Kali ini kita akan bahas soal membangun blog bisnis secara efektif dan SEO friendly. Ahay. Tampaknya berat yah? 😆 Enggak kok. Dan ini–meski pakai embel-embel blog bisnis–tapi bisa juga diterapkan untuk semua jenis blog.

 

Apa sih Blog Bisnis?

Blog bisnis adalah blog yang dibangun dengan tujuan bisnis. Kalau sebelumnya sih, biasanya menjadi pendukung dari website yang memang bertujuan bisnis. Kadang juga diidentikkan sebagai corporate blog, atau blog perusahaan.

Tapi, seiring perkembangan zaman, saya mengamati sih blog bisnis sekarang bisa dipunyai oleh siapa pun, nggak cuma yang sudah punya perusahaan saja.

Banyak pihak-pihak personal yang juga membuat blog bisnis, dan biasanya memang mereka menjual sesuatu melalui blognya tersebut. Sehingga dengan demikian, blog bisnis bergeser arti, menjadi blog yang bisa memberi penghasilan bagi si pemilik blog.

Jadi, Emak yang punya blog dan dimonetize bisa dong disebut sebagai blog bisnis? Bisa.

Emak yang punya usaha rumahan–misalnya crafting–terus ngeblog juga dengan konten yang mendukung usaha tersebut, berarti blog bisnis juga? Iya, bisa.

And you know what, blog bisnis yang dikerjakan dan dikembangkan secara serius bisa banget buat nambah pundi-pundi lo, Mak.

 

Lalu, bagaimana cara paling efisien untuk membangun blog bisnis, sehingga bisa bertumbuh dan bisa makin menghasilkan?

Tip-tip ini juga bisa Emak terapkan untuk blog jenis apa pun sih sebenarnya. Tapi kita akan fokus ke blog bisnis ya.

1. Localize and SEO

Sejak tahun 2018 kemarin, Google memfokuskan search result locally. Jadi jika Emak punya bisnis, maka pastikan Emak selalu menyertakan kota di mana bisnis Emak dijalankan dalam setiap artikel atau update apa pun.

Cari akal, supaya bisa memasukkan nama kota Emak di setiap blogpost, tapi tetap jaga supaya nggak keyword stuffed. Maksudnya ya jangan kebanyakan juga.

Algoritme Google terbaru memang sudah nggak terlalu fokus ke satu keyword yang dipakai oleh penulis konten, tapi ke beberapa varian kata, Mak.

Jadi, selain mencari 1 keyword utama (lebih baik lagi kalau long tail), cari juga 2-3 keyword lainnya sebagai keyword turunan, untuk kemudian bisa digunakan secara bervariasi dalam konten blog.

Ini memang butuh latihan dan niat besar untuk bisa melakukannya secara konsisten sampai bisa lancar gitu, Mak. But, hey, siapa bilang blogging itu kerjaan instan? Yekan?

 

2. Buat list ide konten

Kekuatan seorang blogger (atau penulis) itu sebenarnya ada pada bank ide, Mak. Kalau bank ide kuat, maka mau nulis berapa artikel pun dalam sehari, pasti bisa.

Jadi, coba luangkan waktu untuk membuat list ide konten, Mak. Emak mau bahas apa saja, tentu saja yang sesuai dengan niche/bisnis Emak ya.

Emak bisa membuat list ide konten ini di notes atau agenda. Bisa juga di blogging planner, yang ngehits itu, yang bisa Emak dapatkan di Pinterest 🙂 Atau digitally, Emak bisa memanfaatkan Trello atau Asana yang hampir kayak asisten pribadi. Saya pribadi sih pakai Trello, Mak, dan helpful banget deh buat ngumpulin remah-remah ide 😀

So, brainstorming-lah, Mak. Cuma setengah jam juga bisa kok. Sambil nyuci juga bisa, Mak. Sambil setrika? Bisa juga. Sambil masak? BIsa, tapi ati-ati kalau kelamaan ngelamun, ntar gosong. 😆 Buatlah list ide konten ini sebanyak mungkin. Liar aja, dan tulis semuanya. Nanti kan bisa dipilih-pilih lagi.

Selain sebagai penyimpan ide, bank ide ini juga akan bisa menjaga konsistensi Emak dan juga fokus Emak dalam ngeblog

 

3. Write for your audience

Prinsipnya gini. Bukan “aku pengin nulis apa”, tetapi “pembaca blogku pengin mendapatkan apa dari tulisanku?” Yha, beda ya, ituhhh.

Kalau bukan blog bisnis, maka ya terserah deh bloggernya mau nulis apa. Tapi kalau blog bisnis–blog yang bisa memberikan penghasilan–maka pembaca blog bisa dianggap sebagai calon customer prospektif.

