Browsing Tag

pengasuhan anak

Parenting By On June 9, 2013

Ibu, Aku Ingin Bermain…..

Sebut saja namanya Naisa (7tahun) dan Rafi (3tahun), mereka adalah anak-anak tetanggaku. Aku tinggal di sebuah komplek perumahan. Yang setiap sore anak-anak yang tinggal di perumahan bermain bersama. Ada yang bermain bola,petak umpet, bersepeda atau hanya sekedar duduk-duduk saja sambil bercanda dengan teman-temannya. Zidan, anakku juga ikut bermain tiap sore dengan teman-temannya saat tak ada les, kecuali Naisa dan Rafi….

Curhat & Sharing By On March 26, 2013

When The Single Ladies Do The Judging

Penulis: Mak Gianti Pradipta Sejak jadi punya anak, saya menyadari satu hal. Dunia ibu-ibu itu keras jendral! Seemed like we never get out of high school. Sepertinya sudah bukan hal aneh kalau sesama ibu rentan sekali yang namanya judging. Kalau obrolan mulai menjurus ke arah judging and comparing, biasanya statement teraman yang saya keluarkan adalah “kalo pengalaman gue sih begini…..

Parenting By On February 1, 2012

Dalam Mendidik Anak, Jangan Sampai Kita Salah dalam Komunikasinya

Dalam mengasuh dan mendidik anak, seringkali kita melakukan kekeliruan dalam komunikasi. Seperti apa tuh?

Pernah mengalami kejadian ini belum?

Mama: “Dedek, jangan loncat-loncat di tempat tidur nanti jatuh.”

Dedek: *tetep loncat-loncat di tempat tidur*

Mama: *suara naik 3 oktaf* “Dedek, Mama bilang jangan loncat-loncat di tempat tidur! Nanti kamu jatuh!”

Dedek: *cengar cengir* *tetep loncat-loncat di tempat tidur*

Mama: *suara naik 10 oktaf* “Dedeeeeeeek! Dikasih tahu kok nggak mau denger sih? Awas ya nanti kalo jatuh Mama  nggak mau nolongin! Anak kok bandel amat!”

Dedek: *brruuukkk… jatuh* *nangis* “Huaaaaa! Sakit, Ma! Sakit!”

Mama: “Nah, kan? Mama bilang apa? Sudah dikasih tahu nggak boleh loncat-loncat. Salahnya sendiri nggak mau dengerin. Jatuh kan sekarang? Kualat kamu sama Mama!”

Dedek: *nangis makin kenceng* “Sakit, Ma!”

Mama: “Aaah, cuma gini aja kok. Nggak sakit ini. Sini, Mama kasih obat luka.”

Dedek: “Nggak mau obat luka, Ma. Pediiih. Sakit. Nggak mau!”

Mama: “Eh, sini Mama kasih. Ntar tambah parah lo, lukanya. Mau kamu? Sakit sedikit. Besok juga sembuh! Makanya kalau dikasih tahu orang tua itu didengerin. Kapok kan kamu sekarang?”