Prinsip orang Tionghoa untuk bisa sukses tak bisa diragukan lagi.

Coba tengok, berbagai produk dari negeri Tirai Bambu sekarang sudah menguasai dunia. Bahkan sekelas Apple pun merakit ponselnya di Cina.

Saya mengambil contoh Apple ya, karena produk ini banyak diincar dan bisa dibilang memiliki kelas sendiri.

Pasti pada bertanya kok Apple memilih Cina untuk produksi, kenapa nggak di California saja? Dilansir dari beberapa website yang saya baca, Cina dipilih karena mereka menawarkan fleksibilitas yang lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Dan dalam beberapa hal, Cina bahkan memiliki sumber daya alam yang tentu saja berguna untuk kepentingan produk Apple.

Kita tinggalkan sejenak dengan produk made in Cina. Emaks pasti kenal bukan dengan sederetan nama seperti, Mari Pangestu, Bob Sadino, Agnes Monica, Richard Oh, Olga Lydia? Barangkali ada di antara Emaks yang ngefans sama mereka.

Yha, mereka adalah warga keturunan Tionghoa yang mengukir prestasi cemerlang di bidang masing-masing. Mereka sekaligus membuktikan, warga keturunan ini tak hanya bisa sukses sebagai pedagang saja.

Apa sih rahasia mereka hingga sukses? Etos kerja dan semangat juang tinggi (meski terkadang juga bisa dinilai sangat ambisius) adalah koentjinya.

Emaks pengin sukses seperti mereka? Bisa kok!

Inilah 7 prinsip orang Tionghoa dalam mengejar kesuksesan hidup

  1. Nggak takut bermimpi

prinsip orang Tionghoa2

Prinsip orang Tionghoa yang pertama adalah tidak takut untuk bermimpi.

Meniti karir dari posisi paling bawah sekalipun, orang Tionghoa nggak gengsi. Sebab, walau masih berada di posisi paling bawah, mereka nggak takut bermimpi meraih jabatan paling tinggi.

Misalnya, ketika menjadi seorang loper koran, ia akan bermimpi memiliki sebuah penerbitan surat kabar.

Dengan menggenggam impian setinggi langit ini, disadari atau tidak, Emaks pun akan berusaha mencari jalan dan menyusun strategi untuk mencapainya.

Orang Tionghoa selalu percaya bahwa roda kehidupan itu akan selalu berputar. Suatu saat berada di bawah, namun di lain waktu pasti akan berhasil mencapai posisi puncak.

  1. Bekerja dan bekerja

Bekerja dan menghasilkan suatu karya adalah salah satu cara untuk membuktikan kepada dunia tentang keberadaan diri kita. Betul?

Orang Tionghoa memegang hal ini sebagai prinsi hidup. Ibaratnya, apabila tidak bekerja ataupun tidak melakukan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain, apa gunanya kita hidup?

Jika memakai filosofi ini dalam berkarir, maka itu berarti jangan selalu menakar tugas hanya dengan kepuasan materi.

Sebab, dengan menghasilkan karya yang baik, Emaks pun sudah memeroleh kepuasan pribadi dan makin menguasai bidang pekeraan yang ditekuni saat ini.

Jangan lupa bahwa pembuktian diri berupa karya yang baik juga bisa menjadi ajang promosi diri. Bukan hanya pembuktian diri di perusahaan tempat  bekerja, namun juga akan sampai ke perusahaan tetangga.

  1. Berpikir untuk 3 keturunan

prinsip orang tionghoa3

Menurut falsafah Konghucu, bangsa Tionghoa selalu berpikir untuk tiga keturunan sekaligus, yaitu untuk dirinya sendiri, anak dan cucu.

Contohnya, apabila memiliki uang Rp. 50.000, maka ia nggak akan menggunakan seluruhnya untuk kepentingan pribadi, melainkan hanya sekitar Rp. 15.000 saja.

Sisanya akan disimpan untuk keperluan anak dan cucu. Dengan bersikap hemat, mereka bisa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin muncul di kemudian hari.

Memang sih, kadang kala hemat itu beda tipis dengan pelit. Tapi, alasan orang Tionghoa untuk berhemat adalah agar tidak menyusahkan orang lain.

Apabila nggak bisa menghasilkan uang banyak, ia nggak mau menghabiskan harta dalam jumlah besar agar orang lain nggak perlu sampai terbebani oleh utangnya.

