Hae, Emak! Lagi pada ngapain nih? Kali ini kita akan bahas soal niche blog nih. Nah, yang penasaran dengan topik ini, boleh nanti nambahin atau urun pendapat di komen yah!

Tapi, sebelumnya sudah tahu belum, apa itu niche blog? Apa sih keuntungannya?

Di blogsphere ini, kita bisa mengategorisasikan blog dalam 2 kelompok besar, yaitu lifestyle blog dan niche blog. Nah, dua-duanya bisa merupakan perwujudan 2 tujuan ngeblog kita, yaitu “saya mau nulis tentang segala sesuatu/apa saja” dan “saya mau nulis tentang sesuatu”. Kerasa ya, Mak, bedanya?

 

Apa sih sebenarnya arti dari kata “niche” itu?

Kalau diartikan secara harfiah, “niche” berarti adalah “ceruk”. So, niche blog ini bisa dibilang sebagai satu topik yang selalu kita bahas selama kita ngeblog.

Kalau menurut James Robinson (seperti yang disebutkan dalam buku The Authority Site Adsense Guide), ada 4 jenis niche blog, Mak, yaitu:

  • Whole niche
  • Broad niche
  • Themed niche
  • Micro niche.

Bedanya apa di antara keempatnya?

Gampangannya begini.

Kalau kita bahas tentang “kesehatan”, maka itu adalah whole niche. Kalau topiknya dipersempit lagi menjadi “kesehatan ibu dan anak”, nah, itu sudah broad niche. Lebih sempit lagi, misalnya menjadi “kesehatan ibu dan bayi baru lahir”, maka ini sudah themed niche. Dipersempit lagi! Jadi “kesehatan bayi prematur”, misalnya. Inilah micro niche.

Semakin sempit niche sebuah blog, maka makin fokus pula kita menulis. Makin spesifik juga pembaca blog kita.

 

Mengapa niche blog?

Niche memang akan membatasi topik tulisan kita di blog, tapi, catet, hal itu nggak berarti membatasi kreativitas kita lo. Justru, kita makin ditantang untuk kreatif mengolah topik yang sudah kita pilih itu. Artinya lagi, kita makin expert dalam topik tersebut–yang pastinya akan menguntungkan branding blog kita.

Bagi pembaca, ya mereka sih nggak perlu ke mana-mana lagi deh, kalau ingin mencari info seputar topik yang kita bahas itu. Pasti blog kita langsung masuk ke bookmarking mereka. Dengan demikian, akan membuat peluang untuk mendapatkan unique pageview lebih banyak dengan topik yang dibatasi ini.

Lifestyle blog memang berpeluang untuk menjaring banyak karakter pembaca. Tapi, tanpa spesifikasi khusus, maka unique pageview dan returning visitor akan cenderung lebih sedikit.

Berbeda dengan niche blog yang akan lebih mudah membangun pembaca blog yang lebih loyal. Untuk satu bahasan topik yang sama, biasanya pembaca akan lebih percaya pada tulisan di blog yang ber-niche ketimbang tulisan blog lifestyle.

Kenapa? Ya, logikanya sih, yang fokus pada satu masalah tentunya akan lebih mendalam pengetahuannya ketimbang semua tahu tapi hanya sedikit-sedikit.

Terus, apa lagi nih keuntungan niche blog? Yuk, coba kita lihat ya.

 

Keuntungan lain dari niche blog

1. Fokus

Niche membuat kita jadi fokus dalam menulis. Kita jadi bisa berjalan di track kita sendiri. Kita pun lebih fokus, sehingga kita bisa menggali topik lebih dalam.

2. Branding

Dari sisi branding, kita juga nggak terlalu susah, Mak. Lebih susah ngebranding lifestyle blog.

Kok bisa? Ilustrasinya begini. Misalnya, ada Emak A, blogger. Ada yang nanya, “Yang mana sih Emak A?” Terus, ada yang jawab, “Itu lo, yang nulis tentang resep camilan sehat.”

Nah, dari ilustrasi ini, kan kita nggak lagi hanya dikenal sebagai “Emak Blogger”, Tapi sebagai “Emak Blogger yang suka nulis tentang …” See? Tanpa perlu bersusah payah, kita sudah mendapatkan branding sekaligus dengan menentukan topik blog.

3. Lebih mudah dikembangkan

Misalnya saja, pengin dimonetasi dengan Adsense. Sepertinya sudah bukan rahasia lagi, kalau Google Adsense lebih suka blog yang berniche ketimbang yang campur-campur.

Pengin dilirik oleh penerbit buku? Sama saja. Penerbit akan lebih suka mengangkat topik khusus yang ramai ketimbang melamar blog tanpa topik khusus. Ya, logis saja sih. Kalau blog kita campur-campur topiknya, ya, penerbit mau menerbitkan yang mana? Para editor buku dari penerbit itu jugaa suka lo jalan-jalan ke blog-blog, buat menemukan topik buku yang pengin diterbitkan. Kalau ada yang cocok, bisa saja dilamar untuk menerbitkan buku. Kan kalau punya buku itu uwuwuw banget kan?

4. Lebih mudah juga optimasinya

Karena begitu kita sudah memilih topik blog, maka keyword pun seharusnya sudah bisa dipegang. Yang selanjutnya harus kita lakukan adalah memvariasikan keywords, dan mengembangkannya di blog.

 

Nah, itu dia beberapa keuntungan niche blog, Mak. Lalu, bagaimana nih mencari tahu, niche seperti apa yang cocok untuk kita? Simpel kok.

 

Cara mengetahui niche blog yang cocok

1. Follow your passion

Yes, kenali minat kita sendiri, Mak, lalu sesuaikan dengan topik blognya.

Gampangannya, kalau nggak suka masak, ya jangan bikin food blog. Kalau kita nggak afford untuk selalu untuk traveling setiap waktu, ya jangan memilih menjadi travel blogger.

Jadi intinya, selain mengenali minat, juga mengenali kelemahan diri sendiri. Penting nih, Mak, demi kelanjutan blog kita sendiri juga. Pilihlah topik yang benar-benar dikuasai, diminati dan bikin kita bahagia saat melakukannya dan menuliskannya.

Niche ini juga nggak melulu soal minat ataupun hobi kok. Bisa juga berkaitan dengan pekerjaan kita, misalnya. Misalnya nih, sehari-hari Emaks adalah seorang marketing manager. Nah, bisa tuh bikin blog dg topik marketing.

Saya punya blog itu juga bukan karena hobi, Mak. Tapi gara-gara saya lagi belajar untuk nulis lebih baik, belajar ina inu yang berkaitan dengan digital marketing. Banyak hal saya dapatkan secara otodidak, dengan trial error, lalu akhirnya saya catet aja di blog. Karena kerjaan deh jadi lahir blog jurnal saya itu. 😀

 

2. Lihat statistik blog kita

Sudah tahu kan, caranya? Iya, via Google Analytics. Dari statistik kan kelihatan, artikel mana yang paling laris dibaca orang.

Di statistik juga bisa kelihatan, interest pembaca blog kita itu apa saja? Apa yang mereka cari di blog kita juga kelihatan kan?

 

Jadi, itu dia sedikit tentang niche blog, Mak.

Eh, memangnya ada berapa macam niche blog di dunia maya ini? Wahhhh… banyak! food blog, travel blog, beauty blog, fashion blog, book blog, … apa lagi ya? Parenting blog … itu juga bisa jadi salah satu niche yang laris tuh.

Nah, gimana, Mak? Sudah memutuskan niche belum? Kalau belum ya enggak apa-apa juga. Yang penting ngebloglah dengan bahagia ya~