Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti tidak bisa meng-upgrade kemampuan. Keterbatasan waktu untuk ikut aneka macam kursus atau bahkan sekolah lagi, tak seharusnya menjadikan ibu rumah tangga ‘kurang’ wawasan. Sebaliknya, sebagai ‘sekolah pertama’ bagi anak-anaknya, ibu rumah tangga seharusnya kaya akan pengetahuan. Baik pengetahuan yang diajarkan di sekolah mau pun pengetahuan umum.  Di tengah padatnya aktivitas domestik, ibu rumah tangga bisa mengisinya dengan hal-hal yang lebih positif. Dengan bantuan internet dan gadget, kegiatan-kegiatan di bawah ini bisa dilakukan untuk menjadikan kita, ibu rumah tangga yang lebih super lagi. Apa saja aktivitas ibu rumah tangga itu?

Ibu Rumah Tangga Bukan Pengangguran

1. Meng-upgrade Pengetahuan Finansial

Ibu rumah tangga adalah The Real Financial Planner. Kemampuan mengatur keuangan yang dilakukan di dalam keluarga, pada umumnya berlandaskan pada teori-teori dasar alamiah atas pertimbangan- yang cenderung mengedepankan hal yang melibatkan feeling. Akibatnya, banyak pos keuangan yang tidak terkontrol. Padahal seharusnya, mungkin uang tersebut bisa menjadi andalan untuk tabungan atau sumber investasi keluarga.

Meng-upgrade kemampuan finansial bisa dilakukan ibu rumah tangga. Aneka macam bentuk sajian gratis di internet bisa dimanfaatkan. Dari mulai artikel-artikel finansial yang ada di website-website khusus finansial, artikel-artikel finansial di berbagai portal berita, hingga video-video tips keuangan dari ahlinya di Youtube. Dengan mengetik kata kunci yang tepat, melakukan aktivitas ini secara rutin, dan kemudian mempraktekkannya langsung di setiap bulannya, kemampuan mengatur keuangan ibu rumah tangga dijamin akan meningkat.

2. Belajar Bahasa Asing

Siapa bilang kalau ibu rumah tangga tak bisa mahir berbahasa asing? Salah besar! Sekali pun tidak memiliki waktu untuk ikut kursus bahasa di luar rumah, ibu rumah tangga masih berkesempatan untuk jago ngomong ber-cas-cis-cus ria. Ya, tentu saja dengan bantuan internet.

Hal pertama yang dilakukan adalah menentukan jenis bahasa yang ingin dipelajari. Bahasa asing yang sudah sedikit diketahui dasar-dasarnya atau bahasa baru yang sama sekali belum pernah tahu. Jika sudah ditentukan, men-download aplikasi belajar bahasa di Play Store bisa menjadi pilihan. Kemudian, mempraktekkan apa yang dipelajari di dalam aktivitas ibu rumah tangga sehari-hari.

Tak perlu menargetkan diri terlalu tinggi. Memulainya dari mengetahui nama-nama makanan; benda-benda di sekitar rumah; atau pun nama-nama binatang, tanaman, dan bunga saja akan menjadi sebuah awal yang menyenangkan. Bukan mustahil bukan jika nantinya bisa berbicara bahasa asing tersebut dengan baik dan benar?

3. Mengganti Aktivitas Memainkan Playlist Lagu dengan  Mendengarkan Berita

Ibu rumah tangga terkadang tak punya banyak waktu untuk menyimak berita. Ditambah dengan dianggapnya berita nasional/internasional sebagai hal yang tak perlu diketahui, menjadikan ibu-ibu kurang tahu wawasan umum. Untuk hal ini, mengganti aktivitas memainkan playlist lagu dengan  mendengarkan berita radio online, misalnya saat sedang mencuci, memasak, menyetrika, atau yang lainnya bisa menjadi pilihan.

4. Belajar Edit Video

Ibu rumah tangga tak hanya bisa memanfaatkan media sosial yang berbasis share tulisan dan gambar seperti Facebook, Instagram, Path, dan Twitter saja. Media lain yang menyediakan sarana berbagi video seperti Youtube juga bisa. Ada banyak hal dari ibu rumah tangga yang bisa digali. Misalnya saja tips dandan, tutorial DIY, berbagi kreasi resep makanan, dan lain-lain.

Untuk yang satu ini, ibu rumah tangga perlu meng-upgrade diri dalam hal mengedit video. Aneka jenis video editor bisa menjadi pilihan. Dari program yang rumit, hingga aplikasi sederhana yang cukup mudah dipelajari.

5. Membaca Buku Baru Minimal Sebulan 1 Buku

Semua pada tahu, buku adalah jendela dunia. Begitu pun untuk ibu rumah tangga. Meskipun internet sudah sangat memudahkan di dalam memperoleh berbagai informasi, membaca buku tetap akan beda sensasinya. Membaca buku jenis apa pun, minimal sebulan 1 buku sangat bisa dilakukan sebagai aktivitas ibu rumah tangga. Tak perlu melakukannya sekaligus. Mencicilnya sedikit demi sedikit juga tetap memberikan manfaat.

