Mak, sudah pernah nonton film yang mengangkat tokoh utamanya adalah bandit seperti film Fast Furious atau Ocean Eleven? Dua film produksi Hollywood ini berhasil meraih milyaran dolar dari pemutaran filmnya di seluruh dunia. Kalau Hollywood punya dua film itu, maka Bollywood punya film yang judulnya Drive (2019) yang dibintangi oleh Sushant Singh Rajput, aktor yang baru saja meninggal dunia secara tragis di apartemennya di Bandra, Mumbai, India. Kematian Sushant diduga bunuh.

Film Drive (2019), Aksi Bandit Jago Balapan

Sinopsis Film Drive ini bercerita tentang Samar (Sushant) menyusup ke dalam Gank balapan ilegalnya Tara (Jacqueline Fernandez) seorang pemilik bisnis kurir spesialis pengiriman barang-barang haram yang diselundupkan.

Tara yang cantiknya mengingatkan saya pada sosok Tamara Bleszinsky ini hanya percaya sama dua orang temannya, Naina (Sapna Pabbi) yang jagoan memalsukan dokumen dan jam, serta Bikki (Vikramjeet Virk), pacarnya Naina, yang merupakan seorang mekanik mobil dan elektronik yang doyan main judi.

Tara yang ketat menyaring lingkaran pertemanan intim, dengan mudahnya menerima kehadiran Samar yang ikutan balapan, padahal bukan pemenang pertamanya.

Lucu juga adegan mobil Samar waktu nyamperin Tara dengan rotasi 360 derajat kayak kepiting ngesot gitu. Sejak kali pertama kenal aja Samar udah brengsek membongkar culasnya Naina yang menjual jam tangan palsu. Tapi Tara ngasih kesempatan sama Samar untuk tetap masuk lingkaran ganknya.

Akhirnya mereka berempat ini jadi lekas akrab dan berniat mencuri emas seberat 300 kg dan uang senilai 8,7 milyar yang disembunyikan di lorong bawah tanah istana. Pemerintah India ga tau ada tempat tersembunyi di istana Presiden India (oke ini rada absurd tapi ini cuma sebagian kecil keabsurd-an film Drive (2019) selama 1 jam 59 menit durasinya).

Yang nyembunyiin emas dan uang segitu banyaknya adalah Vibna Sing (Vibha Chhiber) pejabat otoritas moneter yang dibantu anaknya Hamid (Pankaj Tripathi). Dua mamak-anak ini culasnya juga ga ketulungan. Udah malakin para pemilik bisnis haram yang mau masuk penjara (minta bagi hasil 40%) juga malsuin dokumen negara untuk sitaannya.

Di mana polisi India?

Tipe-tipe Inspekstur Vijay yang identik dengan polisi yang slow respon ga muncul secara kentara di sini. Tapi di salah satu scene, respon cepat polisi yang nerima alarm alert malah berbalik nodongin moncong senapan sama bos pemilik toko emas Mehta Mehta.

Tiga ratus kilogram emasnya ini jadi incaran Rata, Vibha dan seorang pencuri bernama Raja. Intinya sih institusi kepolisian di India tetap saja diimejkan lemah tidak berwibawa.

Drive (2019): Aksi Bandit Jago Balapan Ala Bollywood

 

Dengan keahlian Naina dan Bikki juga strategi yang disusun Samar, keempatnya berhasil menyelundup istana untuk ngambilin uang dan emas di lorong bawah tanah itu tadi.

Istana presiden yang punya penjagaan ketat berhasil disusupi mereka. Tapi Vibna dan Hamid yang dibantu sama Irfan (Boman Irani) seorang staf perdana mentri juga udah mengendus konspirasi mereka. Jadilah istana ajang adu strategi timnya Samar-Tara dan Iran-Vibna.

Tidak seperti film-film India lainnya, sejauh yang saya amati nih, film India udah tidak terlalu banyak nyelipin adegan joget-joget flashmob atau nangis-nangisnya itu. Malah di film Drive (2019) ini saya tidak menemukan adegan nangis satu pun.

Koreo joget di awal film ketika Tara nari dan nyanyi lagu India berjudul Karma sebenernya adalah clue yang diberikan sutradara Taruna Mansukhani mau dibawa ke mana arah hubungan film ini.

Tidak ada adegan romance antara Samar dan Tara.Walau tampak intim, tapi keduanya punya motif ekonomi untuk mendapatkan emas. Bukan untuk cari gebetan (halah). Yang ada malah adegan girangnya Bikki waktu dilamar Naina. Anak buah boleh pacaran, boskuh engga boleh. Apalagi Tara punya trauma dengan pernikahannya yang berantakan.

Bayangin, Mak! Tampang sangar Bikki ternyata bisa luruh kayak es krim yang bahagia waktu Naina melamarnya. Di India emang ga aneh budaya perempuan nembak duluan laki-laki buat ngajak merit.

Drive (2019): Aksi Bandit Jago Balapan Ala Bollywood

 

Nah, setelah ini muncul lagi adegan joget khas India. tapi bukan Bikki dan Naina yang joget, melainkan Samar dan Tara yang tiba-tiba pake baju bling bling gitu. Ya udah, panggung utama memang punya mereka sih. Bikki sama Naina cuma tim hore saja. Cuma dua itu saja joget-joget yang muncul di film ini.

Di India sana, Drive menuai kritikan level 11 saking pedesnya. Selain duplikasi kurang kreatif dari film action Hollywood tadi, secara teknis Drive juga dianggp gagal. CGI yang kurang halus, cerita jam waktu istirahat di istana yang ga logis, anehnya cewek yang jago balapan tapi pake sepatu high heels dan ga relevannya liburan gank Samar-Tara maen ke Israel. Ga ada korelasinya sama alur film.

Di luar kegejeannya, Drive yang tayangannya bisa kita tonton di Netflix ini bisa jadi hiburan buat pemirsa film India yang berduka kehilangan aktor Bollywood Sushant Singh Rajput. Kata Jacko mah, gone to soon. Padahal usinya masih muda, 34 tahun. Masa-masa keemasannya seorang aktor untuk unjuk gigi

Mengabaikan kegejean yang dapat kritikan itu tadi, saya tetep menikmati filmnya, terutama tampang gantengnya Sushant dan cantiknya Tara itu. Untuk urusan visual masih enak dilihat.

Sementara itu, sebenarnya plot twist filmnya udah bisa ketebak dari awal. Tim-tim bandit harus jago saling menikung buat mendapatkan harta karun. Ya bayangin aja, 300 kg emas dan duit 8,7 milyar! Dua ratuh tujuh puluh milyar.

Kalau lihat ending film siapa yang paling cerdik memanfaatkan situasi, itu juga udah ada cluenya. Tinggal fokus saja selama nonton.