Pernah nggak kepikiran atau mungkin lagi mikirin untuk resign dari kerjaan sekarang karena kesel punya atasan yang pelitnya kebangetan? Tapi mau resign pun rasanya susah. Ya selain nggak gampang juga ngelamar kerjaan lain, ada dilema yang kita tuh susah banget buat bersikap tegas lebih asertif memutuskan.

Semacam love and relationship. Benci tapi nggak tega ninggalin. Ternyata perasaan seperti itu bukan cuma terjadi dalam soal asmara, tapi juga pekerjaan. Kalau nggak  pernah ngalamin (Alhamdulillah, kalau gitu) punya bos yang nyebelin, setidaknya kita pernah denger atau nyimak curhatan temen yang punya bos seperti itu.

Kesel rasanya. Tapi  mau keluar nggak semudah dibayangkan. Kadang saat membulatkan tekad jadi maju mundur karena merasa nggak tega (atau kasihan) sama boss. Tuh, perasaan plin plan kayak gini tuh sungguh menyiksa. Kalau iya, apa yang digambarkan dalam film My Stupid Boss 2 bakal jadi film paling related saat ini.

 

My Stupid Boss 2; Love Hate Relationship dengan Atasan

Masih mengusung konflik yang sama dengan tokoh utama yang sama juga, Bossman 2 yang diperankan oleh Reza Rahadian dan Diana (dimainkan sama Bunga Citra Lestari alias BCL), kali ini memperluas wilayah konfliknya sampai ke Vietnam.

Wait, ke Vietnam kan jauh? Ngongkos yang mehong. Nggak rugi? Kan Bossman pelit?

Nggaklah. Bossman yang otaknya super ngirit emang punya motif lain. Selain memang untuk menghadiri seremoni yang ngasih penghargaan prestasi (ini pencitraan busuk yang nyebelin di mata karyawan-karyawannya), Bossman yang sering ngumpat dengan kata-kata tempe dan srondol ini pengen ngerekrut karyawan di Vietnam yang gajinya jauh lebih murah. Ditambah lagi memang sebelumnya banyak karyawan yang resign gara-gara nggak tahan kerja sama Bossman.

Bossman membagi tim yang akan membantunya. Selain Diana yang kerap dipanggil Kera-ni, dia juga ngajak Adrian dan Mr Kho (masing-masing diperankan oleh Iedil Putra dan Chew Kin Wah) untuk ikut menemaninya. Sementara Norahsikin (Atikah Suhaime)  dan Azhari (Iskandar Zulkarnaen) harus bertahan di Malaysia.

Bukan cuma sekadar kepanjangan tangan Bosman untuk urusan pekerjaan tapi mereka ini dijadikan tameng untuk menghadapi para debt collector yang mengincarnya.

Alih-alih mendapatkan karyawan baru. Di Vietnam sana, justru mereka mendapatkan masalah demi masalah bertubi-tubi. Lagi-lagi biang keroknya itu si Bossman lagi. Mulai dari  Bossman melanggar kesepakatan jumlah gaji yang membuat para calon pekerja Vietnam mengamuk, sampai dengandi tahan di kantor Polisi.

Sementara itu di Kuala Lumpur, Norahsikin dan Azahari pun juga harus menghadapi masalah. Keduanya disandera oleh Gangster sampai Bossman mau melunasi hutangnya. Dan ya ampun, Reza eh Bossman yang kumisnya kayak lele itu tetep lempeng. Cueknya bikin kita berserapah “amit-amit”.  Hahaha… Jangan sampai emak nemu bos rese kayak dia, ya.

Makanya, raut muka berkerut yang sering diekspresikan Diana udah cukup mewakili betapa ngeselinnya Bossman. Dikasih tau karyawannya banyak yang mundur, Bossman malah nyeramahin Diana biar nggak judes. Mau kasih pidato, naskahnya minta dibuatin. Dih siapa yang pencitraan siapa yang repot coba?

Soal urusan makan  dan tidur yang ngiritnya “audzubillah”,  kesotoyan yang levelnya maksimal dan kejelekan lainnya dari Bossman  dikemas dalam komedi yang ringan. Nggak harus berat mikirin nyari alasan kenapa ketawa.

