Hae, Maks! Siapa hayo yang nggak bisa ninggalin kopi sembari kerja? Coba, ngacung!

Ah, sama kita 😀

Saya makhluk pengopi, dan itu dimulai saat saya mulai banyak melek di malam hari saat harus nglembur tugas kuliah entah berapa puluh tahun yang lalu. Dan, sejak itu, saya sama kopi udah nglebihin sama pacar aja, nggak bisa pisah. #Abaikan

Sampai sekarang.

Kadang kalau dengar atau baca semua berita tentang bahaya ngopi berlebihan, saya juga kadang jadi mikir sih. Cuma ya itu, tetep nggak bisa lepas dari kopi.

Padahal sebenarnya, kita bisa lho mengatasi hal ini, Maks. Bukan mengurangi atau berhenti ngopi sih istilahnya. Tapi menggantikan kopi dengan hal lain yang bisa membuat kita kembali fokus. Karena kalau saya sendiri sih, kopi itu saya minum saat saya lelah, udah nggak fokus lagi, atau sebagai mood booster saat memulai kerja. Sama nggak dengan Emaks?

Nah, kalau sama kondisinya sama saya, berarti permasalahannya adalah apakah ada cara lain yang bisa bikin kita kembali fokus, kembali bersemangat dan kembali segar, dan siap untuk berkarya lagi?

Ada.

Gantilah kopi dengan melakukan hal-hal berikut ini.

  1. Ubah Lingkungan Kerja Emaks

Lingkungan kerja di sini bukan berarti kantor doang ya, Maks. Buat Emaks yang kerja freelance, yang bisa bekerja dari mana saja atau bekerja dari rumah, kayak saya, juga perlu mengubah lingkungan kerja kita sesekali. Caranya gimana untuk mengubah lingkungan kerja ini? Apa berarti kita harus beli meja kerja baru? Beli kursi baru? Harus sewa kamar kos kayak Dee Lestari?

Enggak juga. Here are few things you can do.

  • Pergi keluar. Jalan-jalan keluar kantor atau keluar rumah akan memberikan kesegaran baru bagi tubuh kita. Kalau memang memungkinkan, jalan-jalanlah keluar. Jalan lho ya, bukan keluar terus naik motor dan pergi ke mal. Bukan. Jalan keluar, entah itu muterin rumah doang, atau ke warung tetangga beli sesuatu. Kalau pas di kantor ya, barangkali keluar buat ngobrol sebentar sama satpam … Anything! Kalau nggak bisa keluar sama sekali, coba buka jendela, dan biarkan udara luar masuk. Itu efeknya sama saja.
  • Nyalakan lampu. Meski hari siang, tetap nyalakan lampu. Kalau tempat kerja kita terang benderang, pastinya kan nggak bikin ngantuk kan ya? Akan lebih baik lagi kalau lampunya LED atau halogen. Lebih bikin ‘bangun’ ketimbang jenis lampu lainnya.
  • Sesekali arahkan pandangan ke arah lain selain ke monitor laptop ataupun PC. Memang sih, light pada monitor memang terang dan bikin melek. Tapi orang punya keterbatasan tertentu menatap laptop atau PC. Jadi sebelum terasa lelah, sesekali menatap ke arah lain. Apalagi kalau posisi meja kerja Emaks di dekat jendela. Pastinya sesekali ngeliat keluar akan lebih seger buat mata.
  • Pasang musik. Memasang musik kesayangan, menaikkan volumenya sedikit, dan kemudian ikutan nyanyi, akan efektif mem”bangun”kan kita yang sudah lemas tak berdaya. Halagh. Tapi barangkali akan lebih baik kalau Emaks menggunakan headphone ya, biar nggak mengganggu orang-orang di sekitar Emaks juga. Akan lebih baik jika pilihan playlist Emaks adalah musik-musik yang upbeat, bukan yang mellow-mellow. Nah, mau lebih “bangun” lagi? Cobalah sesekali goyangkan badan mengikuti irama musiknya!
  • Turunkan suhu ruang. Kalau ruangan tempat Emaks bekerja ber-AC, maka turunkan suhunya. Suhu paling nyaman untuk bekerja adalah 18 derajat Celcius, Maks. Pada suhu segini, semua indera kita akan lebih siaga. Kalau ruangannya nggak ber-AC, pastikan semua jendela terbuka, agar angin bisa masuk ya. Ruangan yang panas dan lembap akan membuat kita pengin tiduuurrr aja. Jadi pastikan ruangan tetap dingin.
  1. Mengonsumsi makanan pembangkit energi

