Melangsing. Mungkin bagi banyak orang, bukan hal yang cukup pantas untuk berada dalam daftar prioritas. Dulu saya juga. Apalagi sejak bayi hingga remaja tak pernah ada masalah dengan berat badan berlebih, bahkan terkadang justru terlampau kurus. Pandangan saya berubah sejak masalah demi masalah kesehatan dialami Ibu saya yang bertahun-tahun kegemukan. Mulai dari skoliosis, osteoarthritis, diabetes, hingga terakhir neuropathy. Demikian juga setelah melihat dan memperhatikan fakta-fakta di kalangan teman-teman.

Kegemukan bukan hal yang semata-mata perlu dipandang dari sisi estetis, ada yang juga tak kalah penting, yakni aspek kesehatan. Kegemukan menyimpan berbagai potensi masalah kesehatan. Sebaliknya, langsing yang dicapai dengan cara-cara yang benar memberikan dampak positif terhadap kesehatan. Melangsing dengan cara konsisten ber-Food Combining, misalnya. Ini adalah salah satu cara yang efektif.

Food Combining, Diet atau Bukan?

Ada yang ngotot mengatakan, FC itu bukan diet. Jadi sebenarnya apa? Tergantung pada definisi diet yang diyakini. Jika meyakini diet sebagai pembatasan porsi makan, tentu food combining tak dapat dikatagorikan diet. Karena dalam FC tidak ada prosedur menakar-nakar makanan. Pelaku food combining bisa bebas makan hingga kenyang dengan wajar, tanpa khawatir kelaparan.

Namun, jika memandang diet sebagai suatu cara pengaturan pola makan, ya food combining bisa disebut diet. Intinya, food combining menyarankan pengaturan makanan dengan mengikuti proses alami  dalam tubuh. Dalam food combining, porsi hanya diukur melalui sinyal tubuh. Ketika kita mengunyah dengan baik, makan dengan tenang, lalu perut memberi sinyal kenyang, maka batas itulah yang dianggap porsi terbaik yang dibutuhkan tubuh saat itu.

Prinsip-prinsip Pengaturan Makan dengan Fooc Combining

Irama Sirkadian

Food combining mengatur pola makan berdasarkan irama sirkadian tubuh. Dalam hal pencernaan tubuh memiliki ritme tertentu. Pagi hingga pukul 12 siang adalah fase buang. Dalam fase ini proses yang aktif adalah proses pembuangan sisa-sisa metabolisme. Maka dalam fase ini pelaku FC mengasup makanan mudah cerna, untuk memfokuskan energi lebih dominan pada proses buang.

Usai fase buang, hingga 20.00 malam adalah fase cerna. Pada waktu inilah biasanya dikonsumsi makanan padat. Lepas pukul 20.00 biasanya pelaku FC sudah tak lagi makan. Tubuh disiapkan untuk fase serap.

 

Food Combining, Diet Sehat Tanpa Lapar Efektif Melangsingkan Badan

Asam Basa

Bukan makanan berasa asam, akan tetapi setelah dimetabolisme di tubuh, apakah jenis makanan tertentu membentuk kondisi asam atau justru basa. Nah, konsep ini dipegang sebagai panduan, bahwa dalam makanan sehari-hari haruslah lebih dominan pembentuk basa yakni sayuran dan buah segar.

Kondisi basa adalah suasana dalam tubuh yang sehat. Saat kondisi dalam tubuh kita cenderung asam, maka berbagai keluhan akan muncul. Bahkan, jika berlarut-larut akan membawa dampak serius. Maka pelaku food combining sangat senang mengasup banyak buah dan sayur segar sebagai pembentuk basa.

Prinsip Kombinasi Serasi

Dalam food combining dikenal padu padan serasi. Paduan yang tak serasi akan dihindari. Kombinasi karbohidrat dengan protein hewani misalnya, ini sangat dihindari. Mengapa? Enzim pencerna keduanya tak dapat bekerja dalam satu kondisi dan waktu. Perpaduannya akan menyebabkan pencernaan yang tidak sempurna, pada akhirnya menghasilkan sampah metabolisme yang diyakini memberi pengaruh buruk.

Tips Praktis Ber-Food Combining

Sederhananya, seperti inilah pengaturan makan-minum menurut pola food combining yang banyak dilakukan:

Jeniper

Jeruk nipis peras alias jeniper, adalah minuman pembuka hari. Diminum sesaat setelah bangun tidur dengan salah satu tujuan untuk penyegar liver yang semalam telah bekerja keras membuang racun. Bagian ini kerap bikin ngeri bagi yang belum terbiasa. Kekhawatiran akan sakit perut, terutama bagi yang memiliki masalah dengan pencernaan. Jika memang masih khawatir, skip saja bagian ini hingga benar-benar punya keberanian melakukannya.

Sarapan Buah

Bagian ini bertentangan dengan kebiasaan umum, dimana buah biasa dijadikan pencuci mulut setelah makanan utama. Mengkonsumsi buat terbaik justru dalam perut kosong di pagi hari. Ini juga sesuai dengan ritme sirkadian tubuh. Buah yang merupakan substansi mudah cerna dipilih sebagai sumber energi siap pakai di waktu pagi di mana tubuh berkonsentrasi pada fase buang.

 

Food Combining, Diet Sehat Tanpa Lapar Efektif Melangsingkan Badan

 

Makan siang

Pelaku Food Combining juga makan nasi/karbo, kok. Meski masih banyak yang mengira FC-er hanya makan sayur dan buah. Bedanya, dalam FC dikenal kombinasi serasi dan tak serasi. Pilihan makan siang bisa menu protein, bisa juga menu pati/karbo. Jika memilih menu protein, Anda tinggal memadukan protein hewani dengan sayuran. Sayuran segar lebih diutamakan. Namun jika Anda ingin memilih menu pati, Anda dapat mengkombinasikan karbohidrat (misalnya nasi) dengan lauk protein nabati ditambah dengan sayuran.

Kudapan sore

Soal kudapan, ada yang memandang opsional saja. Namun, ada juga yang menganggap ini penting untuk memasukkan nutrisi secara bertahap ke tubuh. Pilihannya bisa kacang-kacangan (jangan digoreng) cukup segenggam saja. Bisa pula dipadankan dengan aneka teh rempah. Tanpa gula pasir tentu saja.

Makan malam

Untuk makan malam disarankan tidak melewati pukul 20.00 malam. Anda bisa memilih menu karbo. Tidur tidak terlalu malam juga dipandang sangat penting. Selain untuk memastikan proses serap berjalan dengan baik, proses detoksifikasi juga.

Nah, seperti itulah pengaturan makan dengan cara food combining. Untuk tujuan melangsing, cara seperti ini membebaskan kita dari rasa lapar. Sehingga tidak tersiksa ketika dalam proses melangsing. Anda mau mencoba?

(Widyanti Yuliandari – Pecinta makan sehat, blogger dan penulis buku – www.widyantiyuliandari.com)