Atuhlaaah. Udah masuk bulan Maret, tapi baru nulis prediksi blogging tahun 2018 😆 Yah, enggak apa-apalah ya. Sebelumnya sih sudah pernah di-share sama Makmin Spesialis Malam di Twitter bulan Januari 2018 lalu, tapi baru bisa saya rekap sekarang. 😆 Maafkan. *salim dan cium tangan*

Belum terlalu terlambat juga sih kayaknya yah. Pergerakan masih setidaknya 9 bulan lagi, yes? Ehe~

Sooo, gimana nih, Maks, kondisi ngeblognya tahun 2017 yang lalu? Cerita doooong~ Apa saja yang sudah dicapai tahun 2017 dari ngeblog! Menang lomba? Dapat teman baru? Dapat hape baru? Cihuy!

Terus, Kira-kira apa saja yang harus kita “hadapi” di tahun 2018 mendatang di blogosphere? Apakah dunia blogging masih heboh seperti di tahun 2017?

Well, Menurut hasil terawangan saya *eaaak* ada beberapa hal yang bakalan kita “hadapi” di tahun 2018 di dunia blogosphere ini, Mak. Apa sajakah itu?

 

5 Prediksi blogging tahun 2018 ala Emak Blogger

1. Niche-targeting

Saya sudah mengamati beberapa pergerakan di akhir 2017 kemarin, bahwa mulai ada bloggers yang sudah mulai menciutkan niche blognya. Yang tadinya gado-gado, mulai berpikir untuk fokus ke beberapa topik saja. Yang tadinya sudah cukup spesifik, jadi makin spesifik lagi.

Ini adalah pergerakan yang bagus sih, menurut saya. Karena menurut beberapa ulasan dan analisis content marketing, ke depannya banyak klien yang akan lebih suka bekerja sama dengan blog yang sudah niche-targeted.

Ini ada hubungannya dengan efisiensi strategi marketing sih. Untuk satu titik tertentu, brand akan lebih menganggap bermain dengan target yg lebih sempit itu akan lebih efektif untuk mengembalikan ROI, atau Return of Investment.

Ini menurut ulasan yang saya baca lo, ya, dari berbagai sumber. Semoga saya nggak salah deh menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia :mrgreen:

So, untuk menjawab “tantangan” ini, banyak blogger akan mulai memikirkan niche blognya dengan lebih serius. Selain itu, blogger yang memang sudah lama bermain di blogosphere memang sudah mulai menemukan topik apa yang paling dikuasainya.

Tinggal yang masih pendatang baru, yang masih galau nih, masih bingung dengan gaya personal blogging maupun niche-nya. Semoga segera menemukan “jalan kebenaran” ya! #eh 😆 Becanda aja, Mak! Bukan berarti yang gado-gado itu nggak bagus kok. Karena akan masih ada brand yang tetap mencari blog yang model begini.

2. More sponsored posts to come

Tahun 2017 kemarin benar-benar tahunnya sponsored post ya! Job bertebaran di mana-mana. Alhamdulillah ya, Mak!

Saya juga sempat lirak-lirik beberapa resolusi bloggers di akhir tahun 2017 sampai awal tahun 2018 kemarin. Banyak yang berharap, job semakin berdatangan. Yuk, Mak, kita aminkan bareng-bareng! Amiiiiinnn!

Tahun 2018 ini–menurut beberapa sumber yang saya baca–adalah kembali menjadi tahunnya para influencer. Lebih spesifik lagi, micro-influencer akan naik daun.

Hah? Apa pula itu micro-influencer?

Menurut AdWeek, micro-influencer adalah mereka yang punya follower antara 2K-25K di Instagram, dengan premium engagement (minimal 3%), dengan top niche-nya adalah fashion, beauty, travel, & health/fitness. Survei AdWeek ini memang berfokus pada koresponden perempuan, tapi sebenarnya bisa berlaku untuk semua gender.

Lebih jauh lagi, memang ada kriteria apakah seseorang bisa masuk micro-influencer potensial atau enggak, dan ini standar masing-masing brand memang berbeda-beda sih.

Kita sih nggak akan bahas soal standar ini. Tapi, melihat dari semakin berkembangnya Instagram, maka IG akan menjadi media sosial pertama yang akan menjadi standar sponsored post di tahun 2018 ini. Semacam, kalau ada brand yang mau kerja sama dengan blogger, maka yang ditanyakan lebih dulu adalah: berapa follower IG kita? Ya, semacam itu deh, Mak! 😀

Baru kemudian ada tambahan penawaran di blog atau enggak.

