Mengajarkan berpuasa kepada anak-anak bukanlah hal yang mudah. Meski sudah tahu arti puasa dari guru sekolahnya, guru ngajinya, dan bahkan dari kita orang tuanya, rasa lapar yang dirasakan anak, sering kali membuat mereka tidak sabar. Alhasil, anak menjadi rewel, bertanya terus kapan berbuka, marah-marah, hingga makan secara sembunyi-sembunyi, menjadi hal yang sangat mungkin terjadi. Mengantisipasi hal-hal itu, perlu adanya aktivitas anak saat puasa.

Aktivitas untuk mengisi waktu siang saat berpuasa. Berbagai aktivitas seru bersama itu, bisa kita ciptakan. Tujuannya tentu agar anak bisa tamat puasa hingga waktu berbuka tiba.

Aktivitas Seru Ibu dan Anak di Bulan Ramadan

Berikut ini beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan bersama anak untuk mengisi waktu siang saat berpuasa.

  1. Membaca Berbagai Buku Cerita Seru

Mengisi waktu siang dengan membaca buku cerita yang seru akan menjadi aktivitas yang cukup menyenangkan buat anak-anak. Jika anak sudah bisa membaca, menemaninya membaca buku; bersama-sama membaca buku yang sama; atau kita membaca buku yang lain, akan membuat anak betah membaca buku. Untuk aktivitas yang satu ini, pastikan kita sudah menyiapkan buku bacaan seru yang bakal disukai anak. Ada pun untuk anak yang belum bisa membaca, kita yang membacakan buku cerita itu akan membuat aktivitas mengisi waktu puasa anak menjadi seru.

  1. Menggambar, Mewarnai, atau Melukis

Anak-anak pada umumnya menyukai aktivitas ini. Menggambar, mewarnai, atau melukis. Melakukan aktivitas ini bersama-sama akan lebih baik. Sebab anak, biasanya akan sangat senang jika saat melakukannya, kita lalu memujinya. Selain bisa mengisi waktu saat berpuasa, aktivitas ini juga melatih daya imajinasi dan kreativitas anak. Untuk aktivitas ini, kita tentu harus sudah menyediakan buku gambar, pensil, pensil warna atau crayon, cat air, dan buku mewarnai.

  1. Memasak

Anak-anak juga menyukai aktivitas memasak. Melibatkan anak-anak di dalam memasak makanan untuk berbuka, saat berpuasa, akan disukai anak-anak. Aktivitas anak saat puasa ini, bisa dimulai dari membuat jadwal menu berbuka. Dari mulai takjil seperti es buah, kolak, gorengan, dan-lain; hingga membuat makanan ‘berat’ seperti nasi dan lauk pauknya. Jika puasa sudah mendekati akhir Ramadan, membuat kue untuk Lebaran sangat bisa untuk dilakukan.

Untuk aktivitas memasak ini, ada baiknya anak tidak usah diajak belanja. Selain bisa membuatnya capek dan kehausan, banyaknya makanan di tempat belanja sangat mungkin membuat anak ingin segera berbuka. So, kita harus sudah menyediakannya terlebih dahulu.

Meminta pendapat anak-anak untuk memasak makanan apa yang mereka ingin makan, dan lalu mengeksekusinya bersama-sama, akan sangat menyenangkan. Mengambil bahan untuk dimasak, mengambil wadah memasak, menambahkan bumbu, dan mengolah makanan yang masih dalam cara yang aman bisa kita minta anak-anak untuk melakukannya. Ada pun yang memakai pisau, api, atau barang-barang berbahaya lain, kita saja yang melakukannya.

  1. Menonton Film Edukatif dan Bermanfaat

Salah satu aktivitas anak saat puasa adalah menonton film dan merupakan hal favorit bagi banyak orang. Termasuk untuk anak-anak. Itu sebabnya, menonton film bisa jadi salah satu alternatif aktivitas yang dilakukan saat mengisi waktu di kala berpuasa.

Pilihan-pilihan film yang disukainya tentu merupakan hal yang harus diutamakan. Akan tetapi mengenalkan mereka pada film-film edukatif dan bermanfaat juga bisa kita lakukan. Ada banyak sekali film jenis ini. Dari mulai film kartun hingga film umum. Dan saat film diputar, kita bisa cerita mengenai bagusnya, nilai edukatifnya, serta manfaat yang didapat di film tersebut.

  1. Membuat Kerajinan DIY

Memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang baru, pasti disukai anak-anak. Misalnya saja membuat mainan helikopter dari botol susu bekas atau botol air mineral bekas. Nah, aktivitas ini bisa juga dilakukan saat berpuasa. Semua bisa dimulai dari mencari ide internet, baik di Youtube, Pinterest, atau mencari langsung di Google. Kemudian mengumpulkan bahan dari barang-barang yang ada. Dan lalu membuatnya bersama-sama. Aktivitas anak saat puasa ini sangat menyenangkan lho.

  1. Mengaji

Selain bisa dilakukan sebagai aktivitas mengisi waktu berpuasa agar tidak bosan, mengajak anak-anak mengaji juga mengajarkan anak-anak untuk mengisi waktu berpuasa dengan ibadah lain. Memulainya dari membaca Iqra, membaca surat-surat Juz Amma, hingga membaca Alquran secara bersama-sama akan menjadi pengalaman berpuasa anak tak terlupakan.

  1. Ngabuburit

Mendekati waktu berbuka, kita bisa mengajak anak-anak untuk ngabuburit. Aktivitas yang mungkin dilakukan adalah bersepeda ringan di sekitar rumah; mencari makanan takjil; atau berkunjung ke rumah saudara yang dekat dan juga tetangga. Untuk aktivitas ngabuburit ini jangan sampai terlalu capek. Sudah dekatnya waktu berbuka, tentu akan sangat disayangkan jika anak akhirnya batal berpuasa karena capek ini.

  1. Bersedekah Barang Bekas atau Membuat Garage Sale

Menjelang akhir puasa Ramadan, kita sering kali beres-beres rumah. Ada banyak sekali barang yang tak terpakai. Dari mulai peralatan rumah tangga, kosmetik, baju, hingga mainan anak. Dari sini bisa diambil sebuah aktivitas yang menyenangkan untuk anak. Misalnya saja mengumpulkan mainan-mainan yang sudah tidak terpakai dan juga baju-baju untuk disedekahkan atau dijual (garage sale).

Selain bisa mengajarkan anak untuk tidak berlebih-lebihan dalam memiliki barang, juga ini akan memupuk kecerdasan sosial (peduli sekitar) anak. Mereka menjadi tahu bahwa ada banyak orang yang membutuhkan bantuan di luar sana. Dan mereka juga diajarkan untuk selalu menjadi anak yang bersyukur.

Oke, itu tadi 8 jenis aktivitas yang bisa kita lakukan bersama anak-anak agar mereka tidak bosan menunggu waktu berbuka. Lagi-lagi, tak perlu kita membuat target terlalu tinggi. Misalnya ingin anak tamat puasa penuh 30 hari. Sedikit demi sedikit, contohnya hari ini puasa 5 jam, besoknya 7 jam, dan seterusnya, juga sudah cukup baik. Dengan dorongan motivasi, dan mungkin sedikit reward, pelan-pelan anak akan berinisiatif untuk menamatkan puasanya sendiri. Tetap semangat!

***

Nia Haryanto 

Ibu empat orang anak, lulusan Departemen Biologi ITB, yang kini berprofesi sebagai pekerja lepas di bidang kepenulisan.