Jika berkunjung ke suatu daerah, tak lengkap rasanya tidak mencicipi kuliner dan membawa pulang oleh-oleh khas daerah tersebut. Membeli oleh-oleh bisa jadi obat rindu. Jika itu adalah kampung halaman, tak ada salahnya jika pulang membawa oleh-oleh, seperti Oleh-oleh Khas Tuban.

Saya yakin setiap daerah memiliki makanan khas  yang menunjukkan identitas suatu daerah. Contohnya kampung halaman saya, Tuban yang berada di pesisir pantai utara Pulau Jawa memiliki oleh-oleh berupa ikan asin. Kondisi suatu daerahlah yang sangat menentukan seperti apa makanan yang biasa dikonsumsi warga.

Etika Meminta Oleh-oleh 

Di kota Tuban, Emak bisa melihat pasar-pasar ikan sepanjang jalan pantura. Contohnya di kampung nelayan. Kita bisa dengan mudah menemukan berbagai ikan segar yang baru datang dari perahu-perahu nelayan. Kalau beruntung kita bisa membawa pulang ikan dengan harga yang lebih murah dari harga di pasar.

Bagi orang-orang Tuban di perantauan, oleh-oleh khas Tuban bagai kisah yang tak lekang waktu. Banyak kerabat saya yang pulang kampung dan belanja berbagai oleh-oleh dari Tuban. Ketika sedang  rindu akan kampung halaman, maka oleh-oleh itu bisa jadi penawarnya.

Apa saja oleh-oleh khas Tuban?

Mirip dengan daerah pesisir lainnya, di kota Tuban mengandalkan hasil laut sebagai oleh-oleh. Dari zaman saya masih kecil hingga sekarang, ada  beberapa produk yang selalu dicari sebagai oleh-oleh.

1. Kecap cap Laron

Kecap manis ini sudah ada sejak zaman saya masih kecil. Sejak belum ada model kecap refill, kecap cap Laron sudah menjadi primadona. Dahulu, ketika membeli saya  harus membawa botolnya, Katakan saja mau tukar botol. Itu sama saja dengan membeli kecap dalam botol baru. Botol lama saya serahkan kepada penjualnya, dan penjual akan menukarkan di toko langganannya.

2. Kerupuk udang dan tengiri cap Guci Toak

Kedua kerupuk ini mempunyai dua ukuran, besar dan kecil. Rasa udang ataupun ikan tengiri yang kuat membuat saya selalu merindukan kerupuk buatan lokal.

3. Terasi dan petis

Sebagai daerah pesisir, tak bisa dipisahkan dari berbagai hasil laut. Udang diolah menjadi beberapa bahan makanan seperti kerupuk, terasi dan petis, yang menjadi oleh-oleh khas Tuban. Mencari terasi dan petis yang enak itu gampang. Kalau belum mengenalnya sebaiknya bertanya saja kepada penjualnya. Biasanya kita akan diberikan contoh barang beserta harga.

4. Ikan asin

Berbagai ikan asin dalam berbagai ukuran tersedia di toko oleh-oleh dan pasar tradisional.  Proses pengeringan ikan dilakukan secara manual dengan mengandalkan panas matahari. Ikan asin, seperti teri, udang, cumi hingga ikan-ikan bisa dimasak sesuai dengan selera keluarga. Namun jika kita menikmati ikan asin siap santap, tidak perlu ragu. Ada teri dan cumi krispi yang rasanya gurih.

5. Ikan asap

Selain ikan asin, sepanjang jalan WR. SupratmanTuban, di sekitar jembatan ada banyak warga yang menjual ikan asap. Ikan-ikan yang didapat dari nelayan diasapi pagi hari lalu dijual sendiri. Dengan menggunakan meja, warga  menggelar dagangannya dari pagi hingga sore hari. Selain ikan asap, ada kerupuk, terasi, petis, homemade.

Kita bisa mendapatkan berbagai oleh-oleh khas Tuban di toko oleh-oleh di jalur pantura, pasar, area wisata religi Sunan Bonang, supermarket, warung tetangga hingga penjual sayur keliling. Sebagai rekomendasi, di toko oleh-oleh jelas lebih lengkap. Beberapa toko oleh-oleh membuat sendiri terasi dan petisnya. Di musim liburan sekolah, hari besar dan hari raya, toko oleh-oleh ramai pembeli.

Meski dianggap sebagai oleh-oleh khas, bahan makanan tersebut juga dikonsumsi oleh warga Tuban sehari-hari. Nah, jika Emak sedang berkunjung ke Tuban, jangan ragu untuk membawa pulang oleh-oleh khasnya.

***

Oleh-oeh Khas Tuban, Apa Saja Ya? merupakan post trigger #KEBloggingCollab dari  kelompok  Khofifah yang ditulis oleh Nur Rochma.

Kunjungi Nur Rochma di https://www.nurrochma.com/