Jalan-jalan ke suatu daerah serasa belum lengkap jika tak menikmati kuliner lokalnya, prinsip saya begitu. Saat menyusun itinerary sebelum traveling, selain cari tahu tentang destinasi wisatanya, tidak lupa saya masukkan agenda untuk icip-icip kuliner khas daerah tersebut. Di Makassar, kuliner lokal dapat kita temukan hampir di setiap sudut jalan mulai dari yang berjualan dengan gerobak, warung, cafe hingga sekelas restoran. Yang paling populer tentu saja beragam olahan Seafood, Coto, Pallubasa, Pallumara, Konro Bakar, Sop Saudara, Barongko, dan lain-lain. Nah, jika ingin sedikit berbeda, yuk mari mencicip street food Makassar alias jajanan pinggir jalan yang mudah ditemukan di Makassar.

Jalan-Jalan ke Makassar, Jangan Lupa Cicipi 7 Street Food Ini Ya

Street food merupakan istilah yang sedang tren belakangan ini. Ditujukan untuk beragam jajanan yang diperjualbelikan di pinggir jalan dengan menggunakan gerobak dan bisa dinikmati dengan harga yang relatif lebih murah. Jaman dulu yang dijual ya kuliner lokal daerah, makin ke sini jualannya makin beragam mengikuti perkembangan kuliner yang semakin modern.

Jadi apa saja street food Makassar yang saya rekomendasikan? Ini dia listnya.

Pisang Epe

Dalam Bahasa Indonesia, epe’ berarti jepit. Jadi secara harafiah pisang epe’ berarti pisang yang dijepit hehehhe. Pisang epe’, penganan khas Makassar yang terbuat dari pisang kepok yang dibakar setengah matang lalu dijepit hingga gepeng dan dibakar lagi sampai matang. Penyajiannya dengan menambahkan siraman saus gula merah. Rasanya legit dan gurih. Saat sedang musim durian seperti sekarang ini, saus gula merahnya akan ditambahkan daging buah durian jadi lebih enak dan wangi. Untuk yang nggak suka aroma dan rasa durian, bisa memesan pisang epe’ dengan topping serutan coklat, serutan keju, susu kental, nangka, kacang panggang atau kelapa sangrai di atasnya.

Gerobak pisang epe’ dapat ditemukan dengan mudah di kawasan Pantai Losari. Deretan gerobak dengan kursi dan meja plastik di kiri dan kanan Jalan Penghibur. Penjual pisang epe’ baru buka menjelang sore hari hingga dini hari. Saya lebih suka menikmati sepiring pisang epe’ ketika menanti sunset di Losari sambil dibuai semilir angingmammiri na kota Makassar. Selain di sepanjang Jalan Penghibur, gerobak pisang epe’ juga ada di depan Benteng Rotterdam dan Jalan Lamaddukelleng.

Buroncong

Street Food Makassar

Buroncong, ada juga yang menyebutnya baroncong, merupakan kue tradisional khas Bugis Makkassar yang terbuat dari campuran tepung terigu, santan dan parutan kelapa muda, gula pasir, garam serta penambahan sedikit soda kue. Dilihat sekilas mirip dengan kue pukis tapi memiliki ukuran yang lebih besar. Saya lebih suka menikmati buroncong dalam keadaan masih panas, fresh from pembakaran.

Rasanya gurih dan legit yang berasal dari kelapa berpadu dengan manisnya kue baroncong.

Gerobak yang menjual kue tradisional ini dapat dengan mudah ditemukan di pasar tradisional. Ada juga beberapa yang mangkal di kawasan Pantai Losari. Salah satu penjual Buroncong yang terkenal di Makassar berlokasi di kawasan Tamalanrea, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan Km.12, di depan perumahan Nusa Tamalanrea Indah (NTI). Setiap harinya rame yang ngantri, soalnya si Bapak penjual baroncong ini hanya berjualan mulai pukul 5 sore hingga pukul 10 malam hari saja.

Martabak/Terang Bulan

Ada dua jenis martabak yaitu martabak asin yang berbahan dasar telur dan martabak manis, di Makassar lebih dikenal dengan nama Terang Bulan. Meskipun bukanlah kuliner khas Makassar, saya kira ini bisa dimasukkan sebagai street food Makassar. Sangat mudah menemukan gerobak yang menjual dua macam jajanan ini, baik di jalan utama hingga ke kompleks perumahan. Umumnya berjualan mulai dari sore hari hingga dini hari. Yang paling populer dan digemari adalah Martabak Holland dan Gudang Rasa. Saya paling suka martabak jamurnya, yummi!