Bukan, ini bukan segala macam suplemen itu, Maks. Coba kita lihat yuk, makanan apa saja yang mampu membangkitkan energi sekaligus aman bagi tubuh.

  • Meminum air adalah yang terbaik, Mak. Bukan teh bukan kopi, apalagi soda. Selain agar kita terus terhidrasi dan membuat tubuh kembali segar, minum air juga memaksa kita untuk beristirahat sejenak dari aktivitas.
  • Tambah konsumsi protein, kurangi lemak. Makanan kaya protein dan rendah lemak akan memungkinkan bagi tubuh untuk mengolahnya secara perlahan sehingga pelepasan kalorinya juga lebih lama. Kita jadi lebih awet kenyang, dan nggak cepet lapar. Hal ini tentu akan mengurangi keinginan kita untuk ngemil, Maks.
  • Kurangi konsumsi gula. Kopi meski rasanya pahit, namun mengandung banyak sekali gula, Maks. Terutama kopi sachetan tuh. Ini yang membuat kita bisa berenergi dengan cepat, tapi cepat juga lemesnya. Karena energi di-boost up dengan cepat, dilepaskan juga dengan cepat.
  • Yep, meski kita hanya tinggal di rumah seharian, kita harus tetap sarapan, Maks. Apalagi kalau Emaks tipe yang gampang lelah, sarapan bisa menjadi solusinya lho. Pilih sarapan yang mampu menyimpan energi lebih lama, misalnya yogurt, telur, smoothies yang kaya protein, oatmeal dan lain-lain. Nah, tapi jangan terlalu menyiksa diri juga, Maks. Kalau kemudian di sekitar pukul 10.30, Mama sudah kelaparan, ini berarti Mama butuh untuk menambah porsi sarapan Emaks di pagi berikutnya ya. Tambahlah dengan menu yang sehat juga. Atau mungkin Emaks bisa ngemil juga sih, di antara waktu sarapan dan makan siang. Tapi pilihlah camilan buah saja ya.
  1. Boost energi dengan kegiatan fisik

Nah, tadi kita sudah boost energi melalui kondisi lingkungan, lalu juga boost up lewat nutrisi. Sekarang kita juga harus boost energi melalui gerak fisik kita, Maks.

