Hai, Mak! Kali ini saya mau ajak diskusi soal page loading speed, alias kecepatan loading blog kita nih, yang memang penting banget untuk optimasi.

Tapi, sebelumnya, tapi mau nanya dulu. Ada yang belum tahu cara mengukur kecepatan loading blog sendiri Buat yang mau coba-coba ukur kecepatan loading blog masing-masing, bisa deh memanfaatkan web pengukur loading situs ini.

Yes, memang kecepatan loading blog merupakan salah satu elemen penting dalam SEO. Ya logikanya, kalau loading blog kita lama, pembaca keburu bete, jadi pergi. User experience jadi jeblok. Sesederhana itu aja sih.

Nah, terus apa yang bisa kita lakukan untuk “membantu” si loading ini biar cepet kalau diakses? Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi loading time ini. Kita lihat satu per satu ya.

 

Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki kecepatan loading blog

 

Kesalahan Blogger Pemula - kecepatan loading blog

1. Optimasi setiap image yang kita pakai dalam blog

Selama ini, foto yang bagus itu biasanya adalah yang beresolusi tinggi. Betul nggak, Mak? Biasanya sih, keluar dari kamera mirrorless, langsung deh upload. Tanpa diresize agar sesuai dengan kemampuan internet.

Nah, inilah yang biasanya menjadi permasalahan pertama dan jamak terjadi di blog-blog kita sehingga menyebabkan kecepatan loading-nya lambat.

So, saya sarankan Emak-Emak untuk me-resize dulu foto-foto yang akan diupload, Mak. Memang sih yang bagus itu yang gede, tapi bukan berarti berlebihan gedenya. Kita sedang bikin konten untuk internet, ya kan? Yang akan dilihat melalui layar laptop maupun handphone. Bukan untuk dicetak jadi buku, apalagi baliho.

Jadi, nggak perlu terlalu gede.

Misalnya nih, untuk diupload itu resolusinya cukup 72 dpi atau paling pol 150 dpi. Nah, foto keluaran dari kamera itu bisa sampai 500an dpi. Memang besar, karena kan siapa tahu dibutuhkan untuk dicetak, jadi produsen kamera menyediakan resolusi terbaik. Tapi, kita kan nggak butuh yang sebegitu besarnya. 150 dpi sudah bagus banget dipasang di blog.

Begitu juga kalau Emak misalnya ambil dari Pixabay, atau situs penyedia free image yang lain. Kan disediakan berbagai pilihan size tuh. Nggak perlu ambil yang paling gede, Mak, karena akan berpengaruh pada kecepatan loading blog.

Nah, ada beberapa saran nih terkait image di blog:

  • Untuk ngompres ukuran image, Emak bisa memanfaatkan tinypng.com ini nih, Mak. Free online tool ini. Gampang dipakai. Hasil kompresannya biasanya sih kompatibel.
  • Kalau Emak pakai wp self-hosted, bisa instal plugin Smush Image Compression and Optimization. Dia bisa ngompres image tanpa kehilangan kualitas imagenya. Boleh dicoba, Mak.

 

2. Hati-hati pemakaian plugin pada blog-blog wordpress self-hosted

Kadang untuk meringankan dan memaksimalkan kinerja blog, kita pun menggunakan banyak plugins. Tapi kalau terlalu banyak plugins yang terpasang, ini ngaruh banget ke kecepatan loading blog kita, Mak.

Jadi, coba dicek lagi deh ya. Kira-kira pake plugins-nya kebanyakan enggak, ada yang pernah instal terus nggak dipakai? Atau teliti, barangkali sekarang Emak pakai misal 3 plugin utk GA, keyword, dan sitemap yang berbeda. Padahal ada 1 plugin yang bisa meng-cover semua, Yoast SEO, misalnya.

Nah, jadi coba lakukan riset. Kira-kira ada plugin yang lebih lengkap dalam 1 paket enggak? Mendingan pakai 1 plugin yang lebih lengkap ketimbang beberapa plugin “kecil”.

 

3. Invest in a better theme

Yes, template juga berpengaruh ya, Mak, ke kecepatan loading blog. Template yang terlalu krodit alias ramai, banyak gambar ina inu, banyak aksesori, otomatis akan lebih lambat ketimbang template blog minimalis yang clean.

Ini juga yang menyebabkan template-template minimalis dan responsif semakin digemari akhir-akhir ini. Kalau dulu sih, saya ingat, aksesori dan segala macam bling-bling di blog itu bikin keren deh.

*Tahun kapan itu, Mak?*
*Dulu, Mak. Sebelum negara api menyerang.*

Yha!

Sekarang bikin berat di ongkos eh loading, Mak. Jadi mendingan pilih saja template yang minimalis dan clean. Tapi tentu saja, tetap harus sesuai dg selera dan personality Emak ya! Kan itu “rumah” Emak. Hanya saja, keep it simple aja deh semaksimal mungkin.

Yep, buat saya pribadi, template itu semacam investasi. Jadi meski milihnya seberat milih jodoh #eh tapi ya mendingan bener-bener mesti dengan saksama deh. Bisa memang bongkar beberapa kali sampai ketemu yang benar-benar pas.

 

4. Teliti sidebar

Biasanya nih, yang “menerima” beban berat selain pada postingan, adalah sidebar. Karena, kadang, segala macem ada di sana. Bahkan panjangnya sidebar bisa lebih panjang dari postingannya sendiri. 😆

Yaaaa, ini nggak papa juga. Tapi bisa jadi ini berpengaruh ke kecepatan loading blog juga, Mak. Apalagi kalau banyak image ditaruh di sidebar.

Coba dilogika ya. Misal di sidebar ada 20 banner. Nggak tahu deh banner apa aja, ada di sana. Setiap kali nge-load, misalnya ngeklik ke satu artikel ya, dia akan harus “terbebani” oleh 20 banner. Ngeklik artikel lain lagi? 20 banner lagi.

Kasian amat yak?

Jadi, coba dicek lagi, apa saja yang memang penting diletakkan di sidebar? Kalau ada yang bisa dipindah ke menu utama di atas, pindah aja deh. Kayak kategorisasi label, kalau di menu utama sudah ada, ya nggak usah taruh di sidebar lagi.

Terus, perlu nggak sih kita menaruh semua banner di sidebar? Atau bisa dijadikan satu dalam satu laman khusus?

 

5. Hindari mengunggah video langsung di blog

Video yang langsung ditaruh di blog ini akan sangat memperlambat kecepatan loading blog. Jadi jangan upload video langsung ke blog ya.

Tapi, kalau Emak mau memasukkan konten video ke dalam blog, Emak bisa menggunakan host di luar blog. Youtube, misalnya. Atau di Instagram juga bisa, kalau kurang dari 1 menit. Terus, baru embed atau sematkan ke blog.

Ini akan menjadikan kecepatan loading blog kita jadi lebih ringan, Mak, ketimbang langsung upload ke blog.

 

Nah, itu dia 5 hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kecepatan loading blog kita.

Memang bakalan nambah kerjaan panjang kita kalau mau publish artikel ya? Tapi kalau bisa bikin perform dengan prima, ya kenapa nggak dilakukan kan?

Semoga bermanfaat ya, Mak!