Sari Laut

 

Street Food Makassar

Untuk yang suka beraktivitas hingga tengah malam, salah satu alternatif jika perut terasa lapar di tengah malam adalah warung Sari Laut. Warung ini merupakan salah satu street food Makassar, yang dapat ditemukan dengan mudah di Kota Makassar dan umumnya buka saat maghrib hingga subuh menjelang. Ada juga yang tutup lebih cepat. Uniknya, namanya memang Sari Laut, tapi menu utamanya adalah ayam goreng. Kalaupun menyediakan menu ikan laut atau ikan air tawar, itu hanyalah sebagai pelengkap saja.

Ada beberapa warung Sari Laut yang terkenal di Makassar, salah satunya Sari Laut Mas Joko yang berlokasi di Jl AP Pettarani. Saya sendiri lebih menyukai Sari Laut Mbak Anggi, lokasinya di Jl Bulukunyi. Yang membuat setiap Sari Laut memiliki penggemarnya sendiri-sendiri adalah sambelnya. Ada yang pake sambel terasi, sambel kacang, sambel tomat, dan sambel rica-rica.

Nasi Kuning

 

Street Food Makassar

Di Makassar, nasi kuning mudah dijumpai hampir di seluruh penjuru kota. Ada yang berjualan hanya di pagi hari, malam hari dan ada juga yang buka 24 jam. Yang paling terkenal adalah Nasi Kuning Riburane yang hanya berjualan di pagi hari. Lokasinya di jalan Riburane no 11, berhadapan dengan gedung RRI Makassar. Dalam sepiring nasi kuning akan dijumpai lauk pauk berupa telur pindang rebus, semur daging, sayur labu siam, sayur nangka, paru goreng yang empuk, abon dan kering kentang. Harganya, tentulah sebanding dengan ragam lauk pauk, porsi dan kelezatan yang ditawarkannya 😀

Nasi kuning juga masuk dalam list kuliner malam dan street food Makassar karena ada beberapa penjual nasi kuning yang hanya buka di malam hari. Nasi Kuning Begadang, begitu sebutannya. Biasanya banyak ditemukan di daerah BTP, Panakkukang, Alauddin, Hertasning, dan sekitaran Pantai Losari.

Es Putar

 

Street Food Makassar

Es putar, serupa dengan es krim hanya saja menggunakan santan sebagai pengganti susu. Dulu mungkin kita mengenalnya dengan nama es tongtong atau es dungdung. Es putar dapat ditemukan di beberapa ruas jalan di Makassar. Tapi yang paling favorit bagi saya adalah Es Putar Ali Kumis di Jalan Somba Opu, tepatnya di persimpangan Jalan Somba Opu dan Jalan Bulogading. Pas banget, karena kawasan Somba Opu merupakan sentra ole-ole khas Makassar. Capek ngider cari ole-ole, mampir deh mencicipi segelas dua gelas es putar Ali Kumis.

Sedikit berbeda dengan es putar lainnya yang juga banyak dijajakan di Jalan Somba Opu, alih-alih berwarna putih susu, es putar Ali Kumis berwarna coklat yang didapatkan dari gula aren. Sebagai pelengkap es putar, kita bisa memilih topping misalnya bubuk susu coklat, alpukat, nangka, tape ketan hitam, durian, wijen dan kacang. Kalau bingung mau yang mana, pilih saja topping campur xD

Es Teler

 

Street Food Makassar

Meskipun mirip, sesungguhnya es teler berbeda dengan es campur. Es teler yang terkenal di Makassar adalah Es Teler Panaikang, kadang disebut juga Es Teler Kuburan. Lokasinya berada di kawasan pekuburan Panaikang Jl Urip Sumoharjo, tepat di seberang Taman Makam Pahlawan. Di jaman SMA dulu, saya dan teman-teman selalu mampir di sini, menikmati segelas es teler sambil ngecengin siswa SMA 5 yang baru pulang sekolah hihihi.

Isian Es Teler Panaikang hampir sama dengan es teler lainnya di Makassar, ada potongan pepaya, nangka, alpukat, sagu mutiara, kacang merah, kasang disko, ketan hitam, cincau, susu kental manis dan serutan es batu. Yang membedakan adalah saus gula merah dengan aroma durian yang disiramkan paling akhir. Dibuka jam 10 pagi sampai jam 06 sore, tapi biasanya menjelang jam 4 sore sudah habis. Tidak heran sih, pengunjungnya selalu rame dan tidak jarang mesti mengantri.

**

Mencicipi street food merupakan salah satu cara untuk menikmati kuliner khas daerah tersebut sekaligus berinteraksi dengan penduduk setempat yang dapat memberikan pengalaman berkesan saat traveling. Selamat jalan-jalan dan jajan-jajan di Makassar.

***

7 Street Food Makassar yang Wajib Dicicipi merupakan post trigger #KEBloggingCollab kelompok Susi Pudjiastuti yang ditulis oleh Nanie.

Nanie, blogger Makassar, www.nanie.me  , senang jalan, jajan dan foto-foto.