Emak, sebagai seorang perempuan sekaligus emaknya anak-anak, kita nggak hanya dituntut untuk bisa merawat diri saja. Tapi juga harus bisa menjadi pengawal kesehatan keluarga. Apalagi di masa-masa seperti sekarang ini ya. Kesehatan tiba-tiba menjadi hal yang sangat mahal.

Salah satu aspek yang harus benar-benar kita perhatikan sekarang ini adalah soal kebersihan rumah. Penting banget nih. Terlebih lagi jika Emak sudah memiliki anak, wajib banget untuk selalu menjaga kebersihan rumah.

Rumah yang bersih enggak hanya bisa menciptakan kenyamanan. Namun, baik pula untuk perkembangan anak.
Emak harus tahu bahwa sistem imun anak kecil cenderung lemah. Hal itulah yang membuat mereka jadi rentan sakit bila terpapar kuman atau kotoran, meski hanya sedikit saja.

Nah, kalau sekarang, yakin deh Emak semua sudah semakin menaruh perhatian pada kesehatan keluarga, terutama dari sisi kebersihan. Sabun, hand sanitizer, masker, pasti sudah banyak tersedia di rumah ya. Emak pasti juga sudah selalu mengingatkan si kecil dan suami untuk selalu cuci tangan dan rajin mandi.

Tapi, jangan berhenti di situ saja, Mak. Ayo, ciptakan rumah yang semakin sehat dengan tip-tip berikut ini!

7 Tip Jaga Kesehatan Keluarga dengan Wujudkan Rumah yang Sehat

1. Keset di depan pintu

Tip pertama untuk menjaga kesehatan keluarga demi meminimalkan kotoran masuk ke dalam rumah; jangan lupa untuk selalu meletakkan keset di depan pintu masuk.

Tujuannya supaya bisa digunakan untuk membersihkan kaki. Selain itu, pastikan juga untuk tidak menggunakan sepatu dalam rumah. Baiknya sih, di dalam rumah cukup telanjang kaki saja. Namun, bila ingin mengenakan alas (seperti sandal), maka alas tersebut harus khusus digunakan di dalam saja. Jangan dibawa keluar rumah.

Jadi, yang di luar tetap di luar, yang di dalam tetap di dalam.

2. Bersihkan rumah setiap hari

Jika Emak memiliki anak yang usianya masih kecil, semisal masih balita, maka Emak harus benar-benar ekstra dalam memperhatikan kebersihan rumah, terutama di masa-masa seperti ini. Sebab sistem kekebalan tubuh anak-anak itu enggak sekuat orang dewasa.

Jadi ya, Emak wajib banget menyapu lantai dan mengelap benda-benda setiap hari. Tujuannya untuk meminimalkan jumlah kuman yang bersarang di rumah. Kemudian, juga jangan lupa mengepel lantai setidaknya 2 hari sekali dengan menggunakan obat pel.

Dan, well, kalau sekarang ditambah satu lagi, Mak: semprot disinfektan di beberapa titik yang rentan disinggahi sang virus.

3. Perhatikan kualitas makanan

Makanan adalah salah satu faktor yang memberikan pengaruh penting terhadap kesehatan keluarga, termasuk si kecil. Maka itu, Emak harus benar-benar memperhatikan kualitas dari makanan di rumah.

Jika Emak hendak memberikan buah atau sayuran untuk si buah hati, jangan lupa mencucinya hingga bersih, agar terbebas dari sisa-sisa semprotan herbisida ataupun pestisida.

Kemudian, usahakan juga untuk tidak terlalu sering memberikan makanan kemasan untuk si kecil. Sebab makanan kemasan mengandung banyak sekali zat-zat aditif, yang kurang baik untuk kesehatan. Termasuk makanan kaleng, Mak.

Sebuah studi di Amerika mengungkapkan bahwa makanan kalengan cenderung mengandung zat karsinogenik dalam bentuk BPA lo. Oleh karenanya tidak disarankan dikonsumsi oleh anak-anak.

4. Perhatikan peralatan memasak

Selain makanan, alat-alat yang digunakan untuk memasak juga harus diperhatikan ya, Mak. Sebuah penelitian di Amerika mengungkapkan bahwa jenis panci atau wajan antilengket itu ternyata terbukti kurang baik untuk kita pergunakan, sebab di dalamnya terkandung senyawa polychlorofluorocarbons. Kalau Emak memanaskan alat seperti ini di atas kompor selama kurang lebih 5 menit, maka ada sekitar 15 racun dari bahan-bahanya akan larut dalam makanan, dan itu bisa memicu kanker. Ouch!

So, gimana dong? Ya, paling baik sih, ganti peralatan masak antilengketnya dengan bahan yang lebih aman, misalnya saja aluminium.

5. Minimalkan penggunaan plastik

Penggunaan bahan-bahan plastik dalam rumah sebaiknya diminimalkan. Termasuk jika Emak sering memberikan air kemasan untuk buah hati, mulai sekarang lebih baik dikurangi saja.

Mengapa? Beberapa wadah plastik diklaim mengandung zat-zat yang bersifat toksin, misalnya ftalat dan bisphenol A (BPA). Kedua senyawa tersebut bersifat karsinogenik, Mak, atau dengan kata lain, bisa memicu kanker. Penelitian juga mengungkapkan bahwa senyawa BPA dapat menyebabkan asma, obesitas, dan menurunnya kualitas sperma lo!

Untuk mengindari risiko-risiko tersebut, juga akan lebih baik jika Emak enggak menyimpan makanan dalam bahan berbahan plastik. Alternatifnya, Emak bisa menggunakan wadah berbahan stainless steel, keramik, kaca, atau lainnya.

6. Masukkan tanaman hias ke dalam rumah

Tidak hanya menjadi tren, menaruh tanaman hias dalam rumah ternyata juga memiliki banyak manfaat lo, Mak! Tanaman hijau bisa membantu mengurangi polutan dan zat-zat berbahaya di udara, seperti karbondioksida, formadehida, amonia, benzena dan sejenisnya.

Selain itu, tanaman juga bisa meningkatkan kadar oksigen di udara. Tentunya ini sangatlah baik untuk kesehatan keluarga, ya kan?

Namun yang perlu diingat, Mak, sebaiknya tidak meletakkan tanaman di dalam kamar, sebab di malam hari, tanaman akan mengeluarkan karbondioksida dan menyerap oksigen, sehingga bisa berbahaya untuk pernapasan.

7. Pastikan bebas asap rokok

Rokok itu ibarat sebuah racun. Tidak hanya merusak organ pelakunya saja, tapi juga berbahaya bagi penghirupnya. Ya, orang-orang yang bertindak sebagai perokok pasif berisiko mengalami gangguan kesehatan, seperti kanker paru-paru, stroke, ganguan pernapasan, penyumbatan pembuluh darah, dan masih banyak lainnya, apalagi kondisinya seperti sekarang ini.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika, setidaknya ada 400 bayi meninggal setiap tahunnya dikarenakan menghirup asap rokok (atau bertindak sebagai perokok pasif).

Mengingat betapa mengerikannya bahaya dari rokok, maka pastikan rumah bebas dari asap rokok demi kesehatan keluarga. Kalaupun ada tamu yang merokok, mintalah agar ia merokok di luar rumah. Jagalah udara rumah agar tetap bersih dan tidak tercemar.

Nah, sekiranya itulah, Mak, beberapa trik untuk menciptakan rumah sehat demi kesehatan keluarga. Semoga infonya bermanfaat dan bisa membantu ya, Mak!