Hola, Emak kesayangan! Kali ini saya mau ajak ngobrol soal bikin konten interview nih, Mak.

Adakah yang di blognya udah ada konten jenis ini? Nah, belum banyak kan ya? Makanya, coba yuk, kita tambahkan jenis konten interview ini di blog kita. Manfaatnya ada banyak lo. Yuk, kita lihat ya.

Konten interview memungkinkan kita bisa memperkenalkan sang interviewee (pihak yang diinterview) pada audience kita, pun kita bisa kenal dengan audience si interviewee–apalagi kalau nanti si interviewee juga share hasil interviewnya di media sosial maupun blognya.

Selain itu, konten interview memungkinkan kita belajar hal baru dari sang interviewee. Begitu pula dengan pembaca blog kita, Mak. Konten jenis ini juga merupakan salah satu ajang bersosialisasi bloger, di samping berkomunitas, blogwalking, dan guest blogging.

Nah, lalu bagaimana memilih interviewee yang pas? Yang bisa “merebut perhatian”? Ada nih, beberapa tipnya.

  • Pilihlah mereka yang pas dengan niche blog atau topik blog Emak secara umum. Ya, supaya nyambung ya, Mak. Pas juga untuk audience blog yang sudah ada.
  • Pilih mereka yang ahli di bidangnya, terutama kalau Emak bertujuan untuk mendapatkan insight baru akan satu topik. Ngobrol sama ahlinya pastinya kan akan lebih baik ketimbang hanya di permukaan saja kan?
  • Pilih mereka yang punya opini atau pemikiran antimainstream. Nah, ini kesempatan langka dan bagus untuk menyelami pemikiran atau pendapat yang baru dan berbeda nih, Mak.

Nah, kalau sudah ketemu dengan interviewee yang tepat, bisa mulai deh interviewnya, Mak.

Interview bisa dilakukan via apa saja sih. Misal, via email, atau WhatsApp juga bisa.

Nah, tapi, ini kalau interviewee-nya juga bisa atau suka menulis sih nggak masalah. Masalahnya kadang orang yang pengin kita interview itu adalah orang yang tak terbiasa menulis, atau orang yang sibuk banget sampai nggak sempat nulis. Terus gimana dong? Batalin aja gitu interviewnya?

Wah, ya jangan. Kalau memang kontennya menarik dan oke banget ya sayanglah dilewatkan kesempatannya, Mak. Cobalah untuk bikin interview via telepon atau video call. Pastinya ini akan lebih baik nih. Lalu, sekalian direkam deh.

Memang interview yang dilaksanakan via telepon/video call akan butuh usaha ekstra ya, lantaran kita kemudian harus bikin transkripnya. Tapi kalau memang nanti isi interviewnya memang oke, ya harus nih usaha lebih ekstra.

 

Pertanyaan apa saja yang oke untuk dilontarkan untuk membuat konten interview?

Nah, untuk pertanyaannya, memang tergantung pada topik yang ingin diangkat bersama interviewee ya.
Tapi ada beberapa hal nih yang bisa jadi pedoman.

  1. Apa yang memicu interviewee melakukan/berpikir yang sekarang ia lakukan/pikirkan. Misalnya, mau interview seleblog. Nah, apa sih yang dulu membuatnya jadi pengin ngeblog?
  2. Apa yang biasanya dilakukannya atau minta ia menjelaskan pemikirannya. Misalnya, masih untuk seleblog nih, bagaimana ritual ngeblog yang biasa ia lakukan? Atau bagaimana biasanya ia mendapatkan ide untuk menulis?
  3. Apa saja kesulitan yang dihadapi? Kan selalu ada ups and downs untuk segala sesuatu.
  4. Abis ditanya kesulitan, tanyakan apa yang bikin dia bahagia akan kegiatannya, atau yang bikin dia puas pada pemikirannya. Intinya, sisi positif dari aktivitas yang dilakukannya apa?
  5. Minta tip-tip oke darinya. Pastinya interviewee punya beberapa tip oke ya, yang bisa diaplikasikan. Siapa tahu ada orang lain yg tertarik juga kan.

Nah, Emak bisa juga memancing pertanyaan lain seiring interview berjalan, dari jawaban-jawaban yang diberikan oleh interviewee. Pokoknya pepet terus, Mak, jangan kasih kendor!

Kalau sudah selesai semuanya, boleh deh mulai direkap dan dikemas dengan apik menjadi konten interview yang utuh, Mak. Jadi artikel tanya jawab nan oke.

Misalnya kita wawancara untuk konten di blog pribadi, perlu kasih sesuatu gitu nggak ya sebagai imbalan? Nah, ini sih terserah Emak nih. Kalau sejauh yang saya lakukan sih–baik meng-interview ataupun jadi interviewee (eciyeee)–nggak ada imbalan sih. Pada dasarnya orang-orang suka kok berbagi, apalagi ada “bau-bau” promosi gratis untuk dirinya sendiri. Tapi, boleh aja kalau mau kasih.

Itu dia beberapa tip untuk membuat konten interview di blog ala saya. Mungkin ada yang punya tip lain, ataukah ada yang mau diskusi or bahas lebih lanjut, hayuk yuk, ditulis di kolom komen ya!