Hola Maks! Masih pada self quarantine dan betah rebahan di rumah aja kan yah? Menghadapi situasi seperti ini ada baiknya kita mengikuti instruksi pemerintah yaitu bekerja, belajar dan beribadah dari rumah untuk mencegah penyebaran virus covid-19 yang sudah jadi pandemi. Dari pada bengong dan merenung parno enggak jelas di rumah, karena keseringan scrolling timeline media sosial yang isinya rusuh semua, mending pada nyobain menonton drama paling nge-heits seantero Kdramaland aja deh, yaitu Crash Landing on You. Kelar menonton drama ini dijamin binar-binar kebahagiaan akan merekah di relung hati terdalam emak sekalian. Kok bisa? Baca selanjutnya ya, jangan fast reading.

Drama ini berhasil meraih rating tertinggi sepanjang sejarah di TVN yaitu sekitar 24%, angka yang sangat tinggi mengingat bahwa TVN merupakan TV Kabel lho yah.

Ini  5 Alasan Emak Harus Menonton Drama Crash Landing on You

Plot Percintaan dengan Latar Korea Utara

Saat ini plot dan genre di Kdramaland memang sudah  sangat beragam. Mulai dari drama fantasi, misteri, medical, thriller sampai historical drama atau Sageuk yang jumlah episodenya bisa mencapai ratusan tapi kalau mulai ditonton bisa menimbulkan kecanduan level kronis.

Walaupun begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa hingga detik ini plot yang masih tetap digemari adalah drama percintaan.

Drama Crash Landing on You menceritakan tentang kisah cinta dua manusia yang terpisahkan oleh ideologi negara mereka, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara. Yoon Seri adalah seorang pewaris perusahaan tajir melintir yang tak sengaja jatuh di Korea Utara ketika sedang paragliding dan diselamatkan oleh seorang tentara, Ri Jeong Hyeok.

Walau banyak terjadi adegan klise se-klise-klise-nya khas drama Korea, tapi plot ini sangat menarik karena mengambil latar Korea Utara yang selama ini sangat tertutup dari peradaban dunia luar akibat ideologi komunis yang dianutnya. Jadi kepo dan ingin mengintip keseharian mereka kan?

Perbedaan gaya hidup, cara pandang, selera, budaya dan berbagai hal lain yang awalnya menjadi sumber permasalahan pada akhirnya justru malah membuat mereka saling tertarik dan jatuh cinta.

Semua dialog dan adegan keseharian yang terjadi di Korea Utara terlihat sangat unik sekaligus getir. Konon semuanya sudah berdasarkan riset dan sumber dari warga Korut asli yang sudah tinggal di Korea Selatan sejak tahun 2015.

Listrik yang dibatasi sehingga tiba-tiba mati lampu, militer dan pemerintah yang memiliki kekuasaan absolut, alat pelacak di mana-mana, penggerebekan secara tiba-tiba. Duh, suasananya mencekam banget deh yah.

Transformasi Karakter yang Mendebarkan

 

Crash Landing on You: 5 Alasan Emak Harus Nonton Drama Ini

Bagi saya sendiri, salah satu elemen penting yang dapat membuat hati berdentum tak menentu dalam menonton sebuah drama adalah karakter yang kuat dan konsisten serta bagaimana transformasi mereka selama drama tersebut berlangsung. Drama Crash Landing on You berhasil membawakannya dengan sangat baik.

Di awal drama, kita dapat menyaksikan dengan jelas kedua tokoh utama memiliki karakter yang sangat kuat.

Ri Jeong Hyeok adalah seorang perwira militer Korea Utara yang sangat patriotis dan patuh pada aturan. Ia harus memendam mimpinya sebagai seorang pianis dan menyimpan sebongkah luka karena ditinggalkan oleh kakaknya akibat kecelakaan. Sedangkan Yoon Seri merupakan anak bungsu dan perempuan satu-satunya dari keluarga chaebol (jutawan) terkenal di Korea Selatan.

Kehidupan percintaan mereka pun sangat berbeda, Yoon Seri sering sekali berganti teman kencan sedangkan Kapten Ri jomlo sejak lahir.

Yoon Seri adalah cewek perfeksionis yang hidup bergelimang kemewahan selama hidupnya sehingga ingin segalanya serba sempurna. Tapi pada akhirnya ia harus menelan nasibnya ketika terdampar di Korea Utara. Ia yang terbiasa makan di restoran mewah dengan chef handal, terpaksa harus menyantap makanan sederhana yang disodorkan di hadapannya. Ia yang terbiasa mengenakan pakaian merk terkenal, harus berjuang keras tawar menawar di pasar loak dengan budget pas-pasan. Kocak sih jadinya!

Berbanding terbalik dengan kepribadian Kapten Ri yang kaku sekali bagaikan kanebo kering yang sering terpapar sinar matahari jam 10 agar terhindar corona. Hidupnya lurus dan patuh akan aturan, ia tidak terbiasa mengungkapkan perasaannya. Sehingga transformasi Kapten Ri menjadi seorang bucin terselubung yang rela menembus terowongan bawah tanah selama berhari-hari yang membentang antara Pyongyang dan Seoul demi Yoon Seri sungguh menyentuh relung hati.

Lokasi Syuting

Salah satu daya tarik dari menonton drama Korea adalah karena mereka selalu totalitas dan tidak pernah setengah-setengah dalam memilih lokasi syuting.

Selain kita dihibur oleh ketampanan dan kecantikan paripurna para pemain utamanya, tempat yang dipilih untuk melakukan adegan pun tidak kalah dramatis dan romantis. Hal tersebut konon dapat meningkatkan kadar kebaperan kita dalam menonton adegannya lho.

