4 Cara Meningkatkan Engagement Blog

By Carolina Ratri on July 18, 2022

Pengin pembaca blog meninggalkan komentar dan membagikan artikel blog kita di media sosial? Pengin mereka balik untuk membaca artikel-artikel berikutnya lagi? Pengin supaya mereka juga membaca artikel lainnya di blog Emak? Nah, inilah arti dari meningkatkan engagement blog.

Nah, barangkali Emak sudah pernah mendengar atau memahami istilah ‘engagement’ ini di media sosial. Ternyata, di blog juga dikenal loh.

Kurang lebih mirip dengan engagement di Instagram atau TikTok, engagement di blog juga meliputi berbagai bentuk interaksi yang dilakukan oleh pembaca blog kita. Entah itu berkomentar, membagikan di media sosial, termasuk memberikan link rujukan ke artikel di blog kita.

Para pembaca yang melakukan engagement ini adalah mereka yang dapat merasakan ‘manfaat’ dari artikel yang kita tulis. Mereka relate, mereka yang tertolong dari masalah karena apa yang sudah kita tulis. Dengan kata lain, bentuk engagement ini adalah bentuk feedback atau ‘terima kasih’ mereka atas artikel kita.

Blog engagement ini juga berkontribusi untuk SEO loh, Mak. Ketika pembaca membagikan artikel kita, meninggalkan komentar, atau memberikan link rujukan, maka Google akan notice bahwa blog kita hidup dan banyak dibutuhkan.

Nah, pengin nggak sih, engagement blog yang tinggi? Pastinya pengin ya, Mak. Yuk, ikuti beberapa tip berikut yang bisa dilakukan untuk meningkatkan engagement blog.

Repurposing Konten: 1 Artikel Blog Bisa Jadi 7 Konten Ini!

Tip Meningkatkan Engagement Blog

Relatable

Always try to stand on your readers’ shoes. Artinya, kita harus mencoba untuk berpikir dari sudut pandang pembaca. Apa sih yang jadi masalah mereka? Mereka punya pertanyaan apa, yang bisa kita jawab?

Pastikan kita fokus pada kebutuhan pembaca yang datang ke blog kita, karena jawaban atas permasalahan mereka itulah yang dicari.

Tapi, kan, ini blog saya? Kenapa saya harus mikirin masalah orang lain?

Memang betul, Mak, blognya sih milik Emak. Namun, pembaca itu sudah dari sononya selfish alias egois, cuma memikirkan diri mereka sendiri. Begitulah attitude pembaca online: kalau mereka tak menemukan manfaat bagi diri mereka, jarang banget mereka mau membaca tulisan orang lain. Kecuali kalau mereka juga sedang menghadapi masalah yang sama dengan yang sedang kita tulis. Mereka akan mau membaca sampai selesai.

Buat konten berkualitas

Konten kita memang harus berkualitas. Yang seperti apa tuh? Konten yang informatif, solutif, relevan, syukur-syukur juga lucu, yang membuat mereka pengin ngeshare artikel tersebut agar dunia tahu.

Tsah.

Ini memang tantangan berat sih. Saya pun mengakui. Enggak setiap kali kita bisa membuat konten yang seperti ini. Paling menyenangkan itu bikin konten curhat menye-menye so-so drama sih, memang. Yang bikin kita jadi manusia paling menderita sedunia. Hahaha. Saya dulu juga suka bikin beginian. Tapi, sayangnya yang kayak gini kadang memang viral, tapi life span-nya pendek. Engagement sih tinggi, sesaat. Tapi habis itu, ya sudah. Ditinggalkan. Apalagi kalau ada yang lebih seru lainnya.

Nah, coba deh, Mak, setidaknya ada satu dua artikel yang benar-benar di-create untuk tujuan meningkatkan engagement blog secara berkualitas begini, Mak, di blog. Supaya life span-nya bisa panjang, engagement blog pun tinggi.

Kalau butuh checklist untuk membuat konten berkualitas, ada nih, Mak, artikelnya di web ini juga. Silakan dibaca kembali ya.

4 Cara Meningkatkan Engagement Blog

Konsisten

Agar pembaca blog Emak mau untuk berinteraksi, ngebloglah secara reguler. Enggak harus setiap hari kok, Mak, tetapi teraturlah pada waktu yang sudah dipilih.

Kenapa harus? Kadang, ada pembaca baru yang datang. Pembaca ini baru saja menemukan artikel kita di SERP Google. Saat datang pertama, ia hanya membaca dan merasa related dengan apa yang kita tulis. Tetapi, belum tergerak untuk meninggalkan komentar. Kesempatan kedua, kita bikin artikel baru, ia masih menyimak. Lalu, di artikel ketiga yang kita posting selanjutnya, baru deh ia mulai meninggalkan komentar, “Saya sudah baca terus artikelnya sebulan ini. Keep writing ya. Artikelnya menjawab semua masalah saya.”

NAH! Itu dia, kenapa kita harus ngeblog teratur, Mak, demi meningkatkan engagement blog.

Kalau enggak teratur, enggak konsisten, si pembaca datang … eh, belum ada artikel baru. Kecewa dong ya? Iya. Terus, males datang lagi.

Original

Jangan pernah takut untuk sharing unpopular opinion, Mak, meski itu against mindset banyak orang. Kita bisa kok menuliskan hal ini tanpa harus ofensif. Saya juga pernah menuliskan beberapa tipnya. Boleh diintip ya, Mak. Kapan-kapan kita bahas khusus juga di sini.

Tapi, sesuatu yang belum pernah ada atau terpikirkan itu memang bisa banget memancing orang untuk bereaksi. Well, pastinya kita juga harus siap sih, karena reaksinya bisa jadi positif atau malah negatif. That’s ok, Mak. Itu bagian dari eksistensi online kita kok. Asal kita bertanggung jawab atas apa yang sudah ditulis, semua bisa diatur.

Nah, itu dia tip untuk meningkatkan engagement blog yang bisa Emak lakukan.

Dari semuanya, jangan lupa untuk sebisa mungkin membalas semua engagement yang terjadi, Mak. Misalnya membalas komentar, menjawab pertanyaan, mengucapkan terima kasih pada yang sudah ngeshare artikel kita, dan juga berkomentar di artikel yang memiliki link rujukan ke artikel kita.

Dengan demikian, kita pun menghargai kembali feedback yang diberikan oleh pembaca. Mereka yang merasa dihargai akan semakin merasa dekat dengan kita, dan akan menjadi pembaca loyal.

Saya percaya, pasti sebagian besar dari tip di atas sudah dilakukan juga oleh Emak, ya kan? Keep it up, Mak! Lanjutkan ngeblognya, dan jangan lupa untuk having fun!

    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: