Kalau polisi atau detektif lagi menyamar untuk menjebak penjahat buruannya itu sudah sering kita jumpai. Ya di novel, film atau kisah nyata. Tapi kalau penyamarannya untuk mengalihkan tujuan utama mungkin jarang kita temui, atau sedikit sekali kita ketahui. Fokus mau menangkap penjahat teralihkan dengan dunia baru yang nggak kalah menantang. Di sisi lain, di dunia baru ini para detektif yang lagi menyamar menemukan hal yang baru, beda banget dengan kesehariaan mereka sebagai penegak hukum. Seperti yang dialami oleh Chief Go (Ryu Seung Rtong) dan 4 anak buahnya Detektif Jang (Lee Ha Nui), Detektif Ma (Jin Sun Gyu), Detektif Young Ho (Le Dong Hwi) dan Detektif Jae Hoon (Gong Myung) dalam Film Extreme Job.

Mereka mendapatkan misi untuk menangkap sindikat penjual narkoba yang dipimpin oleh Moo Bae (Shin Ha Kyun) yang bercita-cita menjadikan narkoba jadi komoditi yang mudah dijualbelikan tanpa susah payah main petak umpet dengan polisi.

Review Film Extreme Job: Penyamaran

Di awal film, kita disuguhi kekonyolan timnya Chief Go yang ‘nggak becus’ menangkap satu saja buruan.  Ya nyungsep dari gondola dari gedung yang tinggi,  balapan lari yang sungguh selow, sampai tabrakan beruntun yang melibatkan 22 mobil plus 1 mobil lain yang punya ‘motif’ ikutan nabrak.

Pokoknya, timnya Chief Go ini payah nggak ketulungan. Kepala polisinya kesel lihat kinerja Go and friends. Karir mereka ada di ujung tanduk. Pilihannya cuma satu, harus bisa meringkus sindikat penjahat narkoba itu tadi.

Asbunnya detekitf Jae Hoon malah jadi ide brilian untuk mengalihkan metode pengintaian jadi penyamaran. Entah dapat duit dari mana, mereka kemudian bisa mengambil alih restoan ayam cepat saji sebagai markas sekaligus untuk menyamar sebagai pengelola gerai ayam.

Detektif Ma ternyata punya bakat terpendam menjadi chef untuk mengolah ayam goreng.  Jae Hoon kebagian merajang  bawang dan seledri yang jumlahnya bisa bikin terharu.  Udah deh, kalau disuruh masak, urusan yang berhubungan dengan bawang gin pun bikin aku nyerah karena bikin mata terasa pedas. Gimana dengan emak-emak, ada selow dengan job desk dapur yang satu ini, nggak?

Balik lagi ke Film Extreme Job. Sementara Ma dan Jae Hoon sibuk di dapur, yang lainnya pun punya tugas masing-masing. Detektif Jang sibuk jadi waitress dan membersihkan meja, Chief Go jadi kasir dan ngurusin orderan via telepon sementara  Young Ho Cuma ngumpet di mobil ngintipin target yang diburu.

Menunggu itu emang ngeselin. Ya wajar saja kalau Young Ho misuh-misuh.  Yang laen punya kesibukan baru dengann jobdesk penyamaranya, sementara Young Ho berasa gabut alias gaji buta dengan tugasnya karena diem terus di mobil. Kerjaannya ngintipin gedung di sebrang gerai resto ayam goreng mereka ga menemukan titik terang aktifitas sindikat narkotika buruannya.

Di sisi lain, penyamaran mereka malah terancam gagal. Pasalnya gerai ayam goreng mereka malah jadi terkenal dan jadi trending topic. Demi menyelamatkan  misi penyamaran, saat masuk tv wajah mereka minta diblurin.  Ini reality show apa investigasi makanan yang dioplos semacam saus aba-abal gitu, ya?

Tapi justru dari sini lah misi penyamaran mereka mulai menemukan celah terhubung dengan sindikat narkotika yang jadi buruan mereka.  Sekian pak ayam goreng dipesan secara terjadwal.  Tapi mereka juga menemukan fakta kalau  ayam dan dusnya dibuang.  Ini aneh.  Chief Go dan anak-anak buahnya menemukan fakta baru bagaimana kemasan ayam goreng mereka digunakan para kawanan sindikat untuk menyamarkan transaksi haramnya.

Film berdurasi 1 jam 51 menit ini nyaris dipenuhi kelucuan dari dialognya atau actionnya. Beberapa part sukses bikin aku ngikik. Ga semua, sih karena sebagian lagi terasa meh terutama di pertengahan fulm. Kelucuannya terasa agak garing, sementara film ini terasa ga jelas, karena ‘feel action’nya juga nggak muncul.

 

Review Film Korea Selatan Lainnya

 

Anyway, part yang paling pecah itu ada di 30 menit terakhir. Kekonyolan Detektif Ma (udah mah raut mukanya doi emang komikal sih) membuat gaduh dan mengacaukan suasana. Selain Ma, ekspresifnya Detektif paling muda, Jae Hoon juga jadi salah satu akting yang menghibur.

Sedari awal, Jae Hoon punya adrenalin yang kadarnya paling ga bisa dikontrol, sampai-sampai Chief Go (cmiiw) harus menarik kerah bajunya biar ga liar (((liar))).   Selain komedinya dapat, action dari para aktor utama dan pendukung juga hadir di sini. Komplit dan menebus kebosanan yang sempat terasa.

Kalau diceritakan per karakter, aku khawatir malah memancing spoiler di tulisan ini. Huhuhu… kasian CJ Entertainment, PHnya film ini, nanti jadi berkurang movie goers yang mau nonton J.  Selama 111 menit nonton, tata suaranya yang terasa paling ganggu buatku.  Hmmm… apa, ya? Ya terlalu berisik, bahkan untuk latar adegan duelnya.

Tapi secara keseluruhan film ini cukup menghibur bahkan buat yang ga biasa menonton film dari Korea sepertiku.  7 dari 10 bintang buat Extreme Job yang kadar ekstrimnya baru terasa di seperempat film terakhir.  Buruan nonton deh sebelum timnya Chief Go digulung Kapten Marvel dan teman-temannya dan harus hiatus dari layar bioskop.