Bulan Ramadan tinggal menghitung hari.  Selain mempersiapkan diri sendiri, emak yang sudah berkeluarga dan memiliki putra putri juga harus mempersiapkan seluruh anggota keluarga untuk menyambut bulan mulia ini ya. Jangan sampai kita lewatkan momen luar biasa ini dengan biasa-biasa saja. Khusus yang memiliki anak-anak di usia sekolah dasar persiapan menjelang Ramadan menjadi sedikit lebih istimewa. Terlebih jika si kecil masih dalam proses belajar berpuasa. Kira-kira apa saja ya yang perlu disiapkan dalam mendampingi si kecil menyambut ramadan?

Kalau saya punya beberapa hal yang menjadi penting dalam mendamping Trio Krucils dalam menyambut ramadan nih. Tahun ini menjadi lebih istimewa (ramadan selalu istimewa setiap tahun) karena Ka Alinga dan Ka Zaha sudah melewati fase belajar berpuasa. Mereka sudah full berpuasa sehari penuh sejak ramadan tahun lalu.

Untuk Dek Paksi, proses belajar sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Hanya saja tahun ini saya berharap sudah bisa mengajaknya lebih serius memaknai puasa. Hmm, kalau tahun lalu masih banyak “excuse” maka tahun ini harus ditingkatkan disiplinnya.

Puasa Pertama Si Kecil

 

Tidak mudah, tapi juga bukan sesuatu yang tidak mungkin. Sulit? Hmm bagaimana kalau  kita jalani saja sebagai sebuah tantangan baru dalam membiasakan anak-anak memaknai ramadan dengan lebih baik. Lalu apa saja yang harus dipersiapkan dalam mendampingi si kecil menyambut ramadan?

  • Siapkan Mental Si Kecil

Paling penting dari semuanya adalah menyiapkan mental si kecil. Tentu saja dengan membekalinya secara pelan-pelan pengetahuan tentang ramadan.  Berikan gambaran yang mudah tentang arti puasa, tujuan puasa, konsekuensi puasa. Paling sederhana dimulai dengan memberinya pengetahuan bahwa puasa itu artinya tidak makan dan tidak minum.

Iya, mereka akan merasa lapar dan haus pada awalnya lalu mengapa harus berlapar-lapar dan berhaus-haus? Jangan gusar jika muncul pertanyaan-pertanyaan yang tampak sepele namun membutuhkan jawaban yang bijak. Bahkan kadang mereka menanyakannya berulang-ulang.

Tekankan juga kepada mereka bahwa kewajiban berpuasa diberikan kepada mereka yang sudah cukup usia (baligh), lalu kenapa mereka harus mulai belajar melakukannya? Tentu saja karena proses belajar juga merupakan upaya menyiapkan mental mereka.

Proses tidak makan dan minum selama sehari penuh bukan hal yang  mudah bahkan bagi orang dewasa sekalipun, terlebih bagi anak-anak. Karenanya berikan pemahaman bahwa untuk mempersiapkan diri dari rasa lapar dan haus selama siang hari, ada sunnah yang sanggat dianjurkan untuk dilakukan pada dini hari yakni makan sahur. Sahur yang cukup dan tepat waktu membantu menjaga diri dari rasa lapar dan haus serta menurunnya stamina.

Jangan lupa ciptakan suasana yang menyenangkan dalam menyambut ramadan. Sebarkan aura suka cita menyambut bulan penuh rahmat ini agar anak-anak merasakan aura positif dari datangnya bulan ramadan. Ceritakan kisah-kisah indah atau ceita-cerita seru dari pengalaman ramadhan kita di masa lalu. Review pengalaman berpuasa kakak-kakaknya untuk menjadi penyemangat sang adik dan seterusnya.

  • Lengkapi Pemahaman Si Kecil akan Ragam Ibadah di Bulan Ramadan

Penting juga untuk mulai melengkapi pengetahuan si kecil tentang macam ibadah lain selain berpuasa, – menahan makan dan minum,-  di bulan ramadan. Di bulan penuh berkah itu ada beberapa kegiatan ibadah yang sangat dianjurkan selain ibadah rutin harian seperti sholat tarawih berjamaah, tadarrus atau mengaji al qur’an, sahur, dan lain-lain.

Semua kebaikan yang dilakukan di bulan ini dilipatgandakan pahala dan balasannya atas izin Allah.  Belajar kita, sedekah kita, perbuatan baik kita, bahkan tidur kita sekalipun dinilai ibadah di bulan ramadhan. Motivasi ini juga dapat disampaikan kepada si kecil untuk membuatnya makin semangat belajar melaksanakan ibadah sehari-hari di bulan ramadan.

Si kecil dapat juga dilibatkan pada kegiatan-kegiatan ramadhan di lingkungan sekolah atau lingkungan rumah. Kegiatan yang biasanya banyak diadakan pada bulan ramadhan ini selain baik untuk mengisi waktunya tentu juga dapat menambah pengetahuan dan pemahamannya akan ilmu agama.

  • Pantau Kesehatan Si Kecil

Dalam mendampingi si kecil menyambut ramadan, jangan lupa untuk selalu memantau kondisi kesehatan si kecil. Terlebih proses belajar dan pembiasaan puasa tentu akan sedikit banyak mempengaruhi pola makan dan istirahatnya. Aktivitas malam hari yang lebih banyak dari biasanya karena pembiasaan tarawih dan tadarus, bangun dini hari untuk sahur, serta menahan makan dan minum selama satu hari penuh tentu membutuhkan proses adaptasi bagi si kecil.

InsyaAllah jika dilakukan dengan benar, puasa sesungguhnya menyehatkan. Hanya saja sebagai orang tua tentu kita tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak dalam proses belajar dan beradaptasi terutama dengan berpuasa sehari penuh.

