Tak hanya menggoyang lidah, kuliner Penang dikenal dengan harganya yang murah. Tak salah jika Penang disebut sebagai surga bagi petualang rasa.

Mencicipi Lezatnya Kuliner Penang

Penang atau Pulau Pinang adalah salah satu destinasi wisata populer di Malaysia. Salah satu kotanya, Georgetown dikenal sebagai kota warisan budaya atau World Cultural Heritage Site oleh UNESCO pada 2008. Kota ini memang memiliki banyak bangunan tua bersejarah yang tetap dipelihara sesuai aslinya.

Georgetown melambangkan kekuasaan inggris di Malaysia yang berakhir pada abad ke-18.

Selain kental dengan sejarah, Penang juga memiliki daya tarik seni mural. Berbagai mural karya-karya seniman Ernest Zacharevic tersebar di dinding-dinding bangunan tua Georgetown. Tidak heran jalanan yang banyak berisi mural seperti Armenian Street dan Art Street selalu dibanjiri turis. Tidak sedikit pula terlihat antrian turis untuk berfoto pada mural-mural iconic.

 

Mencicipi Kuliner Penang nan Lezat

Salah satu mural yang populer
Photo by Aqied

Alasan lain ramainya kunjungan wisata di Penang adalah kelezatan kulinernya yang tersohor. Penang dinyatakan majalah TIME sebagai Best Street Food pada tahun 2004.

Misi utama kunjungan saya ke Penang bahkan untuk mencicipi Laksa Penang langsung dari asalnya. Selain Laksa Penang, tentu saya juga mencicipi beberapa kuliner populer lainnya di sini.

Berikut pengalaman jelajah rasa saya selama di Penang

  1. Laksa Air Itam

Pengalaman pertama saya mencicipi Laksa saat di Petaling Street, Kuala Lumpur. Seketika itu pula saya jatuh cinta. Hingga saat kembali ke Indonesia, saya masih belum move on juga. Sedih sekali ketika menemui kenyataan bahwa di Jogja, saya tidak menemukan penjual Laksa Penang. Karena itu ketika tiba di Penang, misi utama saya adalah mencicipi Laksa Penang langsung dari asalnya.

Asam Laksa Penang memiliki perpaduan cita rasa asam dan sedikit pedas. Kuah dari hidangan ini menggunakan kaldu ikan yang kental dan sangat gurih. Kelezatan Asam Laksa didukung pula dengan rempah dan bumbu yang melimpah.

 

Mencicipi Kuliner Penang nan Lezat

Asam Laksa Air Itam
Photo by Aqied

Penyajian Laksa terdiri dari mie yang agak tebal dan kenyal, daun laksa dan daun mint, irisan bunga kantan, bawang dan cabai, ditambah nanas dan guyuran kuah Laksa.

Laksa Air Itam adalah salah satu penyaji laksa legendaris. Sesuai namanya, Laksa Air Itam terletak di Pasar Air Itam yang hanya berjarak 200 meter dari Kuil Kek Lok Si. Meski bukan berupa rumah makan mewah, Laksa Air Itam terlihat tidak pernah sepi. Semangkuk Asam Laksa dihargai 5 RM saja. Tak lupa saya memesan pula segelas es tebu seharga 2 RM untuk menemani makan siang saat itu.

  1. Nasi Kandar Beratur

Pecinta Nasi Padang dengan kuah kari kental, akan mudah jatuh cinta juga dengan Nasi Kandar. Terletak tepa di sisi kiri Masjid Kapitan Keling, Nasi Kandar Beratur sudah memikat banyak lidah sejak 1943.

Mirip dengan nasi padang, Nasi Kandar terdiri dari nasi, sayuran dan guyuran kuah gulai dan kari. Sebagai lauk pendamping, terdapat berbagai macam pilihan seperti ayam, udang, sotong, telur, dan masih banyak lagi. Nasi Kandar Beratur yang otentik buka mulai pukul 22.00 malam hingga pagi.

 

Mencicipi Kuliner Penang Nan Lezat

Nasi Kandar Beratur

Jika traveling ke Penang saat Ramadan seperti ini, Nasi Kandar Beratur dapat menjadi pilihan menu sahur. Atau bisa juga disantap usai menunaikan ibadah Tarawih di Masjid Kapitan Keling. Karena buka di malam hari, saya agak kesulitan untuk mengambil foto.

Pengunjung dapat menikmati kelezatan Nasi Kandar Beratur di meja kursi yang di sediakan sepanjang jalan. Untuk harga yang ditawarkan juga cukup murah. Untuk Nasi Kandar dengan lauk Sotong yang saya pesan, saya cukup membayar 6,5 RM saja.

Di sini, kita juga dapat memilih jenis nasi, apakah nasi biasa atau nasi briyani. Porsi yang disajikan juga cukup besar dan mengenyangkan.

  1. Chicken Briyani Restoran Tajuddin Hussain

Menelusuri kawasan Little India, sayang rasanya jika melewatkan sajian masakan khasnya. Di kawasan ini, kita dapat menemukan banyak street food yang menarik dan menggoda selera. Penang memang dikenal memiliki banyak penduduk India Muslim. Karena itu makanan street food halal dengan harga terjangkau, masih sangat mudah dijumpai.

Sayangnya saya tidak banyak mencicipi street food seperti samosa, laddo, jelebi, hingga martabak dan canai. Saya tiba di kawasan little India saat jam makan siang. Sehingga saya memilih makan besar berupa Nasi Briyani ala India. Salah satu rumah makan India Muslim yang cukup terkenal di kawasan ini adalah Restoran Tajuddin Hussain di Queen Street.

Rumah makan ini cukup luas dan memiliki daya tampung cukup besar. Namun siang itu, saya bahkan kesulitan untuk mendapat kursi. Rumah makan ini memiliki menu spesial harian. Karena malas berfikir, akhirnya saya memesan menu spesial hari itu: Briyani Chicken seharga 10 RM.

Tidak lama pesanan saya datang dan seketika saya terkejut. Sepiring besar nasi briyani lengkap dengan sepotong ayam berukuran jumbo. Tak ketinggalan kuah kari sapi sebagai pelengkap.

Porsi yang disajikan benar-benar besar ditambah potongan ayam jumbo, membuat saya kekenyangan maksimal. Akibatnya, tidak ada ruang lagi di lambung saya untuk berburu streetfood lainnya. Sepertinya satu porsi ini lebih pas untuk dinikmati berdua.

Selain 3 kuliner di atas, masih banyak ragam boga Penang yang menarik untuk dicicipi. Menjelajah Penang tidak hanya dimanjakan dengan kotanya yang artsy, namun kulinernya yang lezat dan murah.

Di Georgetown, saya lebih banyak berjalan kaki hingga menemukan sudut-sudut jalanan dengan bangunan dan mural-mural yang cantik. Tak perlu takut lelah dan lapar, karena Penang punya banyak sekali kuliner untuk dijelajah tanpa membuat dompet terjajah.

***

Mencicipi Kuliner Penang merupakan cerita perjalanan dari Aqied, narablog Aqied Site.