Tulisan ini terinspirasi dari beberapa teman saya yang suaminya bekerja di luar kota bahkan di luar negeri, sehingga untuk sementara peran Ayah harus ditanggung oleh Sang Ibu.

Pekerjaan suami saya memang tidak perlu meninggalkan saya dan anak-anak. Tetapi, tuntutan pekerjaan atau organisasi, atau pulang kampung sendirian karena ada sesuatu yang harus diselesaikan, kadang membuat intensitas waktu atau Quality Time keluarga kecil kami berkurang.

Sedih kan?

saya yang hanya sebentar ditinggal pergi sering merasa sedih, apalagi para emak yang jauh dari suaminya hingga bertahun-tahun demi mencari nafkah untuk keluarga. Pasti tak terkira sedihnya kan?

Belum lagi, anak yang biasanya tidur ditemani ayahnya, tiba-tiba saat terbangun dan bertanya, “Ibu, ayah di mana?”

Sebagai ibu, kita juga menginginkan pertumbuhan anak tetap stabil meski ayah tak di samping. Nah, untuk menjaga kedekatan anak dan ayah, perlu dukungan Ibu. Berikut beberapa tipsnya dari saya:

  1. Sering Bercerita

Anak sudah mengenal siapa ayah dan ibunya sejak masih berada dalam kandungan lewat suara yang ia dengar. Namun, karena daya ingat anak di bawah umur 3 tahun belum terlalu sempurna karena perkembangan otak yang belum terlalu matang (infantile amnesia), jika ayah jauh dari anak dalam jangka waktu yang lama, berceritalah sesering mungkin tentang ayahnya agar anak selalu ingat dan memahami kenapa ayah harus pergi jauh dari keluarganya untuk sementara waktu. Ceritakan pula sifat baik ayah, agar anak memahami karakter ayahnya walau jarang berinteraksi langsung.

Peran Ayah

2. Berkomunikasi lewat Media Sosial

Di era digital ini, kehadiran internet sebagai media komunikasi modern telah membuat dunia menjadi semakin mudah digenggam. Hampir semua orang memiliki perangkat komunikasi yang memungkinkan untuk kita berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia melalui media sosial.

Siapa yang tak mengenal Facebook, twitter, whatsapp, line, dan media sosial lainnya. Pesan dikirimkan secara instan dan massal hanya dalam beberapa detik. Bahkan saat ini, banyak media sosial yang memiliki fitur video call, saling bertatap muka via online. Ajak buah berkomunikasi dengan ayahnya lewat video call, agar anak juga dapat mengenali wajah ayahnya, agar tidak canggung saat bertemu lagi.

Dampak Positif Anak Dekat dengan Ayah

Salah satu tinjauan studi yang dilakukan oleh Father Involvement Research Alliace menunjukkan bahwa anak yang dekat dengan ayahnya cenderung memiliki emosi yang stabil. Saat dewasa dia lebih percaya diri, dan bersemangat dalam mengeskplorasi bakat yang ada didalam dirinya untuk mewujudkan ide serta impiannya.

Menurut psikolog Rini Hildayani, M.Si, ada beragam manfaat positif yang dipetik ketika anak dekat dengan sang Ayah. Manfaat-manfaat tersebut diantaranya:

  1. Bagi tumbuh kembang anak

Peran seorang Ibu dalam mengasuh anak agar berperilaku baik dan berprestasi merupakan sesuatu yang mutlak. Namun sosok figur seorang ayah sangat berpengaruh dan menentukan fase tumbuh kembang anak. Ayah memiliki peran besar dalam aspek kognisi, motorik, dan keterampilan bersosialisasi. Ayah dapat melatih daya nalar, daya ingat, daya tangkap, wawasan, dan kemampuan memecahkan masalah. Ayah juga berperan dalam melatih cara berteman yang baik dan beradaptasi.

  1. Meningkatkan hubungan emosional

Anak yang dekat dengan ayahnya akan belajar untuk menghargai dirinya dan orang lain dari bentuk perhatian ayah terhadap anak.

  1. Peran ayah penting untuk masa depan sang anak

Peran Ayah

Dengan memberikan waktu yang cukup dan berkualitas, kelak anak pun akan memberikan hal yang sama bagi ayah di kemudian hari.

Ayah yang baik akan membina hubungan yang dekat dengan anaknya sejak dini. Jadilah ayah yang berperan aktif dalam pengasuhan anak sehingga anak menyadari keberadaan dan peran ayah dalam kehidupannya.

Mungkin sekian tips-tips dari saya tentang cara mendekatkan Ayah yang lagi jauh dengan sang anak.

Oiya mak, walaupun suami sedang tidak didekat kita, tetap ajak Si Kecil berpiknik ria ya, agar buah hati kita selalu selalu ceria dan membuat pikiran ibunya lebih relaks setelah didera berbagai pekerjaan rumah yang menumpuk.

***

Blogpost Ayah, I Need You ditulis oleh Farida Khairunnisa  sebagai post trigger #KEBloggingCollab untuk group Raisa.

Farida Khairunnisa adalah seorang Ibu dari 1 anak. Farida memiliki hobi yang bermacam-macam salah satunya ngblog di farida-nisa.blogspot.com

FB: Farida Khairun Nisa

IG: @aswin_satoru