Emak pasti sudah sering share atau promosi blog di Facebook kan ya? How does it go so far, Mak? Apakah sudah bisa memenuhi harapan Emaks? Dalam arti, apakah benar-benar mendatangkan traffic ke blog? Engagement terbangun? Isi tulisan Emak nyampai ke mereka yang memang membutuhkan?

Atau … Jangan-jangan malah membuahkan predikat ‘spam’ pada profil Emaks gara-gara over sharing? Yang kalau komen, suka nggak muncul? OUCH!

Yah, memang beberapa waktu belakangan banyak yang ngeluh nih, Mak. Jadi susah ngeshare ke Facebook, karena dideteksi sebagai spam. Sampai-sampai disuruh ganti password beberapa kali. Ada yang sedang ngalamin?

Yah, memang beberapa waktu belakangan ini, Facebook sedang bebenah. Semua karena begitu banyaknya artikel spammy, hoax dan clickbait berkeliaran secara bebas di Facebook yang sudah bikin penggunanya nggak nyaman.

Makanya, yang kayak kita-kita akhirnya juga kena “getah”-nya. Tapi seharusnya sih hal ini nggak bikin kita surut semangatnya dong ya. Karena kan kita share sesuatu yang bermanfaat kan, Mak?

So, kita mesti tahu nih. Gimana sih cara share dan promosi blogpost kita di Facebook dengan lebih efektif dan efisien, plus mengena ke pembaca. Yes?

 

Well, mungkin Emaks bisa coba cara saya agar sharing blogpost Emaks lebih kena ke pembaca (target audience) yang lebih tepat berikut deh.

1. Pastikan judul postingan Emak menarik, relevan, and persuasive enough.

Yang ini benar-benar yang paling menentukan ya, Maks. Judul itu udah yang paling penting deh. Menarik, jelas harus ya. Tapi, menarik itu yang kayak gimana, coba? Duh, kok abstrak!

Menurut salah satu hasil pengamatan saya nih ya, judul menarik itu adalah judul yang menjanjikan manfaat untuk pembaca.

Relevan, ini jelas yang kayak apa ya, Mak. Jangan sampai judulnya apa, isinya ke mana. Kek berita-berita clickbait kan? Kasihan pembacanya ntar. Nggak mau balik lagi lo ke blog Emaks.

Jadi, judul itu penting banget untuk bisa membuat orang tertarik untuk datang dan mau membaca lebih lanjut. Karena judullah yg akan terlihat pertama kali di link yg dishare di Facebook

 

2. Pastikan featured image blogpost Emak juga menarik

Tahu nggak, Mak, featured image itu yang mana?

Featured Image
Nih. Foto yang muncul bersama link blogpost Emak seperti ini yang disebut featured image. Ini saya ambilkan dari BoredPanda sih ya.

Featured image-nya pilihlah yang benar-benar menarik ya, Mak. Jangan yg burem, gelap atau blur. Pilihlah dengan hati-hati. Kalau di blogspot, featured image adalah foto pertama yang terpasang. Kalau di WP, bisa diatur di bagian Featured Image di bagian kanan bawah.

Featured image yang tepat, akan membuat orang tertarik dan kemudian datang karena penasaran, untuk membaca lebih lanjut. Ingat, tetap relevan ya.

Saya pernah bahas soal bikin featured image juga di sini. Sila dibaca-baca yah.

 

3. Pastikan meta description diisi dengan kalimat yang persuasif dan menarik

Meta description itu yang mana yak?

 

Featured Image

Yang ini nih, Mak, bakalan muncul di sebelah bawah dari featured image dan judul. Apa yang tak bisa ditulis di judul, coba tuliskan di meta description itu.

Ngatur meta description ini gimana?

Featured Image

 

Kalau yang blognya di Blogspot, ada di sebelah kanan kalau kita mau nulis postingan itu, Mak.

Untuk yang memakai platform WordPress berbayar, dan sudah punya plugins Yoast SEO, biasanya di bawah postingan ada tempat Snippet. Nah, itu dia bisa diedit untuk meta description.

Kalau belum ada plugins Yoast, atau pakai WordPress gratisan, bisa menggunakan kolom Excerpt(Kutipan) yang ada di sidebar bawah. Atau, WordPress akan mengambil dari kalimat pertama sebagai meta description. Jadi, pastikan kalimat pertama Emaks menarik ya!

Nah, kalau semua elemen sharing itu sudah oke semua, sekarang saatnya sharing ke Facebook.

 

4. Pilih target pembaca Emak.

Ini nih yang kadang luput diperhatikan ya, Mak, sejauh pengamatan saya. Kadang, kita tak mau repot-repot memilih audience. Padahal ini kalau dilakukan, bisa memberikan efek yang besar lo.

