Menu Buka Puasa yang Praktis – “Wah, ada sirup di mana-mana. Pasti sudah mau puasa!”

Tak disangka, persiapan menyambut bulan puasa sudah dilakukan bahkan saat puasa pun belum ditunaikan. Nggak hanya sirup rasa melon atau cocopandan yang iklannya selalu bisa membuat siapapun menelan ludah. Tapi biskuit, wafer dan aneka panganan kering telah berjajar rapi . Membentuk display khas Ramadan dan hari raya, meskipun minus ornamen ketupat berbahan pita.

Tak hanya orang dewasa, Najwa yang masih anak-anak pun dapat mengenali tanda-tanda Ramadan dari banyaknya persediaan sirup di toko yang kami singgahi. Padahal, kami sekeluarga sangat jarang membeli sirup untuk persediaan di rumah. Jika kebetulan ada teman atau keluarga yang berkunjung. Teh hangat, kopi hitam atau air mineral yang biasanya dijadikan suguhan.

Sedangkan saat Ramadan, kami biasa membuat simple sirup dengan cara menuangkan air panas pada gula putih yang telah kami sendokkan ke dalam gelas. Aduk-aduk sebentar, tinggal tambahkan air putih biasa. Praktis, ekonomis dan sesuai kebutuhan saja. Karena tidak setiap hari kami mengonsumsinya.

Berbicara tentang Ramadan, selain salat tarawih yang rasanya sangat sayang untuk dilewatkan. Aneka sajian ramadan adalah godaan terbesar yang kerap kali membuat anggaran rumah tangga menjadi tak terkendali. Benar atau betul?

Saya pun pernah mengalaminya. Akibat kalap dan ingin membeli apa saja, akhirnya budget belanja malah membengkak. Padahal, nih, harusnya Ramadan bisa jadi momen pengendalian. Nggak cuma pengendalian hawa nafsu, lapar dan dahaga. Tapi juga mengendalikan pencernaan. Karena dalam dunia kesehatan puasa dipercaya sebagai fase detoksifikasi tubuh yang paling alamiah.

Nah, salah satu revolusi Ramadan yang telah saya lakukan. Ciyehh, istilahnya revolusi banget, hehehe. Maksudnya salah satu perubahan yang telah kami terapkan selama 3 kali ramadan adalah mengubah menu buka puasa yang praktis.

Hemat Selama Bulan Ramadan

Kalau dulu nih, kolak pisak, singkong dan biji salak sungguh aduhai legitnya bikin nggak tahan. Atau es teh manis berteman gorengan yang nggak cukup 3 biji sekali makan, hahaha lapar atau kelaparan. Itu semua sekarang kami skip dari meja makan dan diganti dengan aneka sajian dari buah.

Buah Potong

Yang maha mudah, praktis dan ekonomis dari sajian buah tentu saja buah potong. Kebetulan di rumah kami memang selalu ada stok buah. Pokoknya, buah harus ada meskipun buah lokal yang paling biasa dan murah. Contohnya pepaya, jeruk dan pisang. Ketiganya adalah juara buah di rumah saya.

Tiga puluh menit sebelum adzan Magrib berkumandang, saya akan bergegas mengupas kulitnya, mencuci dengan air matang kemudian memotong kecil seukuran satu kali suap. Buahnya boleh satu jenis atau macam-macam. Kalau kebetulan lagi banyak rezeki, sih. Sebaiknya warna-warni biar nggak bosan dan nutrisinya beragam.

Buah potong adalah sajian berbuka yang utama dan selalu jadi andalan saat harus berbuka di luar atau di tengah perjalanan. Praktis untuk dibawa-bawa, mudah menyiapkannya dan sangat ekonomis. Jenis buah apa saja bisa digunakan tergantung yang sedang musim di pasaran. Tapi sebaiknya hindari yang terlalu masam karena kondisi perut bisa jadi tidak kuat.

Smoothie Buah

Menu Buka Puasa yang Praktis

 

Kalau kebetulan lagi santai dan enggak malas, hehe. Maka saya menaikkan kasta buah menjadi olahan smoothie yang menggoda sebagai menu buka puasa yang praktis.  Mix buah naga adalah favorit kami sekeluarga. Tapi kalau lagi enggak ada bahannya bisa diganti apa saja. Misalnya buah naga dengan nanas atau pisang. Ya, buah naga memang hampir selalu ada di pasaran. Jadi sangat bisa diandalkan sebagai buah yang rutin dikonsumsi.

Mengonsumsi smoothie buah saat berbuka tidak hanya segar, tapi sangat ringan untuk pencernaan kita.

Es Buah dengan Kuah Air Kelapa

Dulu, es buah andalan saya adalah varian sop buah yang memakai krim kental manis atau sup buah biasa yang memakai sirup. Tapi sekarang saya cenderung menghindari keduanya karena agak ngeri pas lihat timbangan badan, hehehe.

Pilihannya adalah es buah dengan kuah air kelapa. Jadi untuk pengganti rasa manis dari gula, sirup atau krim kental manis, saya memakai air kelapa muda yang baru dikeluarkan dari tempurungnya. Selain segar, manfaat kandungan ion elektrolit dalam air kelapa sangat cepat mengganti cairan tubuh yang hilang.

Nah, yang ini buahnya bisa apa saja. Strawberry, melon, semangka, mangga, kelengkeng, semuanya bisa dimasukkan ke dalam mangkuk. Praktis, mudah, segar dan sehat.

Salad Buah

Menu Buka Puasa yang Praktis

 

Sama seperti smoothie buah, biasanya saya membuat salad buah kalau sedang santai alias si kecil lagi nggak banyak maunya. Buahnya bisa apa saja, tapi lebih nikmat jika ada budget untuk membeli apel dan pir sebagai campuran. Kadang-kadang saya juga menambahkan jelly tanpa rasa ke dalamnya. Tapi sifatnya suka-suka aja, sih. Jadi tergantung selera Emak.

Untuk dressingnya saya lebih suka mencampurkan plain yoghurt dengan madu sebagai pengganti mayonesnya. Tanpa parutan keju di atasnya, tapi jika suka bisa ditambahkan granola.

Sejak menerapkan 4 macam variasi buah di atas sebagai menu berbuka puasa yang praktis, saya merasakan kondisi tubuh yang lebih fit dan nggak nagntuk pada saat salat tarawih. Selain itu pekerjaan saya lebih ringan karena hemat waktu untuk memasak dan yang terpenting saya tidak perlu setiap hari pergi berbelanja. Praktis dan hemat,kan?

Nah, kalau Emaks, apa nih menu buka puasa yang praktis dan menjadi andalan?

***

Kreasi Buah, Menu Buka Puasa yang Praktis dan Segar merupakan post trigger #KEBloggingCollab kelompok Sri Mulyani yang ditulis oleh Damar Aisyah.

Damar Aisyah adalah Emak Blogger, pengelola blog https://www.damaraisyah.com