Beberapa kali kekehan tawa dari anak kecil yang ikut nonton sempat terdengar waktu aku nonton film ini lho, Mak.   Ya, kalem aja. Film My Stupid Boss 2 ini aman kok. Meski menceritakan kehidupan orang dewasa, dengan durasi sekitar sejam setengah film ini memang dilabeli 13 tahun ke atas.

Puncak kelucuan dari film My Stupid Boss 2 ini yang aku rasakan paling dapat pas adegan battle dance antara dua gank debt collector. Ganknya Joni Wu yang diperankan oleh Verdi Sulaiman adalah debt collector beretnis Cina untuk berebutan hak tagihannya dengan rombongannya debt collector bertampang India pimpinan Babloo (Sahil Shah).

Bolak balik ke kantor Bossman,  mereka datang terus (dan kok bisa-bisanya barengan terus).  By the way, part ini menggambarkan dua etnis besar selain Melayu yang memang populasinya banyak banget di negerinya Upin Ipin ini.

Film Komedi Bagus: Extreme Job

 

Adu kepiawaian joget ala boyband nuansa F4 Dao Ming Si  vs joged Bollywood sukses bikin aku ketawa sambil nepuk-nepukin pinggiran kursi saking lucunya. Paling nggak nahan tuh liat tampangnya Joni Wu, karena serasa melihat perman berhati  Hello Kitty yang lagi ngegombal. Nggak Tahan.

Sementara itu, jauh di Vietnam sana Bossman bikin gara-gara dengan segala trik kepelitananya. Bukan cuma Diana dan teman-temannya tapi juga Nguyen yang sukses diperankan oleh Morgan Oey jadi naik pitam.

Kalau di film sebelumnya setting film banyak ngambil situasi di kantor, film My Stupid Boss 2 jadi lebih menarik dengan menampilkan eksotisnya pariwisata di Vietnam sana.  Morgan Oey paling menarik perhatian. Bukan Cuma ekspresi  dan make upnya yang udah 11-12 dengan orang Vietnam tapi juga aksen ngomongnya udah kayak mendarah daging.

Malah pas awal muncul aku hampir nggak ngenalin kalau nggak familiar dengan sorot matanya hahaha… Meski lagi ngambek-ngambek dengan repetan omelannya, entah kenapa aku bawaannya pengen ketawa aja lihat aktingnya Nguyen eh Morgan ini.

Part battle dance ini emang yang paling lucu. Tapi entah kenapa ya,  aku tuh merasa cape justru di bagian ini. Secara bergantian, adegan film menampilkan adu joget dan kejar-kejaran di Vietnam. Capenya dobel. Ya cape ketawa ya ikutan cape lihat Bossman cs lari menyelamatkan diri. Fiuh.

Penyelesain yang ditawarkan film ini punga ada yang baru dibandingkan film sebelumnya selain  soal seting tempat itu tadi. Aku merasakan kejengkelan dan gondoknya Diana karena Bossman susah banget menerima ‘hidayah’. Tapi memang sepertinya My Stupid Boss 2 ga bertujuan ngasih happy ending seperti itu.

Situasi dialami Diana dan teman kantor lainnya yang related dengan keseharian banyak karyawan kantoran jadi paket utama yang disampaikan film besutannya Upi Avianto ini.

Yaudah lah mau gimana ngeselinnya atasan macam Bossman,  selain faktor butuh duit, ternyata ada sisi manusiawi lainnya dari bos yang membuat kita menabahkan hati untuk terus bertahan menjalani hubungan love and relationship dengan atasan. Pernah ngalamin dilema kayak ini juga nggak sih, Mak?

So, mari tertawa bareng nonton film ini yuk, Mak. Percayalah, you’re not alone kalau kata mendiang Jacko mah. Sambil menunggu momen yang tepat untuk move on berpindah ke hati ke kantor yang lain lebih nyaman, menertawakan bareng-bareng kejengkelan urusan pekerjaan jadi obat yang ampuh biar ga jadi nambah beban yang udah berat.

***

sumber foto: WOWkeren.com