Punya anak introvert, Mak? Yah, apa mau dikata deh. Yang pasti, Mak, walaupun mungkin sudah pembawaan sejak kecil, namun karater introvert ini bukan terjadi karena faktor genetik alias keturunan lo! Tapi lebih karena pengaruh lingkungan sekitar.

Nah, jadi sebaiknya hargailah mereka jika Emak memang punya anak introvert. Mengapa? Sebab masyarakat cenderung tidak mengenal dan tidak mengerti bagaimana berhadapan dengan seorang introvert cilik. Biasanya juga, ia akan lekat dengan label “pemalu” atau “penakut”. Padahal enggak gitu juga sih, anaknya.

Introvert tidak berarti pemalu, atau penakut. Introvert bukanlah suatu karakteristik yang tidak bisa dibentuk. Jika Emak memang memiliki anak introvert, maka mereka harus dilatih kepercayaan diri dan kecerdasan emosinya.

 

4 Tip Mendidik Anak Introvert

1. Go slow, yes, go!

Anak introvert biasanya penuh perhitungan ketika harus mencoba hal baru. Well, Emak harus memberinya support.

Jika si kecil terlihat bermasalah dalam mencoba hal baru, tapi terlihat mempunyai keinginan untuk melakukannya, maka biarkan dia melakukannya!

Beri dukungan dan pujian atas usaha sekecil apa pun yang dilakukannya, apa pun hasilnya. Dorong ia agar mau keluar dari zona nyamannya, tapi tetap tanpa paksaan. Biarkan ia tetap nyaman dengan dirinya sendiri.

 

2. Hindari memberi julukan

Nah, ini nih. Label “pemalu”, “pendiam”, atau “penakut” bisa jadi akan dilekatkan pada si kecil. Tapi perlu dipahami, bahwa introvert tidak selalu berarti pemalu, pendiam, atau penakut. Hanya Emak saja yang bisa mengerti bagaimana karakter si kecil, dan ia membutuhkan pengertian ini dari kita, ibunya.

Jika memang ia adalah anak pemalu, maka jangan pernaj biarkan ia mendengar Emak menyebutnya demikian. Karena begitu ia mendengar Emak memberinya “julukan” atau “label”, maka label itulah yang akan ia percaya sebagai dirinya sendiri.

Orang lain mungkin saja akan mengatakannya, tapi yang penting, Emak jangan sampai ya. Justru Emak harus bisa memberinya pengertian, jika ada orang yang baru saja melabelinya demikian.

 

3. Jangan jadikan anak sebagai proyektor

Sekali lagi, karakter introvert bukanlah karena keturunan. So, jika Emak seorang introvert, maka jangan proyeksikan sejarah cerita hidup Emak pada anak. Jangan “paksa” anak untuk jadi introvert juga.

Intoversi Emak mungkin juga datang dari masa kecil. Tapi, anak kita enggak harus mempunyai “sejarah” yang sama dengan kita. So, biarkan anak mengembangkan karakternya sendiri. Tugas kita hanya mendampingi, memfasilitasi, dan membimbing jika mereka membutuhkan.

 

4. Arahkan passion-nya

Anak yang berkarakter introvert biasanya cenderung memiliki minat tersendiri terhadap sesuatu.

So, perhatikan entusiasme anak, lakukan aktivitas yang membuatnya bahagia sekaligus mengasah kemampuan bakatnya. Hal ini merupakan salah satu cara untuk mendongkrak rasa percaya diri anak.

 

Memiliki anak introvert memang jadi PR tersendiri, terutama dalam hal mendongkrak rasa percaya dirinya. Tapi yakin deh, Emak pasti bisa.

Semangat ya, Mak!