  • Buat para penulis, ini nih yang biasanya kurang. Kalau sudah duduk ngadepin laptop, kita jadi mager (eh, itu mah saya aja kali ya hahaha). Padahal mager sekali ya bakalan terus mager, dan makin mager. Sebaiknya, setiap 5 – 10 menit sekali setelah duduk, kita harus berdiri sebentar dan bergerak. Bisa ke dapur buat ngecek ini itu, atau ngecek jemuran, atau apalah. Pokoknya bergerak. Keluar rumah juga boleh, atau setel lagu terus sedikit goyang barangkali?
  • Kalau mau lebih, Emaks bisa sesekali berolahraga di pusat kebugaran. Tapi kalau enggak, jalan-jalan tiap pagi juga udah oke banget. Ingat, Maks, meski tiap hari Emaks ngepel, nyapu, bebersih rumah yang juga bisa dibilang sebagai olahraga, tapi tetap beda efeknya dengan olahraga sungguhan. Karena olahraga sungguhan pasti dengan tujuan untuk melatih salah satu bagian tubuh. Jadi, tetap sempatkan waktu buat olahraga ya. *lalu selftoyor*
  • Lakukan yoga atau peregangan otot, di sela-sela aktivitas. Konon katanya, pose Camel, Warrior Two, atau Chair Pose, selain memperlancar peredaran darah juga mudah dilakukan. Hmmm, barangkali bisa nih Makpon Mira Sahid, atau Mak Nengnong Irma Susanti suatu kali share gerakan yoga apa saja yang mudah dilakukan tapi bisa meregangkan otot dengan baik 😀 ehehhe. Silakan, Mak! *kasih panggung*
  • Nah, kalau sudah benar-benar lemas dan kecapekan, satu-satunya cara boosting up energi yang paling efektif ya tidur. Ini tentu kalau kondisi memungkinkan ya. Tapi, ingat, jangan lebih dari 20 menit tidurnya ya. Karena kalau sudah lebih dari 20 menit, itu malah nggak bakalan bikin energi kita pulih, justru malah makin pengin tidur.
  • Nah, ini pasti menyegarkan deh, dan langsung bikin kita bangun. Saya sendiri paling efektif nih buat bikin diri sendiri berenergi lagi. Kadang pagi udah mandi cantik, siang (apalagi kalau cuaca gerah banget) saya mandi lagi. Seger. Jangan pakai air panas, pakai air dingin ya. Pasti langsung melek.
  1. Stimulasi energi mental

Sudah lingkungan, nutrisi dan fisik, sekarang kita boost up energi mental kita, Maks. Karena mental yang sehat dan nggak stres, tentu akan berpengaruh besar pada kesehatan tubuh. Betul?

  • Emaks kenal dengan yang namanya doodle? Atau Zentangle? Keduanya oke banget lho untuk membuat pikiran rileks. Kita nggambar semau kita, nggak usah pedulikan hasilnya. Cobain deh, dan rasakan bedanya setelah satu gambar doodle atau zentangle selesai 🙂
  • Kalau nggak bisa gambar, sekarang banyak banget dijual buku-buku coloring book. Mengapa mewarnai ini bisa membuat kita rileks? Saya pernah bahas di sini. Emaks bisa mewarnainya dan ini efeknya juga hampir sama dengan doodling atau zentangling.
  • Banyak-banyaklah tertawa, Maks. Cari acara stand up comedy di televisi, atau cari cerita-cerita lucu di internet, atau ngetawain meme-meme lucu di 9Gag, cukup membantu kita meregangkan otot pada otak. Atau kalau saya yang paling gampang sih bercanda sama anak-anak. Saya kitik-kitik, main dan seterusnya. Langsung deh seger dan mata melek. Hehe.
  • Gaul dan piknik sangat baik untuk boosting up energi kita juga, Maks. Pilihlah orang-orang yang tepat untuk digauli eh … kok digauli ya. Ya maksudnya, kalau mau berteman lebih baik memilih orang-orang yang memang menyebarkan aura positif. Bukan maksud saya untuk pilih-pilih teman sih. Berteman dengan semua orang sih pasti akan baik buat kita, tapi untuk bisa menyerap energi positif pastilah kita harus dekat dengan orang yang juga punya energi positif kan? As simple as that. Tapi kalau untuk berteman sih, harus bisa sama siapa aja J Piknik juga begitu. Pastikan sesekali kita piknik, supaya wawasan dan pikiran lebih luas.

 

Nah, 4 hal tersebut di atas seharusnya sih sudah cukup bisa boost up energi kita, bikin mood lebih baik dan kita jadi semangat untuk berkarya meski tanpa kopi. Efek setelah melakukan keempat hal tersebut malah justru lebih baik dari efek euforia yang diberikan oleh kafein.

So, siap untuk produktif lagi hari ini? Coba deh tanpa kopi.

Cheers!

 

Ditulis oleh Carolina Ratri
yang suka nulis di www.CarolinaRatri.com
untuk web Kumpulan Emak Blogger