Jaga juga agar pola asup mereka tetap terkontrol dengan baik setelah waktu berbuka. Makanan yang sehat dan gizi seimbang tetap harus diperhatikan dan tentunya asupan air minum menjadi kebutuhan yang lebih vital dari biasanya.

Perhatikan keluhan-keluhan si kecil. Segera tangani dan carikan solusinya gar tidak berkelanjutan. Lemas, pusing, dan sejnisnya bukan hal yang aneh pada proses awal belajar berpuasa. Tangani dengan bijak. Proses belajar juga artinya mereka tidak dipaksakan untuk langsung berpuasa sehari penuh. Terlebih jika ada kondisi kesehatan yang harus diperhatikan.

Tidak perlu membandingkan dengan teman seusianya atau dengan kakak-kakaknya karena kondisi tubuh setiap orang berbeda meskipun dalam rentang usia yang sama. Sebagai orang tua tentu kita bisa memperhatikan kekhususan masing-masing anak kita.

  • Siapkan Menu Kesukaan Si Kecil

Menciptakan suasana yang menyenangkan di bulan ramadan bisa menjadi momen yang selalu dirindukan si kecil. Jangan lupa ingat-ingat menu kesukaan si kecil saat berbuka dan sahur. Menu buka puasa favorit bisa menjadi pemicu semangatnya menjalani puasa.

Jangan lupa juga variasikan menu tersebut. Kita tidak harus menyiapkan semuanya sendiri jika kita memiliki waktu yang terbatas, tetapi akan jauh lebih menyenangkan dan menyentuh mereka jika semua bisa kita siapkan sendiri. Mengapa tidak mencoba menyusun menu jauh hari sebelumnya agar anak-anak tidak bosan dan justru makin semangat. Selipkan menu favorit dan variasinya dalam daftar menu tersebut .

  • Siapkan Perlengkapan Ibadah si Kecil

Si kecil sudah kita biasakan belajar menjalankan ibadah harian yang rutin kan ya? Terutama belajar sholat dan mengaji. Supaya makin semangat jangan lupa untuk memastikan perlengkapan ibadah mereka sudah siap ya menjelang bulan ramadhan. Tidak harus baru kok yang penting kondisinya bersih dan terjaga.

Untuk perlengkapan sholat anak perempuan, pastikan mukena mereka bersih, rapi, dan wangi. Naah waktunya mengecek nih. Apakah masih muat mukena mereka? Sudah bersih, rapi, dan wangi?Tidak ada salahnya mengganti dengan yang baru jika sudah kekecilan atau sudah jelak ya. Penting sekali untuk menggunakan alat sholat yang nyaman agar mereka lebih khusyuk dan semangat sholat.

Untuk anak laki-laki, siapkan juga sarung kecil dan pecinya. Jikapun menggunakan celana panjang, pastikan celana panjang yang nyaman untuk dikenakan sholat cukup tersedia ya. Jangan sampai perlengkapan ibadah mereka menjadi alasan dan halangan untuk semangat menyambut ramadan.

Cek juga Iqra dan Al Quran mereka. Kalau yang sudah rutin mengaji setiap harinya mungkin masih ingat ya apakah Iqra atau Qur’annya masih rapi dan bersih atau mungkin ada yang sudah robek atau covernya copot? Yuuk ke toko buku dan ganti dengan yang baru kalau kondisinya sudah tidak layak. Pasti si kecil makin semangat mengaji deh.

  • Luangkan lebih Banyak Waktu Menemani Si Kecil

Penting sekali untuk meluangkan waktu lebih banyak menemani si kecil menjalani ramadan mereka. Terlebih biasanya di bulan ramadan anak-anak diliburkan dari sekolah atau jam pulang mereka dipercepat. Alhamdulillah di bulan ramadan kebijakan pemerintah untuk mempercepat jam pulang kantor sangat membantu. Kita bisa sampai di rumah lebih awal. Menyiapkan menu berbuka dan menemani mereka berbuka hingga sholat tarawih dan mengaji.

Sebisa mungkin kurangi aktivitas kantor agar bisa mendampingi si kecil menyambut ramadan. Jika tidak penting sekali, rasanya tidak perlu lembur di bulan ramadan. Berada di antara anak-anak menghabiskan hari-hari di bulan ramadhan jauh lebih berharga. Semoga Allah mudahkan kita menjalaninya yaa. Hal yang sama berlaku untuk Ibu yang stay di rumah. Kurangi aktivitas di luar rumah dan fokus mendampingi si kecil.

  • Hargai Usaha si Kecil

Jangan lupa apresiasi setiap usaha si kecil merampungkan amalan ibadah di bulan ramadan, sekecil apapun. Hari ini puasa full, esok hari cuma sampai Ashar. Tak mengapa, toh mereka sedang belajar. Support terus agar mereka tetap semangat. Kemarin mengaji 2 halaman Iqra hari ini hanya 6 baris, tak apa, selama engkau berusaha nak!

Salah satu bentuk penghargaan juga bisa diwujudkan dengan menyiapkan menu favoritnya. Atau ada kejutan-kejutan kecil yang bisa kita jadikan penyemangat. Mengapa tidak?

Nah Emak punya ide lain untuk persiapan mendampingi si kecil menyambut ramadan? Share yuk di kolom komentar.

***

Mendampingi Si Kecil Menyambut Ramadan adalah post trigger #KEBloggingCollab dari kelompok Butet Manurung, yang ditulis oleh Ophi Ziadah.

Ophi Ziadah, emak blogger pengelola dua blog:

www.ophiziadah.com dan www.marlekum.net

(Twitter/IG: @ophiziadah)