Ibu Muda Itu Memaki Batitanya

By admin on May 10, 2013

Tenda biru

Penulis: Mak Mugniar

Prosesi akad nikah Viviet – anak tetangga seberang rumah telah selesai. Para tamu masih menikmati hidangan saat saya sedang mengawasi si bungsu Afyad (3,5 tahun) yang sangat bergairah menjelajah.

Pagar rumah kami dan Viviet hanya berjarak sekitar 2 meter. Pintu pagar kami terbuka lebar. Beberapa kursi berderet di pekarangan, menampung sebagian kecil tamu undangan keluarga Viviet. Sebagian kursi lainnya dijajarkan di jalanan depan rumah kami, beratapkan tenda biru.

Afyad sangat senang melihat ini semua. Gembira sekali ia melihat keadaan yang tak seperti biasanya pada hari itu. Jika dibawa masuk ke dalam rumah empunya pesta, tak lama kemudian ia keluar. Tapi sebentar saja berada di luar, ia lalu melenggang masuk ke dalam rumah. Kami (saya dan papanya) harus bergantian mengawasinya, menjaganya agar tidak bereksplorasi secara berlebihan.

Seorang ibu muda dengan dandanan necis sedang duduk di ujung meja makan yang terletak di teras saat saya duduk di sebuah kursi di depannya. Pulasan bedak padat dan tatanan warna tegas pada bulu matanya membuat perempuan berjilbab itu kelihatan cantik. Sungguh beda dengan wajah saya yang hanya menggunakan pelembab wajah dan bertaburkan bedak bayi ini.

Tiba-tiba saja Afyad terpeleset. Saya buru-buru menolongnya berdiri. Rupanya ada tumpahan air di lantai.  Dari arah dapur, seorang ibu mengambilkan kain pel dan mengepel tumpahan air tersebut. Afyad kembali bereksplorasi di sekitar saya.

Putri mungil dari ibu muda tersebut yang kelihatannya berusia 2 tahun sedang bermain sendiri. Ia lalu-lalang tanpa alas kaki di sekitar ibunya. Sembari mengawasi Afyad, saya memperhatikan batita yang sedang membawa-bawa air dalam kemasan gelas yang segelnya sudah terbuka separuh. Gerak-gerik batita lincah itu membuat air di dalam gelas bergerak kian ke mari lalu tumpah ke lantai dan ke bajunya.

“Basah bajunya, Dek,” saya tersenyum ramah pada batita itu. Melihat ibu sang batita hanya diam saja, nyaris tanpa ekspresi padahal adegan itu tepat di depan matanya, saya meliriknya dan mengulangi kalimat yang saya lontarkan sebelumnya.

“Bajunya basah,” saya tersenyum pada ibu muda itu.

Yang disapa bangkit dari duduknya. Tanpa membalas senyum saya ia menatap batitanya dan berujar, “Bodohnya Kamu deh!” Lalu ia menarik batitanya masuk ke dalam rumah.

Saya terperangah. Sungguh, saya tak menyangka reaksi ibu muda cantik itu. Jika saja bisa, ingin saya teriakkan padanya, “NGEBLOG BU, GABUNG DENGAN KEB BIAR TIDAK STRES NGURUSI ANAK SEBIJI!”

Makassar, 2 Mei 2013

Mugniar, ibu dari Affiq, Athifah, dan Afyad | http://mugniarm.blogspot.com | @Mugniar

Comments (25)

May 10, 2013

Hahaha… saking keselnya ya, mak… 🙂
Ibu kayak gitu bukan hanya stres, tapi juga kurang baca2 buku ttg parenting #soktau# 🙂


May 12, 2013

Iya mak .. hihihi


May 10, 2013

Aduuuh, teganya mama… 🙁
Seharusnya tanpa bnyk baca ini itu, yg namanya hati nurani insya Allah ndak akan tega bicara begitu ya, wallahu’alam.. Mgkn dia lg bnyk masalah x_x


