Hai, Mak! Sekarang kita ngobrolin soal gimana cara memilih template blog yuk!

So, yang terjadi nih, kebanyakan dari kita saat mau memilih template blog itu lebih banyak mempertimbangkan diri sendiri. Biasanya milih karena sendirinya sendiri suka. Haha. Iya apa iya?

Emangnya salah?

Ya enggak salah sih. Sama sekali nggak salah kok. Cuma, sebagai seorang penulis blog, tentu kita tak hanya memikirkan diri sendiri ketika sedang menulis. Bener nggak, Mak?

Maksudnya, begini. Apa sih tujuan kita menulis di blog? Kalau tujuannya adalah berbagi, baik berbagi ilmu, berbagi pengalaman, berbagi perasaan aka curhat, maka tentulah kita mengharapkan ada pembaca yang sudi mampir ke blog kita. Nah, jika memang hendak berbagi, maka ada baiknya Emaks memosisikan diri Emaks sebagai pembaca blog, selain sebagai penulis blog sendiri.

Maksudnya, kadang Emaks menulis dan mendekorasi blog yang menurut Emaks enak dan nyaman. Tapi, pernahkah terpikir, bahwa mungkin saja pengunjung blog berpikiran lain?

Nah, itu dia. Mengapa kita mesti saksama dalam memilih template blog. Tambahan lagi, pemilihan template yang tepat juga bakalan bisa mendongkrak performa kita di mata Google lo.

Jadi jangan sampai nih kejadian. Udah bikin kontennya cetar irresistible, ehhh … template-nya malah nggak support. Nggak SEO friendly. So, jangankan merangkak ke pejwan. Keindex aja enggak. Kan sedih 🙁

 

Lalu, apa saja yang mesti kita perhatikan atau lakukan dalam memilih template blog yang pas?

Tip Memilih Hosting untuk Blog yang Tepat

1. Pastikan dulu apa saja kebutuhan kita

Karena kebutuhan ngeblog kita ini biasanya sih beda-beda. Meski sama-sama buat ngeblog, tapi dari tujuannya aja mungkin udah berbeda satu sama lain.

Jadi, lebih baik petakan dulu deh kebutuhan kita sebelumnya, baru mencari template blog yang diinginkan.

So, butuh apa nih? Mau berapa kolom? Apa mau punya custom menu? Buat yang di Blogspot, barangkali pengin ada menu kategori di bagian bawah header? Pengin custom background? Butuh slider enggak? Dan seterusnya.

Nah, kan jadi keliatan nih butuhnya template blog yang kayak gimana. Baru deh mencari template yang paling mendekati dengan maunya kita.

Iya, untuk langkah yang pertama ini, kita bisa sesuaikan dulu dengan mau dan kebutuhan kita, Mak. Bagaimanapun kan kita nanti yang akan mengelola sendiri blog kita kan? Jadi, kita suka apa enggak, itu tetap jadi prioritas.

Tapi jangan berhenti di “kita suka atau enggak”. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas tadi, pembaca blog harus juga dipikirkan kebutuhannya.

Karena itu, kita ke hal kedua yang harus dipertimbangkan.

 

2. Pilih tampilan berlatar terang

Ini erat kaitannya dengan kenyamanan para pembaca blog saat membaca.

Kalau blog kita berlatar gelap, mata yang baca itu akan lebih sering harus berkedip lantaran menyesuaikan diri dengan yang gelap itu. Makanya akan lebih cepat capek. Nggak nyaman kan jadinya? Bisa-bisa sebelum artikel blog kita dibaca, si pembaca udah lelah dan milih cabut. Huhuhu. Yahhh, nggak mau baca sampai akhir deh.

Karena itu, hal ini juga harus diutamakan. Jangan milih latar gelap. Kasihan pembaca blog Emak.

Untuk color scheme, atau skema warna, nah, ini bisa disesuaikan dengan selera Emak. Tapi usahakan jangan main tabrak warna. Mentang-mentang asal terang, lalu milih bekgron hijau muda dengan tulisan merah, misalnya. Aduh, tetap saja, nggak nyaman, Mak.