Adegan ketika Yoon Seri merasa putus asa dan merasa hidupnya tidak berguna sehingga ingin bunuh diri diambil di Panorama Bridge Sigriswil. Moment tersebut merupakan interaksi pertama antara Kapten Ri dan Yoon Seri. Saat itu Kapten Ri memintanya untuk mengambil foto dirinya bersama sang gebetan dengan kamera jadulnya.

Seri mengambil foto tersebut sembari misuh-misuh tapi melupakan niat awalnya untuk bunuh diri dan terjun dari jembatan

Adegan lain yang tidak kalah penting adalah permainan piano Kapten Ri yang memilukan untuk mengenang kakaknya yang telah meninggal. Adegan tersebut diambil di tepi danau Isetwald, sebuah desa kecil di Swiss. Yoon Seri yang mendengar dentingan piano tersebut dari ujung danau di atas kapal kemudian menyimpan melodi indah tersebut dengan rapi di sudut hatinya. Mantab.

Adegan tersebut merupakan adegan yang paling sering diulang alias di-flashback karena memang bikin baper signifikan. Ekspresi Kapten Ri yang penuh kesedihan ketika bermain piano diambil dengan adegan slow motion, zoom-in-zoom out diiringi alunan piano yang menyayat hati. Seri menatap dari kejauhan dengan penuh rasa ingin tahu, angin berhembus membuat rambut Seri terkibas lembut memancarkan kecantikannya. Keindahan Danau Iseltwald diambil dari kejauhan secara memutar dengan menggunakan drone.

DUH, menuliskannya saja debar-debar kebaperan sudah mulai bangkit dan membuncah nih!

Totalitas Para Karakter Pendukung

 

Crash Landing on You: 5 Alasan Emak Harus Nonton Drama Ini

Drama Crash Landing on You memiliki karakter pendukung super lengkap yang sangat solid, sehingga sulit untuk tidak menyukai mereka. Mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan Ghibah Squad yang terdiri dari 4 sosok tentara bawahan Kapter Ri dari Korea Utara.

Pyo Chisu adalah seorang chauvinis sejati khas warga Korea Utara, type lelaki menyebalkan yang sangat mengagungkan negaranya, terlalu fanatic dan cinta tanah air sehingga menganggap Korea Selatan adalah budaya kapitalis yang harus dimusnahkan. Tapi konyolnya setelah ia tinggal selama beberapa minggu di Seoul, ia merasa bangga karena bisa beradaptasi dengan baik. LAH?!

Sedangkan Park Kweong Beom adalah seorang tentara tampan yang tidak pernah menyadari ketampanannya. Saking tampannya, walau ia hanya nongkrong doang di pinggir jalan sudah banyak agency dari berbagai PH yang mencoba merekrut dirinya untuk bergabung dengan management artis.

Kim Ju Meok merupakan tentara unyu yang diam-diam sering menonton drama Korea sehingga hafal segala istilah slang yang biasa dipakai di Korea Selatan. Drama Korea kesukaannya adalah Stairway to Heaven dan ia adalah fans utama Choi Ji Woo. Geum Eun Dong si bungsu adalah tentara Korut yang masih berusia sangat muda dan harusnya masih sekolah. Adegan ketika ia sedang berbelanja di Seoul dan ingin mengenakan seragam sekolah sangatlah mengharukan buat saya.

Mereka semua bagaikan elemen pelengkap yang berhasil membuat drama ini menjadi lucu dan menyenangkan. Kelakuan kocak dan norak mereka ketika berhasil tiba di Seoul serta kesetiaan mereka kepada Kapten Ri patut diacungi jempol.

Ending yang Membahagiakan

Pada saat Ini sesungguhnya para Kdramalover terbagi dalam 2 kubu yaitu Team Ongoing dan Team Marathon. Apabila diterjemahkan maka akan ada kubu yang menonton dramanya setiap minggu ketika masih tayang, atau menunggu dramanya tamat terlebih dahulu kemudian ditonton secara marathon.

Cara menonton tersebut tentu saja ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Menonton secara ongoing sensasi bapernya akan lebih menghujam karena tertahan setiap minggu. Kebersamaan antar Kdramalover pun akan lebih terasa, karena biasanya setelah drama ditayangkan maka segenap Kdramalover akan serentak membahas hal yang sama yaitu : adegan ter-baper di eps semalam. Berasa lagi nobar cuy!

Berbanding terbalik dengan menonton secara marathon. Ibaratnya bagaikan sedang menikmati hidangan lengkap mulai dari appetizer, main course dan dessert. Semua sudah tertata rapi dan terpampang nyata di hadapan kita, bisa segera disantap dengan nikmat. Buah kesabaran karena telah menunggu sampai semua episode telah tayang. Kenyang dan memuaskan.

Saya termasuk team ongoing yang sangat memahami perasan para team marathon. Ada pun alasan timbulnya kubu marathon adalah biasanya sih disebabkan oleh kekhawatiran ketika kita harus dihadapkan dengan kenyatan pahit yaitu ending yang tidak diinginkan. Biasanya sih para team marathon akan mencari spoiler terlebih dahulu tentang endingnya, kalau happy ending barulah dramanya digarap hahahaha.

Tapi para emaks tydack perlu resah dan gelisah karena drama ini berakhir bahagia! Saya enggak akan  memberikan banyak spoiler tentang endingnya, silakan ditonton saja tanpa beban tanpa perlu mengkhawatirkan endingnya.

Jadi tunggu apa lagi Maks? Dari pada gabut mengamati semut-semut merah yang berbaris di dinding! Atau menghitung bulir nasi kering di pinggiran mejik jer! Mending tonton drama Crash Landing on You sekarang juga dan rasakanlah debar-debar kebaperan menikmati ketampanan Kapten Ri!

***

Ulasan Erry Andriyati, narablog di Bibi Titi Teliti