Maka ya mesti disediain itu kebutuhan mereka. Gimana caranya? Ya, coba tanya deh, mereka butuh apa dari kita. Bisa melalui survei, atau polling, atau approach satu per satu juga boleh.

Juga, ingat ya. Meski Emak mengoptimasi blog Emak dengan SEO, tapi teteup ya, don’t write for engine. But, write for your audience. Dan, karena kita akan menulis untuk pembaca blog, maka ya gunakanlah bahasa yang mereka mengerti. Boleh kok dimasukkan juga bahasa-bahasa atau jargon-jargon zaman now. Biar related gitu sama pembaca.

 

4. Tetapkan jadwal publish

Karena bank ide Emak sudah kuat, maka kemudian kita pun bisa menetapkan jadwal untuk publish konten-konten kita. Nggak harus tiap hari posting juga kok.

Google itu prinsipnya asal teratur kapan publish. Misal seminggu sekali, setiap hari Rabu. Atau, setiap weekend, Sabtu pukul 12.00 siang. Lebih presisi, lebih baik.

Jangan sampai nih ya, dalam satu hari posting 5 konten baru. Tapi terus libur sebulan. 😀

Pada dasarnya crawling bot itu “patroli” saban hari setiap waktu. Ia akan mampir di blog Emak, lalu besoknya akan mampir lagi untuk ngecek update. Hingga kemudian dia bisa nitikin kapan waktu ada update di blog Emak. So, provide new update ketika crawling bot itu mampir. Sssttt, dia baperan lo, Mak. Kalau udah dateng ternyata nggak update-an, dia pun ngambek. 😆

Dengan adanya jadwal rutin, dan bank ide yang kuat, Emak bisa lebih konsisten update blog.

Misal, hari ini sudah update kan. Terus liat ke bank ide, mau eksekusi yang mana lagi nih? Sudah pilih satu, maka Emak punya waktu 1 minggu buat nulis kan? 🙂 Seminggu itu cukup banget lo, Mak!

 

5. Dukung dengan media sosial

Jangan lupa untuk menyediakan button-button share ke media sosial di blog bisnis Emak ya. Ini akan memudahkan pembaca untuk share, jika mereka merasa konten Emak bermanfaat.

Kita sendiri juga harus rajin-rajin share konten-konten kita di medsos, tapi jaga supaya nggak spammy. Hati-hati, soalnya platform-platform media sosial makin galak sekarang.

 

6. Berinteraksilah dengan pembaca

Saya pernah nih menemukan satu artikel sponsored post dari blogger luar. Satu artikel tersebut komennya bisa sampai 500-an!

Komen sebanyak itu tuh termasuk obrolan si blogger sama komentatornya PLUS si brand yang nitip “dagangan” di situ. Jadi ada tanya jawabnya sampai panjaaaang. Si blogger memastikan komentatornya bener-bener jelas mengenai produk, begitupun pihak brand-nya.

Pas komentatornya sudah merasa terjawab pun, si blogger-nya masih nanya lagi, “Is there anything else we can do to help?” Sampai nawarin email-emailan! Ckckckck.

Kalau kayak gitu sih, saya percaya banget deh, pageviewnya bisa sampai berapa rebu ituh ya satu artikel doang?

Jadi, siapa hayo yang masih malas bales-balesin komen?

 

7. Build your own community

Ada yang bilang, “Don’t build your palace on someone else’s sandbox.” Artinya, jangan terlalu menggantungkan diri pada tool atau media orang punya.

Maksudnya gimana tuh?

Contoh kasus: Facebook. Mungkin ada yang sudah berhasil bikin Facebook Page dan punya ribuan likers. Tapi begitu Facebook mengubah algoritme (yang sekarang sudah nggak terlalu kondusif bagi publisher di Facebook Page), maka kolaps deh Facebook Page-nya.

Di Instagram juga. Followers sudah banyak. Begitu algoritmenya diubah, langsung deh pada heboh. Engagement turun, follower malah berkurang, dan sebagainya. Betul?

So, growing your social media is important. But building your own community is the key.

Gimana caranya? Bikin mailing list sendiri. Ini krusial banget untuk sebuah blog bisnis. Emak bisa build email list di blog, lalu memberikan newsletter secara periodik pada pembaca setia blog. Bisa pakai Mailchimp, Mak, untuk bikin newsletternya. Silakan digugling soal Mailchimp ini ya, atau kapan-kapan juga boleh kita bahas bareng secara khusus deh ya.

Dengan mailing list sendiri ini, kita bisa mengundang pembaca blog untuk langganan blog. Kalau memang konten kita bermanfaat banget, pasti pada mau deh langganan.

 

Nah itu dia beberapa langkah untuk membangun blog bisnis dan kemudian mengembangkannya. Ada yang mau nambahin? Boleh dong, langsung tulis saja di kolom komen ya!