Nah dosen muda tadi dengan segala rintangan dan tantangan berhasil menjadi rektor dan membuat kebijakan yang berhasil menghapus perilaku negatif dosen dan mahasiswa di kampus.

Tidak selama perjalanan saya menonton film. Kadang tertidur juga, apalagi perjalanannya memang tengah malam. Tetapi dengan menonton film dapat mengurangi kejemuans elama perjalanan. Masih banyak film menarik lainnya di entertainment Garuda Indonesia. Kita bebas menyentuhkan jemari ke layar LCD dan memilih yang sesuai dengan selera kita.

Seperti itulah cara saya mengisi waktu dalam perjalanan panjang di udara. Kami benar-benar menikmati hiburan di pesawat. Kalau emaks bagaimana cara menikmati perjalanan panjangnya, dengan transportasi udara atau pun transportasi darat? Sharing dong.

***

Menikmati Hiburan di Pesawat Terbang merupakan post trigger #KEBloggingCollab untuk kelompok Susi Pudjiastuti yang ditulis oleh Yesi Elsandra, penulis blog www.yesielsandra.com 

Saat ini, Yesi tinggal di Kanazawa, Jepang.