Pernahkah kamu merasa dunia seperti kiamat karena kehilangan orang yang sangat dicintai? Ya, aku pernah bahkan sedihnya masih terasa sampai dengan hari ini. Dan beberapa waktu lalu, temanku merasakan hal yang sama. Buah hatinya berpulang karena menderita kanker – anak penderita kanker.

Mungkin banyak dari kita yang bertanya, kenapa anak-anak yang masih polos dan tidak tahu apa-apa bisa terserang kanker? Ini pasti kesalahan orang tuanya yang tidak bisa mengurus buah hatinya dengan baik. Please STOP it!

Faktanya adalah, kanker anak berbeda dengan kanker pada orang dewasa. Ia tidak memilih anak orang kaya atau anak orang tak berpunya, perempuan atau laki-laki, dan lain sebagainya.

Informasi itu aku dapat di acara Hari Kanker Anak Internasional, 25 Februari lalu di Gandaria City Mall. Acara tahunan ini digagas oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia dan dihadiri oleh sejumlah pakar dan public figur.

 

Anak Penderita Kanker

Fakta Mengejutkan tentang Kanker Anak

Berdasarkan fakta di lapangan, ada 8 jenis kanker yang sering ditemukan pada anak, mulai dari bayi, balita hingga remaja, yang sampai saat ini belum ditemukan penyebabnya. Anak bukanlah orang dewasa bertubuh kecil sehingga penanganannya pun berbeda dengan kanker pada orang dewasa.

8 jenis kanker pada anak, dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Leukimia
  • Kanker Sistem saraf pusat
  • Neuroblastoma
  • Wilms tumor (nephroblastoma)
  • Lymphoma
  • Retinoblastoma
  • Kanker tulang
  • Kanker otak

Press Conference oleh YKAKI

Pada kesempatan tersebut, Andy F. Noya mengungkapkan rasa syukurnya dapat menjadi bagian dari acara tersebut, bahkan Andy begitu excited mengabadikan semua momen di ponsel pribadinya. Andy juga mengajak kita menyadari bahwa kanker tidak hanya menyerang orang dewasa.

Anak Penderita Kanker

“Kita kurang sadar bahwa kanker juga menyerang anak-anak, karena itu pada kesempatan kali ini saya mengajak ibu Dessi yang anaknya kehilangan bola matanya karena menderita kanker dan akhirnya hal itulah yang mendasari beliau dan suami belajar membuat bola mata palsu”.

Ibu Ira Sulistyo selaku Ketua YKAKI juga mengucapkan rasa terima kasih yang teramat dalam pada semua pihak yang telah membantu menyukseskan acara Hari Kanker Anak internasional ini.

Anak Penderita Kanker

 

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini, selain itu saya juga ingin mengajak semua hadirin yang hadir, untuk menggaungkan tentang kanker anak ini pada masyarakat, karena faktanya jumlah anak penderita kanker meningkat setiap tahunnya”.

Kanker Anak Dapat Diupayakan Sembuh

Kanker pada anak dapat diupayakan sembuh bila setelah ditemukan gejala maupun tanda-tandanya segera dilaksanakan pengobatan serta perawatan medis yang tepat. Bahkan dokter mengatakan kemungkinan sembuhnya bisa mencapai 80-100% bila kanker dapat dideteksi secara dini.

Namun faktanya, justru sering kali orang tua membawa anaknya ke dokter dengan kondisi kanker yang sudah cukup parah. Alasannya tidak lain, karena mereka tidak menyadari gejala kanker yang dialami anak sebelumnya.

Kanker Anak Tidak Dapat Dideteksi tapi Dikenali Tanda-tandanya

Kanker pada anak memang tidak memiliki gejala yang spesifik, dan dapat bervariasi sesuai dengan jenis kanker yang dialami anak. Namun gejala di bawah ini perlu diwaspadai dan bila sering terjadi berulang pada anak, baiknya segera lakukan pemeriksaan mendalam di rumah sakit.

