Setuju kan, Mak, bahwa anak-anak perlu belajar untuk menerapkan perilaku tidak konsumtif sejak dini? Karena ini merupakan dasar kemampuan anak untuk mengelola keuangan.

Saat mengeluarkan banyak uang untuk membelikannya mainan yang bagus dan mahal, orang tua kadang berharap bahwa anaknya akan senang dan lebih mencintai orang tuanya karena telah mendapatkan barang yang diidamkannya. Sayangnya, bisa jadi tidak demikian yang ditangkap oleh anak. Tanpa disadari, anak justru diperkenalkan pada perilaku konsumtif dan akhirnya kurang menghargai arti uang.

Saat orang tua memberi terlalu banyak barang dan menghamburkan uang demi anak, anak juga akan semakin jauh dari pemahaman akan tanggung jawab, dan bagaimana menjalani aturan-aturan dalam hidupnya.

Maka, jangan heran, jika kemudian anak mudah meminta barang-barang mahal tanpa mau mengerti kondisi keuangan orang tuanya.

Nah, supaya enggak terjadi yang demikian, ini ada beberapa tip untuk memberikan pelajaran akan pentingnya perilaku tidak konsumtif pada anak, lewat aktivitas sehari-hari. Simak yuk, Mak!

5 Aktivitas Mengenalkan Perilaku Tidak Konsumtif pada Anak

1. Ajarkan dengan permainan uang receh

Menurut Janet Bodnar, seorang penulis buku Raising Money Smart Kids, anak berusia 3 tahun sudah dapat diberi pelajaran mengenai uang lewat permainan.

Gimana caranya? Coba cara berikut, Mak.

Beri ia uang receh atau koin plastik. Beri nama koin-koin tersebut sesuai warna atau bentuknya. Kemudian, sebarkan koin-koin tersebur di tempat terbuka agar ia dapat melihat dan mengumpulkannya. Setelah terkumpul, ajak anak memasukkannya ke celengan sambil menghitung berapa koin masing-masing dengan namanya.

Di lain waktu, beri balita Emak uang agar ia memiliki pengalaman membayar pada kasir. Jika ada uang kembalian, ajarkan anak untuk menyimpannya dalam kantong, atau tabung uang di celengannya.

2. Ajak anak berbelanja

Di usia 4 tahun, anak sudah memiliki kesadaran tentang korelasi uang dan belanja. Artinya, pada usia ini, orang tua sudah bisa menanamkan pemahaman mengenai perilaku tidak konsumtif; bahwa kita tak bisa mendapatkan semua yang kita inginkan saat berbelanja.

Oleh karenanya, kita harus mematuhi daftar belanja yang sudah dibuat sebelumnya.

Ajaklah anak membandingkan mana barang yang lebih mahal dan lebih murah di supermarket. Boleh juga menjelaskan tentang potongan harga dan menyerahkan keputusan membeli produk pada mereka.

Perilaku Tidak Konsumtif, Begini Cara Mengajarkannya pada Anak-Anak

 

3. Beri upah

Ahli perkembangan anak yang juga penulis buku Kids and Money, Jayne A. Pearl, menyarankan orang tua agar mengajarkan arti uang pada anak dengan memberinya upah sejak anak berusia 5 tahun, atau setelah anak memahami nominal dan pecahan uang.

Jika Emak mau mengajarkan tentang konsep upah, maka upah sebaiknya diberikan setelah anak melakukan pekerjaan di luar kewajibannya. Misalnya, memberi upah kalau anak mau membantu mencuci mobil papanya, mau membuang sampah, atau menata meja makan; hal-hal di luar belajar, membersihkan tempat tidur, dan sebagainya, yang merupakan kewajibannya sehari-hari.

Saat memberikan upah, katakan bahwa ia dapat langsung membeli sesuatu atau menabungnya untuk membeli benda yang diinginkan.

Tapi jangan marah, Mak, kalau misal anak membuat keputusan untuk langsung memberi aksesori di minimarket dekat rumah. Dia akan segera belajar, bahwa kalau dia membelanjakan uangnya tanpa hati-hati, maka uangnya akan segera habis.

4. Jelaskan mengenai ATM

Untuk mengajak anak mengenal perilaku tidak konsumtif, ia juga perlu dikenalkan pada ATM.

Saat si kecil melihat kita menarik uang dari ATM, beri penjelasan mengenai apa itu ATM. Katakan, bahwa ATM adalah celengan Emak dan papanya. Saat Emak dan papanya menerima upah dari pekerjaan di kantor, uangnya segera ditabung di bank yang memiliki ATM. Dan, supaya tetap bisa mengambil uang dari ATM, tabungan tidak boleh kosong.

5. Ajarkan berbagi

Jangan lupa untuk mengajak anak belajar dari sisi lain membelanjakan uang dengan menyisihkan sebagian untuk mereka yang kekurangan.

Hal ini bermanfaat untuk mengenalkannya pada perilaku tidak konsumtif lebih jauh, karena ia akan menyadari bahwa tak semua orang bsia memiliki apa yang diinginkan.