Karena itu, yiuuuggg, yang IGnya belum maksimal, bisa dioptimalin lagi. Beberapa waktu yang lalu, Makmin pernah bahas soal optimasi Instagram lo! Sudah simak belum, Maks? 😉

3. Micro-blogging

Berkaitan dengan prediksi no. 2 tadi, tahun 2018 juga akan berkembang kembali yang namanya micro-blogging. Karena Instagram akan jadi “medan utama”, maka dalam beberapa kasus, para blogger akan pindah ngeblog ke Instagram. 😀

Alhasil, caption-caption Instagram sekarang makin panjang, yes?

“Ngeblog” di Instagram juga lebih praktis dirasakan oleh bloggers. Tinggal kasih hashtag yang pas, kita lebih mudah meraih pembaca dan likes kan?

Nggak usah mikirin coding, layout yang begini begitu, script ini inu. Asal ada foto catchy, caption bagus, share. Selesai. Yeeees? 😆

Update di Twitter juga mendukung micro-blogging ini lo, Mak. Coba lihat, sekarang karakter di Twitter sudah 280 kan? Masih ditambah bisa bikin thread sepanjang apa pun kita mau.

Coba liat Makmin Spesialis Malam yang dinas setiap Senin dan Rabu. Kalau kultwit bisa dijadikan satu post sendiri di blog kan? Hahaha.

Tinggal kopasin, edit supaya enak dibaca. Jadi deh.

4. Konten tertulis tetap lebih nyaman

Namun meski Instagram lebih praktis dan dinilai lebih efektif untuk marketing, tapi jangan salah, konten tertulis di blog masih lebih menang. Lebih menang dari segi apanya?

Bagaimanapun Google masih berjaya, dan masih tetap lebih mengutamakan konten tertulis. Orang juga masih lebih banyak mencari dengan menuliskan keyword, so far.

Beberapa waktu yang lalu, saja juga iseng bikin survei. Memang masih kecil sih area surveinya. Fokus survei ini adalah bertanya, pada lebih suka baca atau nonton video?

Ternyata masih banyak yang lebih suka baca artikel (baik di blog maupun media online). Video dianggap boros kuota, soalnya. 😆

Persoalan juga muncul ketika belum semua wilayah di Indonesia tercover jaringan internet dengan koneksi yang bagus. Sehingga video akan sedikit menyulitkan untuk diakses.

Sooo, warganet masih lebih suka konten tulisan ya, Mak, catet. Karena ini juga lebih ringan untuk mereka. Dannnn … pembahasannya kita lanjut ke prediksi no. 5.

5. Speed, speed, speed

Kita tahu, bahwa kecepatan loading blog kita itu penting banget yes? Kalau lola, ya bhay aja deh, pasti pada males datang untuk baca.

Apalagi buat pembaca yang menggunakan handphone untuk browsing. Kalau nggak mobile friendly dan nggak cepet, aduh!

FYI aja nih, Mak, di blog pribadi saya sendiri, 90% pembaca blog datang dari perangkat mobile lo!

Terus, sudah tahu belum? Awal tahun 2017 kemarin muncul yang namanya AMP. Hah? Makhluk apa lagi itu, AMP?

AMP adalah singkatan dari Accelerated Mobile Pages, atau kalau di-Indonesia-in jadinya laman seluler dipercepat.

Fungsi AMP ini adalah membuat halaman web atau blog kita menjadi lebih cepat diakses, terutama kalau dibuka menggunakan handphone, Mak.

Sistem AMP ini akan me-redirect URL web yang bersangkutan saat dibuka melalui handphone. Misal aslinya URLnya emak2blogger.com/prediksi, lalu akan berubah jadi emak2blogger.com/prediksi/amp/ Gitu.

Kalau sudah pakai AMP ini, kecepatan situs akan naik drastis saat diakses melalui handphone, Mak. Meski lantas tampilannya jadi sangat sederhana. Karena prinsipnya AMP ini akan membatasi hal-hal yang bikin blog lola.

Kalau mobile friendly, hanya akan menyesuaikan layout, tapi AMP akan mengakselerasi kecepatan loading.

Saat ini, Google sudah menyarankan para web developer untuk menggunakan AMP. Yang belum pakai, masih aman sih.

Tapi, kita nggak akan pernah tahu, sampai berapa lama masih amannya ini, Mak. Karena biasanya kalau Google sudah menyarankan, lama kelamaan ya akan masuk dalam algoritma mereka.

So, PRnya nambah yeees. SEO aja belom beres ini, udah nongol AMP. 😆 Yah, siapa bilang ngeblog gampang? #eh Hihihi.

Okaaaaiii. Itu dia 5 prediksi blogging tahun 2018 hasil kekepoan saya sana-sini. 5 aja udah pusing belum, Mak? Hahaha. Enggaklah ya!

Tetap semangat ngeblog ya, Mak! Dan, jangan lupa bahagia! 😀