  • Terjadinya pembengkakan pada tubuh anak
  • Anak sering terlihat pucat dan lemas
  • Anak sering mengalami luka yang tidak kunjung sembuh
  • Terlihat lesu atau pincang saat berjalan
  • Demam tanpa sebab atau infeksi yang tak kunjung sembuh
  • Sering menderita sakit kepala dan disertai muntah-muntah
  • Gangguan penglihatan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

YKAKI menerbitkan buku Panduan Nutrisi di Hari Kanker Anak Internasional

Acara kemarin juga semakin meriah, karena YKAKI meluncurkan buku Panduan Nutrisi yang ditulis oleh para dokter di India yang kemudian di terjemahkan YKAKI dan dibantu oleh Pusat Kanker Nasional.

Buku Panduan Nutrisi ini ibarat oase di padang pasir bagi anak penderita kanker. Berbagai treatment medis yang dilakukan, seperti kemo, radiasi, dan sebagainya tentu berdampak pada turunnya berat badan anak, bukan hanya itu, nafsu makan anak pun dapat dibilang berkurang drastis. Buku ini berisi jawaban yang dikeluhkan orang tua anak penderita kanker. Melalui panduan nutrisi, hal-hal seperti itu tentunya dapat diatasi.

Gerakan Seribu Mata Palsu untuk Anak Indonesia

Acara kemarin bukan hanya menambah pemahamanku tentang kanker anak, tapi juga menggugah hati nurani. Bagaimana tidak, aku bertemu dengan Ibu Desi, yang anaknya menderita retinablastoma yang harus kehilangan bola matanya, namun tetap bersemangat dan terus berjuang bukan hanya untuk anaknya, tetapi juga untuk seluruh anak penderita retinablastoma di Indonesia.

Ia bersama suaminya belajar bagaimana membuat mata palsu dengan kualitas baik dan bekerja sama dengan YKAKI memberikannya secara cuma-cuma kepada yang membutuhkan. Tekadnya begitu kuat, bahwa kanker bukanlah akhir segalanya bagi anak.

Selain itu, saya juga bertemu dengan anak usia 2 tahun yang harus menggunakan protesa mata buatan agar dapat beraktivitas seperti anak normal pada umumnya. Bagi anak penderita retinablastoma, kanker tidak hanya merenggut bola matanya saja, tapi juga kepercayaan dirinya.

Anak Penderita Kanker

 

Karena itu, Gerakan Seribu Mata Palsu ini mendapat apresiasi yang luar biasa, bahkan Kick Andy Foundation (Yayasan yang digagas Andy F Noya) bersama PT. Telkom memberikan donasi sebesar 100 juta rupiah untuk suksesnya gerakan ini.

All Children with Cancer Deserve… HOPE

Sebaris kalimat itu aku baca di belakang kaos panitia. Semua anak-anak dengan kanker juga memiliki harapan untuk hidup dan memiliki masa depan yang cerah. Dan rasanya bahagia sekali melihat begitu banyak masyarakat yang berkontribusi memberikan secercah harapan untuk mereka melalui kegiatan #BeraniGundul kemarin.

Mereka rela membotaki rambutnya seperti anak penderita kanker, yang kemudian rambut mereka ditimbang dan tukarkan dengan sejumlah uang untuk disumbangkan pada YKAKI.

Anak Penderita Kanker

Bukan hanya Berani Gundul saja, berbagai kegiatan menarik seperti sport competition, mewarnai boneka YKAKI, dan panggung hiburan menambah kemeriahan acara kemarin.

 

Yuk Bantu Mereka!

Selepas acara kemarin, kita juga tetap bisa berkontribusi untuk anak dengan penderita kanker lho. Apapun yang kita punya, sangat berarti untuk mereka. YKAKI menerima kontribusi dalam bentuk apapun yang ingin diberikan oleh masyarakat.

YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia)

Jl. Percetakan Negara IX No. 10A, Jakarta Pusat 10570

Telp: 021 428 72556

www.ykaki.or.id

email: [email protected]

media sosial: YKAKIwecare

***

Reportase Novitania Phambudi