Kemajuan teknologi di era digital seperti sekarang ini, tentu saja berdampak juga pada layanan publik, salah satunya adalah layanan keungan. Dulu, untuk transaksi perbankan kita harus ke kantor cabang bank, kini menyesuaikan. Tidak perlu lagi ke kantor bank, cukup dengan layanan mesin seperti Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Aktivitas menabung pun, bergeser menjadi menabung online yang terpercaya. Segala aktivitas transaksi perbankan dapat dilakukan lewat genggaman.

Menabung Online yang Terpercaya

Namun semakin banyak kemudahan, kita sebagai customer kemudian dihadapkan dengan terlalu banyak pilihan hingga bingung memilih tabungan online yang sesuai kebutuhan. Selain memiliki fitur dan layanan yang cocok dengan kebutuhan kita, tak kalah pentingnya adalah bagaimana memilih tabungan online yang terpercaya. Tentu kita ingin uang yang dikumpulkan dengan kerja keras, berada di tempat yang aman, bukan?

Karena itu ada baiknya mempertimbangkan hal-hal berikut saat berencana menabung online yang terpercaya :

 

  1. Pilih Tabungan Online dari Lembaga yang Kredibel

Sebagaimana tabungan reguler, kita dapat memilih menabung di berbagai lembaga. Baik resmi seperti bank, ataupun tidak resmi seperti tabungan PKK. Pada tabungan online pun ada bermacam-macam lembaga yang mengelola. Tentunya semakin kredibel lembaga keuangan yang mengelola, semakin memberi rasa aman pula bagi pemilik rekening.

Berikut contoh 3 jenis lembaga keuangan yang mengelola tabungan online:

 

Menabung Online yang Terpercaya

a. Bank,

Tabungan online yang dikelola oleh bank saat ini misalnya Jenius dari Bank BTPN dan Digibanks dari Bank DBS. Kelebihan tabungan online yang dikelola oleh bank tentu lebih terjamin dari segi keamanan.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1999, setiap bank di Indonesia wajib menjaminkan dana masyarakat yang disimpan dalam bank tersebut. Jadi setiap dana nasabah bank tentunya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)sesuai ketetapan Undang-Undang.

Selain nominal tabungan yang dijamin hingga 2 Milyar rupiah, bank juga merupakan lembaga yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK RI). Jadi tidak perlu khawatir tentang keamanan tabungan online yang dikelola oleh bank.

b. Koperasi,

Selain tabungan online yang dikelola oleh bank, ada pula simpanan online yang dikelola koperasi, misalnya Sobatku. Simpanan Online ini dikelola oleh Koperasi Simpan injam (KSP) Sahabat Mitra Sejati. Karena berbadan hukum koperasi, Simpanan jenis ini tunduk pada Undang-undang Perkoperasian, dan diawasi oleh Kementrian Koperasi dan UMKM.

Sebagai berada dalam pengawasan Kemenkop UMKM, koperasi sebagai lembaga keuangan juga dalam operasionalnya diawasi oleh OJK RI. Dengan demikian, dapat memberi rasa aman bagi customer.

c. Reksadana,

Berbeda dengan tabungan dan simpanan yang cenderung pasif, ada juga tabungan online yang mengkombinasikan dengan investasi. Jenis tabunganini menggunakan skema penempatan dana langsung ke Reksadana Pasar Uang (RDPU). Namun saldo yang disimpan dapat juga digunakan untuk transaksi keuangan lainnya seperti pembayaran, pembelian, dan transfer dana.

Misalnya IPOTPAY yang dikelola oleh PT Indo Premier Sekuritas. Indopremier merupakan perusahaan penyedia jasa keuangan terintegrasi di bidang pasar modal. Sebagai perusahaan sekuritas, maka Indopremier bergerak berdasarkan izin Badan Pengawas Pasar Modal (Bappepam) dan pastinya diawasi pula oleh OJK RI. Sehingga lebih aman dan menguntungkan.

  1. Jaga Keamanan Rekening

Pihak penyedia jasa tentu sudah berusaha membuat sistem keamanan rekening dengan baik. Namun kita sebagai pemilik rekening yang susah payah mengisi saldo, juga harus turut serta menjaga keamanan tabungan kita.

Gunakan password yang aman dengan tidak memilih kata-kata password standar. Kata kunci standar seperti ‘password’, ‘qwerty’, ‘abc123’dan kombinasi password standar lainnya sebaiknya dihindari. Begitu juga menggunakan nama sendiri dan tanggal lahir sangat tidak dianjurkan. Setelah memilih password yang aman, untuk alasan keamanan ada baiknya melakukan update password dan pin secara berkala.

