Ada yang suka makan Coto Makassar? Ih, banyak yang ngacung!

Memang ya, Coto Makassar ini makanan khas tradisional yang menasional ya, Mak? Semua orang pasti sudah tahu deh, kalau makanan enak satu ini berasal dari Makassar. Tapi sepertinya mudah ditemukan dari Sabang sampai Merauke lantaran begitu menasionalnya.

Tahu nggak sih, Mak? Coto Makassar ini konon sudah ada sejak zaman Kerajaan Gowa di abad ke-16 lo! Katanya ya, di zaman dulu, ada perbedaan antara Coto Makassar yang dihidangkan untuk keluarga kerajaan, dengan Coto Makassar yang dimakan oleh rakyat jelata. Kalau yang disajikan untuk keluarga kerajaan terdiri atas daging sapi tenderloin dan sirloinnya. Sedangkan Coto Makassar untuk rakjel–alias rakyat jelata–biasanya berisi jerohan.

Hahaha. Sekarang tentunya sudah enggak begitu lagi. Siapa saja boleh menyantap hidangan dengan bagian mana pun dari sapi. Bahkan banyak juga warung yang memberikan pilihan pada konsumennya, mau dihidangkan dengan daging atau jerohan.

Kalau Emak, suka yang mana, Mak?

Kebetulan nih, kali ini ada resep Coto Makassar nih yang mungkin bisa Emak coba untuk masak sendiri di rumah. Meski mungkin butuh waktu agak lama, demi mendapatkan daging atau jerohan yang empuk hasilnya, tapi ternyata cara membuatnya enggak serumit yang dibayangkan lo.

Mau coba, Mak? Cus, langsung masak aja yuk!

 

Resep Coto Makassar

Resep Coto Makassar

Bahan:

¼ kg daging

¼ kg babat

sesuai selera lidah sapi

¼ kilogram hati sapi (atau sesuai selera juga)

otak sapi, sesuai selera

 

Bumbu:

2 ons kacang tanah

1 ons wijen

1 ons tauco

¼ ons ketumbar

1 sdm merica

1 sdt pala

10 siung bawang merah

3 siung bawang putih

Salam, serai, dan lengkuas secukupnya

Garam, bumbu penyedap secukupnya

 

Pelengkap:

Jeruk nipis

Seledri

Bawang goreng

Sambal cabai

 

Cara membuat:

Daging dan bahan-bahan lainnya dicuci bersih, lalu direbus bersama garam, lengkuas, daun salam dan serai.

Kacang tanah digoreng sangan sampai kuning, lalu ditumbuk jadi satu dengan wijen yang juga sudah digongseng tetapi jangan terlalu halus.

Bumbu-bumbu lainnya digiling halus.

Apabila daging dan bahan lainnya sudah empuk, angkat dari rebusannya. Setelah diangkat, masukkan bumbu-bumbu yang sudah digiling halus dan juga kacang tanah, wijen yang sudah ditumbuk tadi ke dalam air kaldu. Juga masukkan tauco, rebus sampai mendidih.

 

Cara menyajikan:

Daging dipotong-potong persegi kecil, masukkan ke dalam mangkuk dengan ditaburi bumbu pelengkap. Siram dengan air kuah kaldu yang panas.

Makan bersama ketupat atau buras.

 

Nah, gimana, Mak? Cukup mudah kan ya? Mau coba sekarang, Mak? Cusss! Semoga keluarga suka ya!