Misalnya nih. Blogpost kita adalah soal parenting. Lebih khusus lagi, tentang potty training, misalnya. Biasanya nih, share-nya kita langsung aja share ke setiap komunitas blogger yang kita ikuti. Ke grup KEB, lalu share ke Twitter KEB juga. Terus ke komunitas blogger sebelah di Facebook group dan juga Twitternya.

Bener nggak tuh, Mak?

Nah, ini dia kesalahan kita. Kalau kita menulis tentang potty training, target audience kita bukanlah para blogger yang ada di komunitas blogger yang sama dengan kita itu, Mak Tapi, …. siapa hayo?

Yesh! Pembacanya seharusnya adalah ibu-ibu yang juga sedang berusaha melakukan potty training terhadap anak masing-masing. Terus, ngapain coba dishare ke komunitas blogger doang, Mak? Kan banyak ibu-ibu yang bukan blogger. 😀

Kalau saya sih, karena target audience saya adalah blogger dan penulis, rasanya ya tepat saja saya share ke komunitas blogger dan penulis kan? Ehe~

Coba deh, temukan komunitas parenting. Coba kenalan dengan admin dan member-membernya. Ajukan permohonan pertemanan ke beberapa orang yang “tampak influential”. Dengan demikian, Emaks akan bisa menulis untuk mereka. Dapat pembaca deh.

Bukan berarti share ke komunitas blogger–kayak KEB–itu salah ya. Teteup tuh, Mak. Istilahnya, absen kalau kita update blog, yes? Sekalian kenalan-kenalan dan silaturahmi kan ya?

Tapi, ada baiknya untuk fokus juga ke audience yang “sebenarnya” ini, Mak. Dan tetap diingat ya, jangan spammy. Emaks mesti tahu kapan sharing link, supaya nggak bikin mereka ilfil juga.

 

5. Perhatikan waktu dan intensitas sharing.

Share-lah di waktu yang tepat, tapi jangan sampai lebih dari 2 kali dalam sehari. Jangan sampai nih ya, karena Emak jadi member di 20 grup FB, Emak langsung sebar 20 link saat itu juga. Ewww! Facebook tak suka ituh!

Perilaku seperti inilah yang kemudian bisa membuahkan label ‘spam’ pada akun Emaks di Facebook.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk share? Menurut CoSchedule sih seperti berikut ini, Mak.

Featured Image

 

Nah, meski kata CoSchedule seperti itu, tapi menurut saya sih, yang tahu kapan waktu yang tepat untuk share adalah Emaks sendiri.

Kok gitu?

Iya, soalnya kan itu Facebook, Facebook Emaks sendiri-sendiri kan? Jadi, yang tahu jam berapa aja ramenya ya Emaks sendirilah.

Makanya, ayo cari tahu, kapan ramainya? Kapan sih teman-teman Emaks mulai pada nongol? Kapan waktunya pada iseng? Iseng baca, iseng komen. Kan keliatan tuh di beranda, pada komen sana sini, like sana sini. Pengamatan, Ma, itu kunci buat semuanya.

Saat itulah, saat yang tepat untuk share link atau promosi blog di Facebook. Jadi, nggak perlu sebar 20 link dalam sehari. Emaks cukup sebar 1-2 link tapi di target audience yang tepat, di waktu yang tepat, itu akan bawa efek yang lebih bagus, Mak.

Emang butuh effort untuk mengamati sedikit. But sure you can do it, Mak 😉

 

6. Rotasi dan recycle konten.

Untuk konten-konten tertentu yang evergreen, jangan cuma sekali dishare, Mak. Terutama di wall sendiri, kita bisa mengulang share-nya itu selang seminggu 2 minggu kemudian.

Emak bisa memanfaatkan tool Buffer.com untuk menjadwalkan rotasi sharing link blogpost Emak. Bisa diset mau berapa kali sehari atau seminggu.

Taruhlah, hari ini share 1 link. Dilihat oleh 10 orang, diklik oleh 1 orang. 400 teman Emak yang lain belum lihat. Bisa jadi nanti di sharing yang berikutnya ada 100 orang yang lihat kan?

Skedullah satu artikel dengan yang lainnya. Supaya nampak gonta-ganti share-nya. Yang sharenya bervariasi gini nggak akan disemprit sama Facebook, Mak  🙂 Apalagi kemudian terjadi interaksi. “Nilai”-nya bagus di Facebook.

***

Nah, itu dia beberapa trik (yang sudah dibuktikan cukup efektif terhindar dari kamera spammer Facebook) untuk promosi blog di Facebook ala saya.

Oh iya. Sebagai tambahan, Mak. Selain Facebook dan Twitter, Emaks juga bisa menemukan audience di Google+ dan LinkedIn lo! Di sana juga banyak grup-grup komunitas yang kita bisa gabung.

Semoga sharing tentang promosi blog di Facebook kali ini bermanfaat ya, Mak!

Dan sampai ketemu di sharing berikutnya yang lebih bermanfaat lagi.