May 14, 2013

Iya sih ya, tidak perlu pendidikan tinggi juga sebenarnya 😐


May 10, 2013

mbaaak suka banget kalimat“NGEBLOG BU, GABUNG DENGAN KEB BIAR TIDAK STRES NGURUSI ANAK SEBIJI!”…

anw… saya juga sering ngeliat ibu-ibu kayak gitu… 🙁


May 14, 2013

He he he … sayangnya cuma imajinasi 😀


May 11, 2013

Bhahahaha…. 😀
tapi ibu muda sekarang emang tabiat mbak kayak gitu, kalau dulu waktu saya masih kecil sama simamah, nyapa si dedeknya pasti orang tuanya langsung bilang ” Iya tabte.. blaa.. bla.. bla.. ” akhirnya terjalin keakraban, sekarang mah boro-boro, kurang lebih tetangga sebelah rumah saya kayak gitu [ tetangga adalah keluarga paling dekat di perantauan] , tapi cuekin aja mbak, sabar, ntar pasti malu sendiri.. 😀


May 14, 2013

Harapannya sih ibunya seperti itu juga. Ternyata oh ternyata, bagai bertepuk sebelah tangan … @[email protected]


May 13, 2013

Hihihi…ada yg keki


May 14, 2013

Siapa saya? Iya ya saya hahaha


May 13, 2013

Miris ya Mak, anak sekecil itu sudah mendapat umpatan, kan si kecil lg jadi spons ya yg nyerepnya kenceng banget.. smoga si ibu itu sadar ya..


May 14, 2013

Di pikiran sederhana saya, kalau anaknya sudah ngerti dikasih tahu misalnya sudah usia 7 tahun, masih masuk akal dikitlah kalo dibilangi “Bodoh” sama ibunya (walaupun gak benar ya) lha ini anaknya baru berusia 2 tahun, ngerti apaaa anaknya ya ^__^


May 15, 2013

Hahahaha… hadehhhh… saya ni lagi ngulik untuk dipost di FP malah jadi ngekek baca kalimat terakhir 😆

ckckckckckck…


May 16, 2013

Abis gemes abis mak, sudah gitu keki pula 😀


May 15, 2013

hahahaha ikutan ngakak. ada2 aja deh mak niar ini. xixixi
” makanya ngeblog bu biar gabung sama KEB dan biar tahu kalo lagi digosipin, hihihihi”


May 16, 2013

Kalo dah gabung KEB pasti jaim deh 😀


May 16, 2013

Wkwkwk, kl ketemu lagi ajak gabung aja, Mak. Nanti kita omelin bareng2.


May 16, 2013

Boleh juga idenya. Dicatat ya mak 🙂


May 16, 2013

aduh teganya..
padahal kata2 itu adalah doa,,


May 16, 2013

memang banyak orang yang siap ‘bikin’ anak tapi tidak siap untuk menjadi orang tua…


May 21, 2013

Hadeuh… Jangan sampe itu anak nanti jadi ‘bodoh’ beneran. Ga ingat apa ya, susah payahnya dia mengandung anaknya… Masa tega ngatain anak sendiri 🙁


May 23, 2013

Aduh, mungkin kalo saya yang liat mungkin saya langsung bilang blak-blakan kali ya. #esmosi


May 27, 2013

Semakin berkaca pada diri sendiri..semga kelak bisa jd orgtua yabg baik untuk anak2 ku…aamiin


September 25, 2013

aduh itu ibu muda cantik… lagi banyak pikiran mungkin… kasian si adek kecil jadi korban pelampiasan…
semoga jadi pelajaran buat saya sendiri, jangan sampai berbuat yg sama, smoga jadi ortu yg baiik… aamiiiin


October 25, 2013

Di lingkungan kontrakanku di sini (tobelo, halmahera utara) sering bgt denger anak dimaki sama orang tuanya. Bahkan ada yg dipanggil #maaf “binatang”. Dan parahnya, anak yg udah agak besar gantian memaki orang tuanya. Miris atiku mak. Galau juga apa harus pindah. Soalnya di sini susah cari kontrakan adanya rumah petak yg mungil bgt. Cuma memikirkan efek lingkungan ke perkembangan balitaku juga bikin stress mak 🙁


    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: