Salah satu limbah yang langsung terpikirkan ketika ikut event blogger adalah botol air mineral. Eco bricks merupakan solusi yang banyak manfaatnya dari limbah botol air mineral.

Sudah lama saya mendengar dan membaca tentang ecobricks. Tapi melihat wujudnya langsung itu ketika jalan-jalan ke Festival Kesenian Yogyakarta atau FKY. Sayangnya, sudah seharian mencari foto ecobricks tersebut kok tidak ketemu? Anehnya lagi, saya sudah melakukan pencarian google dan twitter tapi tak satu pun muncul. Yang ada ecobricks selain buatan peserta FKY. Padahal waktu itu ecobricks mendominasi bagian selatan festival. Selain itu, ecobricks di FKY unik dan “nyeni”, berbeda dengan ecobricks di tempat lain.

Maklumlah, yang membuat anak-anak ISI (Institut Kesenian Yogyakarta). Sayang sekali publikasi tentang ecobricks ini tidak muncul di dunia maya. Meski begitu, saya tetap ingin menulis tentang ecobricks.

 

Limbah Botol Air Mineral

Limbah botol air mineral di event, gathering atau workshop blogger itu bikin saya geleng-geleng kepala, terutama yang diselenggarakan di hotel. Pernah saya pulang workshop membawa beberapa botol air mineral karena sayang jika saya tinggalkan. Botol yang airnya baru saya teguk beberapa kali itu pasti akan langsung dibuang.

Ya iyalah, siapa yang mau minum sisa saya? Pihak hotel menambahkan botol baru setiap ganti sesi tak peduli yang sebelumnya masih banyak.

Saya paham, mereka hanya bermaksud memberikan pelayanan sebaik mungkin. Tapi tak ada salahnya juga menyajikan air mineral tanpa botol. Toh meski ada botol, tetap disediakan gelas. Bagaimana kalau botolnya ditiadakan, dan pelayanan berkeliling mengisi gelas dengan air dari teko? Sama saja kan dengan berkeliling membagikan botol air mineral? Untuk yang minumnya banyak, penyelenggara bisa berjaga-jaga dengan menyediakan dispenser.

 

Limbah Botol Air Mineral

Ecobricks buatan Bunda Mengajar Kampung Badran

 

Apa Itu Eco Bricks, Limbah Botol Air Mineral?

Eco bricks adalah usaha melestarikan alam dengan memanfaatkan botol plastik bekas yang disusun seperti batu bata. Awalnya memang disusun seperti tembok. Tapi karena orang semakin kreatif, eco bricks bisa menjadi bangku, meja dan hiasan luar ruangan lainnya.

Sebenarnya saya ingin membuat DIY nya tapi ternyata saya tidak punya botolnya. Di RT kami, para ibu menyetorkan botol air mineral bekas ke seorang penanggung jawab. Lalu botol-botol tersebut dibeli oleh pengepul dan uangnya masuk kas ibu-ibu. Lumayan, kan? Sudah jutaan loh meski belum lama mulai. Mau beli air mineral kok rasanya malah menyalahi isi artikel ini sendiri yang berusaha mengurangi limbah. Kami serumah memang sudah membiasakan diri membawa botol atau tumbler air minum sendiri, kecuali jika benar-benar lupa.

Jika kegiatan ibu-ibu di sekitar emak sudah maju, pasti sudah bisa bikin ecobricks deh. Zero waste memang sedang digalakkan dan botol air mineral bekas menduduki peringkat pertama yang ingin dibasmi. Contohnya foto ecobricks paling atas itu saya ambil ketika diajak oleh salah satu brand susu melihat kiprah para ibu di bekas kawasan preman yang sekarang sudah menjadi kawasan yang aman, bahkan ramah anak.

 

Begini cara membuat eco bricks!

  1. Cuci bersih dan keringkan botol air mineral bekas.
  2. Gunting kecil-kecil sampah plastik yang bersih, lalu masukkan ke dalam botol. Gunakan stik untuk mendorong sampah lebih dalam. Meski sampah tersebut bisa dimasukkan ke botol tanpa digunting tapi sebaiknya digunting dulu, agar tampilannya lebih menarik. Saya pernah melihat yang sampahnya hanya digulung dan dijejalkan ke dalam botol. Rasanya dari segi estetika kurang rapi. Umumnya limbah plastik tersebut dicampur warna warni. Tapi jika punya stok dengan warna seragam cukup banyak, akan menarik juga jika dipisahkan atau diselang seling seperti layer. Tergantung kreativitas masing-masing.
  3. Setelah sampah kertas memenuhi botol, tutup, lalu dirangkai sesuai keinginan.

 

Manfaat Eco Bricks

 

Limbah Botol Air Mineral

Sumber: instagram @galuh_lukitasari “Hasil karya ladies Anoraga Cabang XI Yonzipur 16”

Ecobricks bisa digunakan sebagai elemen interior maupun eksterior. Apa nanti rumah kita tidak seperti markas pemulung? Karena itulah, di atas saya sarankan untuk tidak asal mengisi seperti di beberapa video Youtube, tapi gunakan kreativitas.

Karena modalnya kreativitas, maka mau dijadikan apa pun terserah! Tidak ada batasan. Sebagai elemen interior, ecobricks bisa disusun menjadi kursi, meja, rak dan sebagainya. Untuk menyatukan ecobricks tersebut, Emak bisa menggunakan lem silikon yang bisa dibeli di toko bangunan. Itu lo, lem yang digunakan untuk menambal akuarium. Saya kadang menggunakannya untuk menyumbat selang bocor. Emak juga bisa menggunakan lem tembak. Tapi jaga jarak ya, karena kalau terlalu panas, botolnya bisa meliuk.

Sebagai elemen eksterior, ecobricks bisa disusun menjadi tembok, pagar, lanskap taman dan sebagainya. Untuk pemasangan, perlu tambahan semen biar kuat.

 

Nah, lain kali Emak ikut event, jangan tinggalkan botol air mineral Emak ya, meski gratis. Bawalah pulang!

Jika tidak berencana mengumpulkannya untuk dijadikan ecobricks, setidaknya si air mineral tersebut bisa diminum habis. Ingat, masih banyak saudara kita yang belum terjangkau air bersih untuk dikonsumsi, jangan sampai mubazir. Setelah itu, botol kosongnya bisa diserahkan ke pengurus, seperti di RT saya.

***

Lusiana Trisnasari

Narablog di Be Yourself Woman