Kebiasaan berhemat pun dimanfaatkan guna memupuk modal untuk mengembangkan usaha.

  1. Never give up

Dalam hidup siapa sih yang nggak pernah ketemu dengan masalah? Tiap hari pasti saja ada masalah yang dihadapi. Namun, setiap orang juga memiliki cara berbeda dalam menyikapinya.

Orang Tionghoa percaya, setiap rintangan dalam kehidupan ini akan membawa dirinya pada kondisi yang lebih baik. Ibarat ujian kenaikan pangkat, kalau berhasil dilewati, makan akan memeroleh ganjaran yang lebih besar.

Prinsip orang Tionghoa yang ini menekankan setiap orang harus mau berusaha untuk mencapai sesuatu. Kalau menemukan masalah, jangan lekas menyerah dan berusalahlah mencari solusinya. Kemudian, maju lagi menuju tujuan semula.

  1. Menguasai bisnis dari hulu ke hilir

Seorang pengusaha Tionghoa akan berusaha memangkas biaya produksi dengan cara menangani sendiri keseluruhan proses produksinya.

Misalnya, seorang pengusaha mi instan akan membuat sendiri semua bahan baku mi. Tepung terigu, bumbu-bumbu diusahan dibuat sendiri atau dengan menggandeng pemasok yang sudah dikenal sehingga bisa memberinya harga ‘miring’.

Jadi, selain berkonsentrasi pada bisnis hilir, pengusaha Tionghoa juga akan mengembangkan bisnis di hulu untuk mendukung keseluruhan usahanya.

Meski cara yang biasa ditempuh pengusaha Tionghoa ini secara ilmu ekonomi bisa berbahaya karena rawan terjadi praktik monopoli, Emaks bisa mengambil sisi positifnya.

Contohnya nih, Emaks bekerja bisa menerapkan tip ini dengan cara mengenal dan menguasai seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan posisi di kantor. Ini menjadi nilai tambah dalam jenjang karir lho.

Baca juga : 5 Tips agar si kecil membantu pekerjaan rumah

  1. Memberi pelayanan terbaik

Memelihara reputasi adalah poin penting yang harus dipegang setiap orang. Sebab, kita sendiri akan enggan memiliki hubungan dengan seseorang yang nggak dapat dipercaya, bukan?

Dalam karir, menjaga reputasi dan nama baik bisa dilakukan dengan cara : menepati janji, menaati tenggat waktu pekerjaan, serta selalu menampilkan kesan baik di mata setiap orang yang berhubungan kita.

Di budaya Tionghoa, ada pepatah yang berbunyi, “Jika tidak pandai tersenyum, janganlah membuka toko.”

Kurang lebih maksudnya adalah dalam berkarir ataupun berbisnis, kemampuan kerja seseorang bukanlah hal utama yang dijadikan penilaian. Faktor yang nggak kalah penting adalah yang menyangkut kemampuan membawa diri dan kesediaan untuk memberikan service yang terbaik setiap kali mengerjakan sesuatu.

  1. Memelihara relasi

prinsip orang tionghoa4

Orang Tionghoa amat mementingkan kekerabatan dan relasi. Mereka percaya bahwa nggak ada orang yang mampu hidup sendiri tanpa ada bantuan orang lain.

Dengan memiliki relasi, peluang bisnis terbuka lebar. Bagi pengusaha Tionghoa, pelanggan juga termasuk relasi yang harus dijaga dengan baik. Bahkan, demi mendapatkan pelanggan setia, mereka nggak akan segan untuk merugi pada awalnya.

Pepatah mereka mengatakan : walau berisik dan membuang kotoran di mana-mana, seseorang tidak boleh menyembelih seekor angsa bertelur emas.

Jadi, ibarat memelihara seekor angsa bertelur emas, maka seorang pengusaha wajib menjaga hubungan baik dengan pelanggannya.

Dalam berkarir, kita pun harus menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, atasan, bawahan serta klien. Dengan menjaga keseimbangan dalam setiap hubungan yang dimiliki, niscaya kebahagiaan dan kesuksesan tidak akan berada jauh dari tempat Emak berdiri saat ini.

Well, inilah prinsip orang Tionghoa dalam meraih sukses dan sudah banyak dibuktikan. Emaks bisa kok menyontek cara ini dan menerapkannya dalam pekerjaan. Ambil baiknya dan tinggalkan yang buruk.