Kisah cinta segibanyak (maksudnya bukan cuma melibatkan 3 orang saja) sebenarnya kisah klasik, klise. Tapi jalinan cerita di dalamnya selalu nggak ngebosenin buat diangkat. Setidaknya  film Belok Kanan Barcelona yang diadaptasi dari versi novel naik  ke layar adalah buktinya.

Apalagi cast yang terlibat lumayan menjanjikan. Ada Morgan Oey yang memerankan Francis, adalah tipikal  aktor pria yang udah sering maen di film yang genrenya nggak jauh-jauh dari romance, macam Assalamualikum Beijing atau yang terbaru, Arini. Hayo, mana nih suara fansnya Morgan?

Lalu, ada Deva Mahenra yang di sini memainkan karakter Ucup juga udah nggak asing lagi. Kalau jarang ke bioskop, minimal tau deh  konyolnya karakter Bastian di sitkom Tetangga Masa Gitu?

Iyes, di Belok Kanan Barcelona, lagi-lagi Deva memainkan peran tipikal cowok yang konyol, ceroboh dan lucu. Lucu maksudnya bukan lucu yang bisa bikin fans jerit-jerit histeris gitu tapi lucu kelakuannya. Menggelikan hahaha….

Nah, lawan maen mereka yaitu MikhaTambayong yang ceritanya jadi Retno dan Anggika Bolsterli sebagai Farah juga udah nggak asing lagi untuk film-film romance yang populer.

Seperti yang ditulis di atas, film Belok Kanan Barcelona ini adaptasi dari novel kolaborasi yang ditulis oleh Adhitya Mulya, Ninit Yunita, Alaya Setya dan Iman Hidajat yang berjudul: Travelers’ Tale, Belok Kanan: Barcelona! Dalam film ini, Adhit juga menjadi penulis skenarionya.

Novel Belok Kanan Barcelona berawal dari ide Adhitya Mulya dan Ninit Yunita (suami istri) yang terjebak di dalam mall selama dua jam. Novel Belok Kanan Barcelona diterbitkan oleh Penerbit Gagas Media pada tahun 2007.

 

Baca Yuk: Review Film Searching

Review Film Belok Kanan Barcelona: Memburu Kesempatan Menyatakan Cinta

Mereka berempat ini bersahabat sejak SMA, kelas 2 tepatnya. Sejak SMA juga mereka saling suka. Francis dan Retno saling suka tapi ditahan-tahan karena soal perbedaan. Lalu ada Ucup yang naksir Farah dan Farah Naksir Francis (tapi cuma dalam hati aja).  Gimana sama Ucup? Mari puk-pukin Ucup, karena walau baik,  dan nggak jelek-jelek amat, Ucup sepi peminat (((peminat))).

 

Belok Kanan Barcelona

 

Delapan tahun kemudian, mereka lulus kuliah dan sukses dengan karirnya masing-masing. Francis yang udah jadi pianis dunia terkenal (sampai dapat  award Grammy, lho) ngabarin temen-temennya kalau dia mau nikah sama Inez (Millane Fernandez) seorang gadis bule asal Spanyol.

Jadi ceritanya Francis move on, nih?

Nggak juga, sih. Francis yang ngundang teman-temannya untuk datang, sebenarnya masih punya rasa sama Retno yang sekarang jadi seorang Chef di Denmark.  Itu yang terdeteksi oleh Inez yang kesel karena Francis nggak bisa move dari masa lalunya.

Sementara di tengah-tengah kerempongan pekerjaan masing-masing, Ucup yang sekarang kerja di Capetown  (Afrika Selatan) juga masih memendam perasaan sama Farah yang kerja sebagai arsitek di Vietnam juga sebagai seorang arsitek.

Nggak usah sirik kalau passion mereka sejak SMA semuanya kesampaian dan beruntung sekali di usia fresh graduate-nya sudah pada mapan dengan pekerjaannya.  Pernah baca teori tentang The Law of Attraction, kan? Itu lho soal kekuatan alam yang membantu mewujudkan mimpi-mimpi kita. Nah, mereka berempat ini memang passion dan effortnya kuat banget. Makanya di usia yang masih belia udah mapan dengan kerja di luar negeri.

 

Mari balik lagi ke soal cinta mereka berempat.

Tadinya mereka berempat ini nggak bisa reunian di nikahannya Francis dan Inez (kecuali Retno yang memang niat datang). Tapi karena urusan pekerjaan yang deketan, akhirnya Farah memutuskan untuk datang. meski Farah udah “dinoted” budget kerjaannya pakai anggaran gembel, alias irit. Kalau sudah urusannya sama hati, biaya gembel bisa disisihkan, sih. Yang penting bisa ketemuan dulu sama mantan gebetan. Ucup pun akhirnya bela-belain datang, pas tahu Farah juga mau ke sana.

Sepanjang 107 menit, alur film berjalan maju mundur. Penonton yang nggak sempat mengikuti versi novelnya akan paham gimana rumitnya urusan hati di antara mereka. Mulai dari yang suka cela-celaan di antara Farah dan Ucup,  sampai yang melow –melowan karena kasih tak sampai antara Francis dan Retno yang beda agama.  Bagian chemistry Farah dan Ucup paling banyak memancing tawa saya.

Alih-alih konflik cinta antar Francis dan Retno, saya lebih tertarik dengan cerita love and hate relationship-nya Ucup dan Farah. Selain chemistry antara Ucup dan Farah lebih dapet dan natural. Konfliknya juga lebih make sense alias bisa diterima. Di ending film saya rada kecewa dengan penyelesaian cerita antara Francis dan Retno.  Huehehe…

Penasaran kenapa saya bilang kecewa?  Personally, konfliknya akan lebih menarik kalau dipertajam sejak awal. Tapi memang film Belok Kanan Barcelona ini yang saya perhatikan nggak mau ngajak penontonnya pusing mikirin kisah cinta yang rumit. Sudahlah dalam kehidupan sehari-hari  udah mumet, jangan ditambah di film pula.

Ada dua hal yang menarik buat saya di film ini. Pertama adalah tentang masa lalu dan kedua tentang kesempatan. Soal masa lalu jadi benang merah konflik cinta antara Inez yang mengintimidasi Retno. Inez takut banget pas tau Retno mau datang ke pernikahannya dia dengan Francis. Udah mah emang antara Francis dan Retno masih ada rasa.

Kalau soal kesempatan, ini yang jadi motivasi Ucup jauh-jauh dari Pantai Gading, melipir ke Barcelona. Bukan buat menghadiri pernikahan Francis dan Inez yang jadi tujuan utamannya, tapi karena baginya nggak ada lagi waktu yang pas buat menyatakan perasaannya sama Farah. Nah part antara Ucup juga Farah yang pergi ke Barcelona ini yang menarik. Konyol dan rada lebay sih, tapi lumayan bikin saya ngikik.

Gimana, mau nonton film Belok Kanan Barcelona? Yaudah cusss aja ke bioskop saja, ya.