Pernah nggak sih karena kesibukan, kita merasa banyak waktu berkurang untuk keluarga? Apalagi kalau anak-anak sudah beranjak besar dan memiliki kegiatan sendiri. Waktu berkumpul makin sedikit. Padahal, menjalin kebersamaan dengan keluarga perlu diperkuat setiap hari loh, agar hubungan orangtua dan anak  makin harmonis. Katanya, kalau kedekatan orangtua dan anak kurang, akan terjadi fenomena “alone together” atau asyik sibuk sendiri-sendiri, padahal secara fisik saling berdekatan. Nah loh, nggak mau kan hal itu terjadi pada keluarga kita? Bagaimana sih menciptakan quality time bersama keluarga?

Apakah Quality Time Itu?

Quality time adalah waktu yang dinikmati dan bermakna bagi seluruh anggota keluarga. Momen saat semua anggota keluarga benar-benar mengenal dan memahami satu sama lain. Quality time dengan memusatkan perhatian pada masing-masing individu, untuk saling berbagi pendapat maupun saling mencurahkan isi hati.

Saya jadi ingat beberapa tahun lalu saat menjalani LDM (long distance marriage) selama hampir enam tahun  dengan suami. Kami tinggal terpisah karena suami harus bekerja di luar kota. Suami tinggal di Semarang, sedangkan saya tinggal di Purworejo bersama anak-anak.

Suami yang hanya bisa pulang sebulan sekali (kalau sedang beruntung bisa dua kali sebulan) benar-benar memanfaatkan waktunya saat pulang untuk mendekatkan diri dengan anak-anak. Karena itu, meskipun hanya bertemu sebulan sekali, anak-anak sangat dekat dengan ayahnya. Suami benar-benar tahu bagaimana menciptakan quality time bersama anak-anak saat itu.

Tiap-tiap keluarga pasti punya cara untuk menciptakan quality time bersama keluarga. Lalu, bagaimana caranya agar seluruh anggota keluarga bisa menikmati quality time bersama?

Beberapa trik yang bisa dilakukan agar quality time bisa tercipta dan dinikmati bersama keluarga. Simak ya, Mak!

  • Singkirkan Gadget

Saat semua anggota keluarga berada di rumah, coba deh singkirkan gadget atau matikan gadget barang 1 atau 2 jam. Nikmati kebersamaan bersama anggota keluarga tanpa gangguan dering telepon, notifikasi media sosial, atau segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan pekerjaan.

  • Bicara dari Hati ke Hati

Pernah nggak Mak, kita bicara dari hati ke hati bersama suami dan anak-anak kita? Mungkin saja anak-anak punya masalah yang belum kita ketahui. Coba deh, pancing anak-anak untuk menceritakan pengalaman atau masalah yang dialami. Nah, dari sini kita bisa mengajak bicara dari hati ke hati, mendengar keluh kesah dan memberi solusi untuk mereka.

  • Melakukan Aktivitas Bersama

Banyak sekali aktivitas yang bisa dilakukan dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Misalnya memasak, bersih-bersih rumah, berkebun, menonton film di rumah atau mencuci kendaraan.

Coba deh Mak, ajak anak-anak untuk memasak makanan kesukaan mereka atau membuat cemilan favorit. Selain seru pasti juga bisa makin merekatkan hubungan kita dengan anak-anak. Bisa juga dengan mengajak anak untuk membersihkan kamar mereka bersama-sama. Selain bisa menumbuhkan sikap kerjasama, efeknya kamar jadi bersih, kan.

  • Membuat Proyek Bersama

Jangan membayangkan bikin proyek besar seperti membuat jalan raya ya, Mak. Hehe. Kalo bicara soal proyek, suami saya jago banget nih bikin kegiatan bareng semacam ini. Pernah suatu hari, anak-anak diajaknya melukis tembok rumah. Kebetulan suami hobi banget melukis. Anak-anak saya juga menuruni bakatnya melukis. Jadi sewaktu Ayahnya mengajak melukis, anak-anak antusias sekali mengerjakannya bersama. Selain bisa mengasah bakat, melukis juga jadi sarana untuk mendekatkan mereka.

  • Berkunjung ke Sanak Saudara

Saya dan keluarga besar tinggal di kota yang berbeda. Saya tinggal di Semarang, sedangkan orangtua dan adik saya tinggal di Purworejo dan Solo. Paling lama dua bulan sekali, kami semua meluangkan waktu untuk berkumpul di kampung halaman di Purworejo, sekalian mengunjungi Bapak. Meski hanya sehari dua hari, kami manfaatkan waktu untuk saling melepas rindu. Secara tidak langsung, ini juga mengajarkan anak-anak untuk selalu menjaga tali silaturrahim antar keluarga besar juga.

Tak jadi soal bila kita tidak memiliki banyak waktu untuk keluarga. Tak mengapa bila intensitas untuk selalu bersama terhalang oleh tugas dan pekerjaan di depan mata. Tetapi pastikan, bila ada kesempatan untuk membersamai keluarga, manfaatkan waktu itu dan nikmati tiap detik demi detiknya.

Punya cara atau trik lain untuk menciptakan quality time bersama keluarga? Boleh share dong, Mak!

***

Pentingnya Menciptakan Quality Time Bersama Keluarga merupakan post trigger #KEBloggingCollab yang ditulis oleh Ika Puspita untuk kelompok Sri Mulyani.

Ika Puspita, pengelola blog http://www.bundafinaufara.com/  blogger yang aktif di berbagai komunitas.