Ada studi yang menunjukkan, bahwa ada korelasi antara seni dan prestasi-prestasi lain, Mak. Anak-anak yang didampingi untuk mengembangkan bakat seni yang mereka miliki dengan melakukan kegiatan seni sebanyak 3 jam sehari selama 3 hari dalam seminggu memiliki kemungkinan prestasi akademik yang meningkat 4 kali lebih tinggi. Mereka biasanya juga berkesempatan lebih besar memenangkan penghargaan penulisan esai atau puisi daripada anak-anak yang tidak melakukan kegiatan seni apa pun.

Lalu bagaimana cara mengasah bakat seni ini pada anak-anak?

Sederhana saja sih, Ma. Kan pada dasarnya mereka sudah suka seni sejak bayi, maka kita sebenarnya hanya perlu menjaga saja agar setiap hari mereka terkoneksi pada seni.

Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk membantu si kecil mengembangkan bakat seni yang ia miliki. Simak yuk!

 

4 Cara Melatih Bakat Seni si Kecil

1. Jangan membatasi anak

Akan tiba saatnya si kecil mencorat-coret dinding. Iya sih, rumah bakalan tampak berantakan, kotor, dan sebagainya. Tapi dinding memang merupakan kanvas yang sangat menarik buat mereka. Hayo. Ngacung, Mak, yang dulu pas masih kecil juga suka banget coretin dinding! *ngacung paling tinggi* Hihihi.

Meski tak mungkin benar-benar menghindarkan dinding dari sasaran coretan, namun kita bisa juga memfasilitasi mereka  dengan menyediakan kertas kosong yang banyak.

Iya, Mak. Meski sudah dapat kertas, mereka tetap corat coret dinding juga sih. Nggak usah ngomel. Cukup menghela napas panjang saja. *lalu menerawang menatap dinding yang sudah penuh dengan coretan segala macam*

 

2. Dampingi saat mereka berekspresi

Saat mereka menyanyikan lagu ciptaan mereka sendiri, jangan lupa untuk ikut mendengarkan.

Saat gambar mereka selesai, tanyakan, “Ini gambar apa?” Kalau Emak bisa dan lagi selo, Emak bisa memberi contoh bentuk yang lebih baik juga buat mereka.

Jika Emak mau, Emak juga bisa memberi les gambar buat si kecil. Emak nggak harus pinter nggambar juga kok, Mak. Sederhana saja, menggambar rumah, atau jalan raya, atau teddy bear. Lain waktu, Emak juga bisa ajarin mereka mewarnai. Bagaimana membuat gradasi dan seterusnya. Hasilnya? Nggak usah dipikirin! Asal mereka senang, urusan hasil nanti-nanti sajalah. Yang penting mereka terbiasa menggores pensil.

 

3. Berikan pujian dan masukan

Saat nyanyiannya selesai, atau tariannya usai, segera berikan aplaus. Saat gambarnya selesai, berikan pujian, kalau perlu kasih nilai. Beri masukan jika memang perlu.

Sesekali Emak juga memotretnya ketika sedang memamerkan hasil karyanya, lalu unggahlah ke media sosial Emak, yang tentu saja dengan seizinnya. Saat ada yang mengapresiasi, tunjukkan padanya.

“Nih, Dek, ada Tante Ani kasih jempol nih!”

Oh, dia akan senang sekali pasti!

 

4. Pajanglah hasil karya mereka

Jika berupa lukisan, Emak juga bisa memajangnya di pintu lemari es dengan magnet. Atau bikin deh photo wall, yang bisa menjadi hall of fame untuk karya anak-anak.

Jika berupa nyanyian, coba sesekali direkam, Mak. Lalu simpan dan putarlah sekali waktu, supaya dia senang.

Apa pun bentuknya, apresiasilah!

 

Nah, itu dia 4 hal kecil yang bisa kita lakukan untuk melatih bakat seni si kecil. Emak sekalian punya cara lain, yang belum ditulis? Yuk, share di kolom komentar ya! Biar yang lain bisa nyontek caranya dan siapa tahu bisa sukses Emak juga.

Yang penting, lakukan semua dengan fun ya, Mak! Emak senang, anak-anak pun happy. Itu yang terpenting.