Lebih baik cari padu padan yang soft ya. Coba cari warna-warna pastel, kalau mau yang gaya chic dan elegan. Kalau mau warna netral, ya pilih saja warna yang bener-bener netral. Background putih tulisan hitam, lalu ada warna biru tua sebagai skema warna utama, misalnya. Atau bisa juga ada sentuhan abu-abu.

 

3. Memilih template blog yang responsif

Artinya layout template yang kita pilih bisa menyesuaikan secara otomatis dengan device yang dipakai oleh pembaca blog. Misal, mereka pakai desktop, ya tampilan penuh semonitor laptop. Kalau aksesnya via hape, ya bisa otomatis menyesuaikan. Jadi lebih sempit dan simpel.

Nah, gimana caranya tahu theme atau template blog yang kita pakai responsif apa enggak?

Well, biasanya sih di detail templatenya akan disebutkan kalau responsif, Mak. Jadi, coba baca detail template blog sebelum mengunduhnya. Kalau nggak menyebutkan ‘responsive’ ya mendingan cari yang disebutin aja.

Nah, kalau template-nya udah dipasang sih, Emak juga bisa ngecek responsif apa enggak. Coba ke Responsive Website Design ini ya. Coba dilihat di berbagai device. Oke nggak?

Hal ini penting karena erat kaitannya juga dengan kenyamanan pembaca. Kalau template blog kita enggak responsif, saat ada pembaca yang membaca dari hape, layoutnya akan otomatis mengecil supaya bisa tercakup semua di layar hp yang sempit. Untuk baca, pembaca mesti geser-geser layout blog kita kalau mau liat sisi sebelah kanan.

Duh, kayak gitu tuh nggak nyaman bangetlah ya.

 

4. SEO friendly

Nah, baik template gratisan, berbayar, atau yang dipesan secara customized sekalipun, pastikan semua template blog yang akan kita pakai tuh SEO friendly ya. Dilengkapi meta title, meta description, dan meta keywords-nya. Mudah terbaca. Dan, sidebar-nya ada di kanan, jangan di sebelah kiri.

Juga perhatikan letak navigasinya. Mudah ditemukan enggak? Ada menu bar di atas? Mudah dibikin dropdown menu apa enggak?

Banyak template blog di luar sana yang enggak SEO friendly, tapi nampak cantik dan gaya. Begitu dipasang, lah, ini navigasinya di sebelah mana nggak jelas. Dibikin dropdown menu susah, atau malah nggak bisa. Sidebar pun di kiri. Struktur web pun kacau, dan enggak rapi.

Yang kayak gini, mendingan jangan dipilih deh. Nanti Emak juga yang repot lo!

 

5. Perhatikan font yang dipakai

Kadang memang ada font yabg bagus banget. Tapi saking bagusnya, jadi susah dibaca. Akan lebih baik untuk menghindari yang kayak gini, Mak. Pilihlah template blog dengan font yang simpel aja.

Biasanya sih tipe-tipe sans serif tuh enak dibaca. Atau mungkin Lucida, atau Roboto juga oke. Kalau yang cantik itu Muli, Montserrat, Oswald, Bitter, Raleway, Ubuntu, Arvo, Lato, Merriweather, Oxygen, dan Lora. Font-font ini bagus buat font konten.

Kalau untuk blog titles, mungkin bisa pilih yang lebih eyecatchy, tapi juga jangan yang susah dibaca. Beberapa font yang cakep untuk dijadikan blog titles di antaranya Mohave, Calendas Plus, Quicksands, Archivo, Abril Fatface, Prata, Playfair Display, dan sebagainya.

 

Nah, itu dia 5 pertimbangan yang harus selalu diingat untuk memilih template blog yang pas dan cocok.

Ada tambahan, Mak? Barangkali punya pengalaman mengunjungi blog lain, terus ada yang bikin sebel dan langsung cabut?

Yuk, dishare, Mak. Biar pada tahu, apa saja yang bikin kita nggak nyaman berada di satu blog. 😀