Hola, Mak! Hari ini saya mau ajak Emaks ngobrol seputar “menghidupkan” dan membuat Instagram Stories biar rame, dan mengangkat interaktivitas antara kita dan teman-teman di Instagram kita, Mak.

Nah, mau nanya dulu nih. Biasanya, kalau Emak membuat Instagram Stories, terus banyak yang kasih respons enggak, Mak? Atau sepi-sepi aja? Setiap kali mengunggah Instagram Stories, berapa view rata-rata yang Emak bisa dapatkan? Sering liat enggak, Mak, Instagram Stories orang lain yang keknya rame banget? Banyak yang ikut respons, banyak DM yang dishare, pokoknya keknya seru abis gitu?

Well, kalau memang IG Stories Emak sepi, bisa jadi ini karena Emak enggak memberi kesempatan pada teman-teman follower Emak untuk merasa harus perlu berpartisipasi. Tahu enggak sih, bahwa keseruan dalam Instagram Stories itu sebenarnya bisa dibikin?

Naaah~ makanya nih, saya mau kasih sedikit tip gimana cara supaya Instagram Stories Emak bisa rame, teman-teman bisa engage dan ikut respons. Biar seru, gitu.

 

Tip Membuat Instagram Stories yang Seru dan Rame

1. Tell a story

Tip Membuat Instagram Stories yang Rame

Bercerita. Yes. Tapi yang runtut, yang bikin orang merasa diajak untuk ikut jalan-jalan bareng, ikut belajar bareng, … Pokoknya berceritalah bersama mereka.

Misal, gini. Emak mau membuat Instagram Stories tentang tip memasak tumisan yang enak. Nah, coba berceritalah dari A sampai Z secara lengkap. Kayak kalau Emak nulis di blog itu, tapi lengkapi dengan video atau foto. Kesinambungan cerita antara story satu dengan yang berikutnya akan menentukan cerita Emak menarik atau enggak, bikin orang terpancing untuk ikut respons atau enggak.

Kalau Emak hanya bikin satu foto bergambar bahan-bahan tumisan, lalu dikasih list bahan. Terus foto berikutnya adalah tumisan jadi, biasanya akan kurang engaging. Jadi, cobalah untuk bercerita mengenai prosesnya. Mulai dari gimana nyiapin bahannya, gimana proses masak, terus ada kesulitan apa saat memasak, lalu hasil akhirnya kek apa, sesuai ekspektasi apa enggak?

Because …
It’s Instagram Stories!

Stories ya berarti cerita dong?

Kalau cuma satu foto diupload, ya itu bukan cerita sih. Tapi pemberitahuan. Atau malah pamer doang 😆 Biasanya sih ya kurang engaging. Jadi, coba dikonsep deh. Mau cerita apa, urut A – Z. Ya mungkin kurang lebih kayak thread Twitter gitu deh, kalau Emak sering mengikuti thread-thread cerita di Twitter. Berkesinambungan.

 

2. Dorong agar terjadi interaksi

Di sela-sela cerita Emak, beri beberapa jeda yang memungkinkan follower untuk ikut berpartisipasi dalam stories yang Emak buat.

Misalnya, tentang tumisan. Kasih sticker question itu di tengah-tengah cerita, tanyakan–misalnya–“Biasanya bahan tumisan apa sih yang jadi favorit keluarga?” Nah, nanti di bagian lain lagi, dikasih lagi, misalnya polling: “Enak yang mana, Mak? Tumisan pedas | nggak pedas” Terus di bagian lain lagi, kasih polling lagi: Tambah sosis | Tambah daging ayam suwir.

Ini contoh aja sih ya, Mak. 😀 Emak bisa sesuaikan dengan cerita Emak yang mau diangkat ke Instagram Stories.

Intinya, kalau mau membuat Instagram Stories yang seru dan bercerita itu memang mesti dikonsep sejak awal. Di mana mau dimasukkan question, di mana akan ada polling, di mana ada emoji meter, dan sebagainya.

Nah, ini sih memang ke langkah ke-3 sih.

 

3. Manfaatkan semua fitur yang ada

Instagram Stories itu fiturnya makin banyak lo! Sekarang ada tab CREATE, dengan berbagai template-template yang lucu-lucu. Stickersnya juga nambah banyak bet. Ada polling, ada kuis, ada question, ada chat juga!

Manfaatkan semua ini untuk mendorong terjadinya interaksi, kayak yang saya sebutkan di atas tadi. Belum lagi yang masking/filter buat foto. Makin banyaaaak~

Enggak ada salahnya juga kita coba-coba semuanya, lalu disesuaikan dengan konsep yang sudah dibikin tadi. Terus, misal, bikin tulisan yang bersinambung gitu, selipkan juga gif-gif yang lucu-lucu.

 

4. Sisipkan call to action di bagian akhir

Nah, di bagian akhir, jangan biarkan berakhir begitu sadja~

Sisipkan sticker question, dan pancing follower untuk bertanya. Tanya apa saja, kalau bisa sih ya yang sesuai dengan keahlian dan isi Instagram Stories yang sudah Emak buat.

Misal nih. Kasih question sticker: “Apa tip tumisan lezat ala kamu?” Dengan begini, nanti jadi ada yang sharing juga, barangkali dia punya tip apa supaya bikin tumisannya enak. Jangan lupa dishare ulang juga, biar seneng. Atau, bisa juga ajak follower untuk share foto masakan mereka siang ini, lalu tag Emak. Nanti tinggal direstory. Biasanya cara ini juga bikin seneng yang ngetag deh.

Prinsipnya: selalu berikan peluang pada follower untuk ikut partisipasi setiap kali Emak membuat Instagram Stories

Berapa pun follower Emak. Banyak sedikit, mereka harus dihargai. Pendapat mereka itu penting.

 

5. Konsisten

Iya, saya tahu, membuat Instagram Stories yang bercerita begini bisa jadi panjang, dan lama bikinnya yak. 😀 Karena itu, enggak harus tiap hari juga bikinnya. Tapi ada bagusnya Emak jadwalkan secara konsisten. Misalnya, setiap hari Senin atau Selasa. Sekali seminggu aja juga oke kok. Anggap saja, ini kesempatan Emak untuk berbagi ilmu dengan follower, sharing yang bermanfaat.

Enggak cuma minta likes sama view aja, tapi juga memberikan apa yang mereka butuhkan. Efek baiknya juga akan balik ke kita sendiri kok. Kalau follower dianggap penting, dianggap ada, mereka pun akan selalu ada buat kita.

Kalau mau lebih bagus lagi, coba riset dulu. Kapan sih waktu follower Emak lagi aktif-aktifnya? Ini bisa dilihat di bagian Insight, Mak. Kalau sudah ketemu, ya berarti postinglah di jam-jam itu, di hari itu saja.

Hari lain, postingan biasa nggak apa-apa.

Nah, demikian sedikit tip membuat Instagram Stories yang seru dan rame. Ada yang mau nambahin, gimana caranya membuat Instagram Stories rame dan seru, banyak yang interaksi? Atau ada diskusi? Silakan ditulis di kolom komentar ya!