Beberapa kali saya kedatangan teman dari kampung halaman saya, Yogyakarta. Sebagai perantau, senang sekali tiap kedatangann teman lama. Seringnya sih, mereka datang karena alasan pekerjaan, namun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berjalan-jalan. Yang namanya perjalanan dinas, tidak banyak waktu dan berjalan-jalan santai. Hanya punya waktu sehari untuk keliling Makassar sebelum pulang.

Sebenarnya, waktu sehari kurang puas tuh untuk mengeksplorasi Makassar dan sekitarnya. Tapi karena waktu yang memang terbatas, apa boleh buat. Biasanya, ke tempat-tempat inilah saya mengajak teman-teman untuk keliling Makassar dan sekitarnya, dalam sehari.

Keliling Makassar

Museum Balla’ Lompoa
foto: Ayi Prima

  1. Museum Balla Lompoa

Museum ini terletak di Jl. Sultan Hasanuddin no. 48, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Gowa. Tidak jauh kok dari Kota Makassar. Bangunan museum ini dulunya adalah Istana Kerajaan Gowa, yang didirikan oleh pemerintahan Raja Gowa yang ke-31 sekitar tahun 1936, berbentuk rumah panggung khas Makassar yang terbuat dari kayu ulin dan kayu besi.

Ada berbagai macam benda koleksi di museum ini, seperti berbagai macam senjata tradisional, naskah-naskah kuno, berbagai perhiasan yang terbuat dari emas dan batu mulia, dan pakaian tradisional. Yang paling banyak menyita perhatian adalah mahkota raja yang berbentuk kerucut bunga teratai (ada lima helai kelopak daun). Mahkota ini seberat 1.678 gram dan terbuat dari emas serta berbalut 250 butir permata berlian.

Di bagian ruang utama, dipajang silsilah keluarga Kerajaan Gowa, mulai dari raja yang pertama hingga terakhir. Di ruang ini juga terdapat singgasana raja yang berada tepat di tengah-tengah ruangan.

Museum Balla Lompoa buka setiap hari dari pagi sampai sore. Kamu juga tidak perlu khawatir, ada pemandu yang akan menjelaskan detail isi museum. Oh ya, biaya masuknya gratis yah.

  1. Benteng Somba Opu

Benteng ini adalah peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun oleh Raja Gowa ke-9 di abad ke-16. Menurut William Wallace, seorang ilmuwan dari Inggris, kawasan Benteng Somba Opu adalah benteng pertahanan terkuat yang pernah dibangun di Indonesia. Sayang, Benteng ini sebagian besar sudah rusak, dan hanya tersisa 3 bastion dan beberapa dinding Benteng yang masih berdiri tegak.

Selain sisa-sisa reruntuhan Benteng Somba Opu, di kawasan ini kamu juga bisa melihat berbagai macam rumah adat khas Sulawesi Selatan. Jadi, kalau kamu kepingin berfoto dengan latar rumah adat Tongkonan khas Toraja, tapi tidak sempat ke Toraja, kamu bisa datang ke sini.

Benteng Somba Opu terletak di Jl. Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Gowa.

Keliling Makassar

Benteng Somba Opu
foto: Ayi Prima

  1. Benteng (Fort) Rotterdam

Benteng ini juga peninggalan Kerajaan Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9 di abad ke-16. Awalnya Benteng ini bernama Benteng Jumpandang (Ujung Pandang), atau ada juga yang menyebutnya Benteng Panyyua karena kalau dilihat dari atas, bentuk benteng ini seperti seekor penyu. Setelah berpindah tangan ke Pemerintah Belanda, barulah benteng ini berubah nama menjadi Fort Rotterdam.

Bangunan benteng ini masih terawat dengan baik. Masih ada juga ruangan bekas penjara Pangeran Diponegoro sewaktu beliau ditahan di sini. Selain itu, ada juga museum La Galigo yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah Makassar.

Saat sore hari, kawasan benteng ini biasanya ramai oleh pengunjung, dari yang sekedar datang untuk melihat-lihat, atau berkumpul dengan teman-teman. Kawasan Benteng Rotterdam ini memang jadi favorit banyak komunitas di Makassar untuk dijadikan tempat kopdar.

Benteng Fort Rotterdam
foto: Ayi Prima

  1. Pantai Akkarena

Tidak afdol rasanya kalau datang ke Makassar tanpa main-main ke pantai. Pantai Akkarena merupakan pantai berpasir hitam yang terletak di kawasan Tanjung Bunga. Tarif masuknya sangat terjangkau, hanya Rp. 10 ribu. Di arena pantai ini, ada banyak wahana olahraga air yang bisa kamu coba, seperti banana boat atau bermain jetski, tapi dikenakan charge tambahan ya.  Kalau lapar dan haus, tinggal pesan makanan saja. Ada banyak booth makanan yang tersedia. Kamar mandinya cukup bersih. Oh ya, ada juga arena bermain anak di sini. Tapi untuk masuk dikenakan biaya tambahan.

Waktu paling pas mengunjungi pantai ini kalau menurut saya sih sore hari. Setelah puas bermain air, ditutup dengan melihat matahari terbenam atau sunset. Pemandangan sunset di pantai ini keren sekali, karena tidak ada objek apapun yang menghalangi pemandangan saat matahari pelan-pelan kembali ke peraduan. Duh  romantis deh.

Keliling Makassar

Pantai Akkarena
foto: Ayi Prima

  1. Pantai Losari

Dan tentunya kurang lengkap rasanya, datang ke Makassar kalau tidak singgah di Pantai Losari. Biasanya pantai ini akan mulai ramai di sore hari menjelang senja. Kamu bisa duduk-duduk menikmati sunset di sini. Di malam hari, kamu bisa menikmati pisang epe’, jajanan khas Makassar yang terbuat dari pisang, di sepanjang pantai Losari.

Keliling Makassar

Pantai Losari
foto: Ayi Prima

Masih banyak destinasi wisata menarik lainnya di Makassar, dan di kota/kabupaten lain di Sulawesi Selatan. Dari wisata budaya, sejarah, pantau, gunung, apalagi kuliner. Yuk, sempatkan waktumu ke Makassar!

***

Keliling Makassar (dan sekitarnya) dalam Sehari merupakan post trigger #KEBloggingCollab untuk kelompok Maudya Ayunda yang ditulis oleh Ayi Prima, ibu satu orang anak.

Ayi, pengelola blog dengan tajuk Ayi’s Little Notes ini http://www.ayiprima.com/ selain menulis juga menyukai crochet dan knitting.