Selain memilih password dan PIN yang aman, pastikan tidak memberikan informasi akses lainnya kepada pihak lain. Seperti kode OTP, sms otorisasi, atau email verifikasi yang dikirimkan pihak penyedia tabungan online. Begitu juga ketika ada email mencurigakan atau permintaan log in di luar aplikasi resmi.

Tidak ingin bukan, tabungan yang dikumpulkan dengan sungguh-sungguh jatuh ke tangan orang lain akibat keteledoran kita sendiri?

 

  1. Pertimbangkan Biaya-biaya Tabungan

a. Biaya administrasi

Sudah jamak diketahui adanya biaya administrasi bulanan di kebanyakan tabungan reguler. Pada beberapa bank bahkan ada pula biaya administrasi tambahan seperti biaya kartu, internet banking, mobile banking, bahkan biaya penalty jika saldo di bawah saldo minimum. Dengan begini, alih alih saldo bertambah, yang ada malah habis digerus biaya-biaya rutin.

Karena itu, elemen biaya-biaya rekening perlu menjadi pertimbangan. Saat ini, menabung online yang terpercaya, yang bebas biaya bulanan sudah tidak sulit lagi ditemukan. Misalnya pada Jenius, Sobatku dan Ipotpay tidak membebankan biaya administrasi bulanan. Mungkin terlihatnya hanya menghemat beberapa ribu saja, tapi coba hitung total biaya administrasi dari semua rekening yang kita punya. Bisa lumayan lho untuk tambahan beli beras dan minyak goreng.

 

Menabung Online yang Terpercaya

b. Biaya per transaksi

Sudah memilih biaya administrasi terminim atau bahkan yang gratis, jangan lupakan pula biaya lainnya. Rata-rata tabungan online memiliki fasilitas pembayaran dan transaksi. Ketahui dulu transaksi apa yang sering kita gunakan. Misalnya untuk tarik tunai, pembayaran tagihan-tagihan, mengisi pulsa, top up saldo uang elektronik, atau belanja online.

Pilih tabungan online yang memiliki fasilitas sesuai kebutuhan transaksi rutin kita, dan perhatikan biaya-biaya untuk tiap transaksi. Biasanya tiap tabungan memiliki biaya-biaya yang bervariasi, ada pula yang bahkan gratis. Informasi mengenai biaya-biaya dan layanan transaksi ini bisa kita baca dahulu sebelum membuka rekening.

Misalnya biaya isi pulsa untuk provider A gratis, namun ternyata kebutuhan pulsa kita malah provider B yang berbiaya tinggi. Maka gratis biaya isi pulsa provider A tidak perlu jadi pertimbangan.

 

  1. Return atau Bunga Simpanan yang Menguntungkan

Siapa sih yang tidak senang ketika uang tabungannya dapat menghasilkan return? Biasanya bunga tabungan tidak terlalu besar karena tabungan memang bukan investasi. Selain itu juga sesuai ketentuan pemerintah, bunga tabungan masih dikenakan pajak 20%.

Jadi jangan langsung menerima mentah-mentah bunga yang ditawarkan bank  100% sama dengan yang akan diterima nanti. Tetapi harus dikurangi dulu dengan pajak sebesar 20%, sehingga bunga atau bagi hasil yang diterima nasabah sebesar 80%.

Misalnya pada tabungan online Flexi Saver Jenius oleh Bank BTPN yang menawarkan bunga 5% pertahun. Ini berarti bunga yang diterima nasabah setelah dikurangi pajak sebesar 4% per tahun (5%*80%=4%). Jika dibreakdowntiap bulan maka bunga tabungan yang diterima per bulan sebesar 0,33%.

Berbeda dengan bunga pada tabungan, untuk returndari reksadana tidak dikenakan pajak. Misalnya Ipotpay yang menempatkandana secara otomatis di reksadana pasar uang, sehingga returnyang diperkirakan pada kisaran 7-9% per tahun (gross) tidak lagi dikurangi pajak.

Tentunya ke-4 hal tersebut tidak dapat kita ketahui jika malas membaca informasi masing-masing layanan tabungan online. Sebagai customer cerdas, pastikan kita sudah membaca dan mengerti dahulu tentang layanan yang akan kita gunakan ya. Dengan membaca term of reference atau bahkan hingga FAQ, kita akan lebih tau tabungan online mana yang terpercaya dan memiliki fasilitas sesuai yang dibutuhkan.

Dari penjelasan di atas, sudah tahu dong ya menabung online yang terpercaya dan sesuai dengan kebutuhan kita, yang bagaimana?

***

Blogpost oleh Aqied Shohiha, narablog di Aqied Site.