Kegiatan Menulis Ibu dan Anak Zaman Now – “Anak saya tuh, susah banget diminta nulis. Soal uraian di ujian saja nggak dia jawab, aduuuh …, gimana ya cara ngajarin nulis?”

“Anak saya suka nulis, tapi saya nggak suka. Jadi belajarnya sama Ibu aja, deh.”

Kalimat-kalimat di atas sering banget saya dengar. Iya, sejak mengajar Kelas Menulis untuk anak-anak, interaksi saya nggak hanya sama anak-anak, tapi juga ibu-ibunya. Lama kelamaan saya jadi tahu ada banyak alasan kenapa para ibu ini memasukkan anaknya ke Kelas Menulis. Salah satunya karena si ibu tahu pentingnya menulis tetapi tidak tahu harus mulai mengajari anak dari mana. Padahal, nggak sesulit itu kok membimbing anak belajar menulis. Yakin deh, semua ibu bisa. Nggak percaya? Iya, seriuuus. Sini, saya bagi tipsnya, ya, Mak.

Mendongeng dan Menceritakan Ulang

Seberapa sering mendongeng untuk anak? Mulai sekarang coba deh bacakan sebuah cerita, kalau belum bisa mendongeng tanpa buku. Setelah selesai membaca cerita atau mendongeng, tanyakan pada anak-anak tentang cerita itu. Tanya apa saja. Tentang tokohnya, hal menarik dari cerita itu, dan minta anak untuk menceritakan ulang cerita itu dalam tulisan. Dari situ kita bisa tahu, apakah anak memahami isi ceritanya. Bonusnya, si anak jadi nulis, deh.

Pentingnya Membaca 

Bermain Kalimat Berantai

Permainan ini paling sering saya mainkan di kegiatan menulis bersama anak-anak. Caranya begini: saya mulai dengan membuat satu kalimat. Biasanya, saya tulis kalimat itu di depan kelas. Lalu minta salah satu anak untuk meneruskannya dan seterusnya. Tapi ada syaratnya ya, antara satu kalimat dengan kalimat lain, harus nyambung. Jadi setiap anak harus memperhatikan kalimat sebelumnya dan keseluruhan cerita. Percaya atau tidak, permainan ini menyenangkan, lho.

Membuat Komik

Buat anak-anak yang suka menggambar, membuat komik merupakan salah satu kegiatan yang seru. Coba deh, ajak mereka menggambar, lalu menceritakan gambar mereka. Nah, minta mereka menuliskan ceritanya pada gambar tersebut. Mulailah dari tema-tema yang menjadi minat mereka. Misalnya, jika si anak suka memasak, biarkan dia membuat komik tentang cara membuat es krim. Atau, kalau dia suka binatang, biarkan dia menceritakan kucing peliharaannya.

Menuliskan Peristiwa Berkesan

Kegiatan ini mirip-mirip dengan kegiatan menulis di Buku Harian. Mintalah anak untuk menuliskan peristiwa yag berkesan lalu masukkan ke dalam sebuah toples. Semua anggota keluarga boleh berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sebulan sekali, bukalah toples itu dan baca satu persatu. Selain anak belajar menulis, mereka juga belajar bersyukur atas sesuatu yang telah mereka peroleh.

Gimana, Mak? Mudah, kan ya. Jujur saja, saya juga masih belajar konsisten membimbing anak menulis. Jadi kita sama-sama belajar ya, Mak. Siapa tahu ada ide lain untuk mengajak anak menulis, yuk silakan di-share, saya juga mau ikutan nyoba!

***

4 Kegiatan Menulis Ibu dan Anak Zaman Now ditulis oleh Fita Chakra.

Fita Chakra, menulis secara profesiona sejak tahun 2007.  Karya menulis: 60 judul buku yang telah diterbitkan. Putri sulung Fita Chakra juga dikenal sebagai penulis buku anak.

Selain menulis buku, Fita juga aktif ngeblog di http://www.fitachakra.com/ dan guru ekskul menulis.

instagram: @fch_08