6. Subscribe Newsletter yang Memberi Berita, Tips, atau Tutorial Setiap Hari

Mengetahui sesuatu yang baru itu sangat mengasyikkan. Apalagi jika hal tersebut terjadi setiap hari. Dengan subscribe newsletter yang memberi berita, tips, atau tutorial tertentu, setiap hari wawasan kita bertambah. Tak perlu memilih newsletter yang berat. Bahkan info-info sederhana yang dikirimkan newsletter sederhana  semacam The Skimm setiap hari, juga sudah cukup.

7. Ingin Lebih Produktif dalam Menghasilkan Uang? Ikut Webinar Bisnis

Sekarang ini, ibu rumah tangga banyak yang berbisnis dari rumah. Untuk yang ingin memulai atau lebih memaksimalkan bisnisnya, meng-upgrade kemampuan diri dengan mendaftar webinar bisa menjadi pilihan. Ya, sebab seminar yang dilakukan via web ini biasanya menghadirkan narasumber dari ahlinya. Mereka tak pelit ilmu dalam membagi tips ini itu untuk keberhasilan peserta webinar.

8. Meningkatkan Kemampuan Memasak dengan Follow Akun Sosmed Tentang Memasak

Tak ada yang meragukan kemampuan ibu rumah tangga dalam hal memasak. Akan tetapi meningkatkan kemampuan memasak akan lebih baik. Dengan follow akun sosmed tentang memasak, baik itu akun chef, koki, orang yang jago masak, atau pun yang lainnya yang memang khusus membahas tentang memasak di Twitter, Instagram, atau pun Facebook bisa jadi pilihan. Jangan lupa untuk mempraktekkan resep dan tips yang diberikan. Jika sudah mampu, memodifikasi resep akan semakin meningkatkan skill memasak.

9. Join Komunitas yang Sesuai dengan Hobi

Berkumpul dengan orang yang memiliki hobi sama sangatlah seru. Di sana kita bisa bertukar pikiran, saling memberi tips, dan saling membantu. Facebook masih menjadi tempat popular untuk mencari dan berkumpul dengan orang-orang yang berhobi sama. Tak hanya secara online, anggota komunitas bahkan pada akhirnya bisa berinteraksi secara offline. Kumpulan Emak Blogger (KEB) adalah salah satu contoh komunitas yang basisnya berawal dari di Facebook.

10. Senang Lihat Instagram Story? Coba Lihat Ig Story yang Memberikan Tips-tips Bermanfaat

Saat senggang, melihat Instagram story sering jadi hal yang dilakukan. Cobalah melihat Instagram story yang memberikan tips-tips bermanfaat. Misalnya akun yang fokus memasak, make up, fotografi, menggambar, menulis, dan lain-lain. Selain menghibur, juga menambah wawasan baru. Jika dipraktekkan, mungkin bisa menambah skill yang baru untuk aktivitas ibu rumah tangga.

11. Mem-bookmark dan Membaca Artikel-artikel Edukatif di Pinterest

Bingung cari artikel edukatif yang ingin dibaca? Coba buka Pinterest. Dengan kata kunci yang kita inginkan, berbagai artikel edukatif yang menambah wawasan dan skill dalam sekejap bisa didapatkan. Jangan lupa, setelah di-bookmark, dibaca ya.

12. Ganti Aplikasi Game dengan Aplikasi Berita

Meng-install aplikasi game memang tak menjadikan pemiliknya tukang main game terus. Tapi, bila aplikasi ada terus dan selalu terlihat, itu membuat pemilik gadget tergoda. Jika sudah suka, maka akan ketagihan. Dan yang seperti itu, sudah tak bagus lagi. Sebelum ketagihan, mengganti aplikasi game dengan aplikasi berita bisa dilakukan. Tujuannya tentu supaya hari-hari kita menjadi lebih bermakna dan lebih produktif.

13. Belajar Sains? Kenapa Tidak!

Sains adalah ilmu yang seru. Banyak fakta-fakta hidup yang jika dilihat dari sisi Sains itu sangat menakjubkan. Belajar Sains tidak mesti di bangku sekolah. Ibu rumah tangga di rumah pun bisa. Selain menambah ilmu, juga menjadi bahan yang bisa diceritakan kepada anak-anak. Untuk hal ini, berbagai aplikasi Sains, baik yang berupa teori atau pun percobaan banyak bertebaran. Yuk dimanfaatkan!

Itu dia 13 aktivitas upgrade diri yang bisa dilakukan ibu rumah tangga agar menjadi ibu yang lebih super dan kekinian. Tak usah terlalu tinggi dalam menentukan target. Melakukannya sedikit demi sedikit tetapi konsisten akan memberikan hasil yang tak kalah berarti. Selamat mencoba aktivitas ibu rumah tangga itu ya!

***

Nia Haryanto 

Ibu empat orang anak, lulusan Departemen Biologi ITB, yang kini berprofesi sebagai pekerja lepas di bidang kepenulisan.