Tahun 2020 diawali dengan hiburan yang menarik dari dunia film. Adalah Film Dolittle yang mengawali tahun Tikus Logam dengan tontonan yang apik dan menghibur terutama untuk yang menyukai film bertema keluarga. Bagaimana review film yang dibintangi oleh Robert Downey Jr, pasca berakhirnya karakter Iron Man yang diperaninya.

Review Film Dolittle : Petualangan Mencari Kesembuhan

Dolittle

Berdasarkan Novel Doctor Dolittle oleh Hugh Lofting

Sutradara : Stephen Gaghan

Produser : Susan Downey, Jeff Kirschenbaum, Joe Roth

Pemeran : Robert Downey Jr, Antonio Banderas, Michael Seen, Emma Thompson

Distribusi: Universal Pictures

Apa rasanya ya bisa ngomong dengan hewan selayaknya kita ngobrol dengan sesama manusia?

Selama ini saya tuh kalau ngobrol sama kucing piaraan, ngobrolnya semacam pakai bahasa kalbu. Konon katanya mereka ngerti dengan apa yang kita ucapkan. Sialnya kita cuma tau meong meong saja dengan berbagai nada yang berbeda. Dari situ bisa diraba-raba dia lapar minta makan, marah karena ada kucing lain atau lagi manja. Hal yang sama berlaku juga dengan hewan peliharaan lain semisal burung atau anjing misalnya.

Emaks pernah membayangkan enggak ketika kita sedih atau curhat sambil ngobrol sama kucing kesayangan mereka ngomong kayak sahabat? Kayaknya enggak, ya. Mereka cuma kedip-kedip sambil mendengkur sambil memijat kita dengan bantalan empuk di kakinya. Mungkin semacam puk puk ngasih hiburan.

Kalau kita punya kemampuan berbicara dengan banyak hewan seperti dr Dolittle gimana ya rasanya?  Pasti seru.

Seru? Yakin? Gimana kalau keseruannya itu adalah petulangan membahayakan karena ada misi yang harus diselesaikan seperti yang dialami oleh dr Dolittle ini? Emak sudah nonton Film Dolittle belum?  Kalau belum, yuk simak dulu ulasan berikut ini.

Setelah sempat dimainkan oleh Eddy Murphy di tahun 1998 & 2001 serta Rex Harrison (di tahun 1967) kali ini Robert Downey Jr dipercaya untuk memerankan tokoh utama dengan nama yang sama dengan judulnya, Dolittle.

Dr Dolittle yang berprofesi sebagai dokter hewan mendapat permintaan untuk menyembuhkan ratu Inggris  (Jessie Buckley) yang sedang sakit parah.  Tidak mudah merayu dokter nyentrik ini untuk mengiyakan, mengemban tugas mulia itu.  Apalagi dr Dolittle baru saja mengalami kesedihan karena ditinggal istri tercinta.

Singkat cerita, setelah Poly si burung  yang cerewet tapi berwibawa (voice over oleh Emma Thompson) menceramahinya, Dolittle agar bersedia pergi menempuh petualangan. Ia ditemani oleh teman-teman binatang piaraannya juga Tommy Stubbins (Harry Collet) yang memuja kemampuan Dolittle berbicara dengan bahasa hewan.

Waktu dikunjungi ini, dr Dolittle jauh banget dari imej dokter yang resik dan bersih. Rambutnya yang gimbal dan janggutnya yang lebat sungguh bikin males. Udah kayak kaum hippies yang puasa mandi bertahun-tahun. Saking joroknya, Fleming tikus piarannya itu bersemayam di janggutnya. Udah kayak kutu aja. Iyucks…  malesin, ya?

Tapi berkat rikues menempuh perjalanan penuh tantangan ini juga, dr Dolittle mau cukuran dan tampil lebih resik. Ya lumayan lebih mending. Tetap saja sih nyentrik mah. Kalau soal gagah masih kalah sama figurnya sebagai Kapten Amerika itu.

Bukan saja tantangan alam,  dr Dolittle dan teman-temannya mengalami recokan dari banyak pihak. Ada konspirasi  terselubung dari pihak istana yaitu ganknya Blair Mudfly (Michael Seen) yang enggak rela kalau misi dr Dolittle ini berhasil.

Selain itu juga ada King Rassouli (Antonio Banderas) – pemilik pulau di mana obat untuk ratu ini berada  – yang enggak suka teritorinya disusupi. Jadilah dr Dolittle harus jatuh bangun mendapatkan obat untuk satu ratu lewat gangguan dari pihak-pihak yang ingin menggagalkannya.

Film Dolittle berdurasi 1 jam 41 adalah film bergenre fantansi petualangan yang bisa ditonton semua umur. Emak boleh banget ngajak anak-anak tersayang. Tapi sebelumnya kondisikan dulu anak-anak dengan membuat perjanjian untuk tertib selama nonton dan diskusi setelah film selesai.

Waktu nonton film ini saya sungguh terganggu dengan obrolan ibu dan anak yang posisinya tepat di sebelah saya lalu juga di row depan ada anak-anak yang naik ke kursi. Kepalanya yang menyembul jadi menganggu kenyamanan selama nonton.

Balik lagi ke filmmnya,  ya.  Karena membidik penonton semua unsur, konflik filmnya dibuat sederhana dengan alur yang seru dibumbui kekocakan dialog-dialog Antara para hewan yang menemani Dolitlle.

Film Dolittle : Petualangan Mencari Kesembuhan

Semisal ada Chee-chee, si gorila yang  suaranya diisi Rami Malek yang bisa mengalami ketakutan. Bayangin Mak, harusnya Chee-chee pede saja dengan tubuh bongsornya punya keberanian besar menghadapi musuh-musuhnya.  Ucapan dari dr Dolittle yang bilang “It’s okey to be scare’ membuat Chee Chee lebih woles dan tenang menghadapi situasi yang berat.

Ada adegan yang bikin saya ga bisa ga ketawa ketika Barry, Harimaunya Rassouli (suaranya diisi Ralph Fiennes pemeran Voldermort di film Harry Potter) yang dengan mudah dikecoh perhatiannya. Barry berubah jadi kayak kucing yang anteng main-main atau si naga galak yang ternyata bisa kembung dan kentut. Segimana megerikannya hewan buas selalu ada cara bagi Dolittle dan teman-temannya untuk menyelesaikan masalah demi masalah.

Seperti umumnya film-film keluarga lainnya. Dr Dolittle ini berakhir bahagia dan dengan mudah sekali kita bisa menebak tokoh antagonis dalam film ini. Namun bagaimana cara penyelesaiannya tetap menarik untuk diikuti.

Film besutannya Stephen Gaghan ini yang tadinya mau dikasih judul The Voyage of dr Dolittle ini menghabiskan budget 70 juta dolar dan diperkirakan bisa meraup 200 juta dolardari pemutaran filmnya.  Kalau melihat track record sang sutradara yang membesut film Alice in Wonderland atau Maleficent,  saya sih yakin film ini bakal meraih sukses.

Dari film Dolittle ini juga kita belajar bukan saja menyembuhkan masalah penyakit tapi juga perjalanan untuk sembuh dari sakit yang disebabkan luka di masa lalu.  Dan itu bukan sama dialami oleh dr Dolittle tapi juga oleh karakter lainnya.