Jauh sebelum si kecil belajar membaca, menulis, atau berhitung, ada beberapa keterampilan hidup yang harus ia pelajari, agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan sehari-hari.

Keterampilan hidup yang juga disebut dengan life skill ini ternyata juga dapat mengasah emosi anak, dan patut diajarkan sejak dini karena berpengaruh baik bagi tumbuh kembang si kecil. Nggak hanya itu, Mak, anak pun akan menjadi lebih bahagia, percaya diri, dan dapat menjalani hubungan sosial yang sehat saat ia dewasa nanti.

7 Macam Keterampilan Hidup yang Harus Diajarkan pada Si Kecil

7 Keterampilan Hidup yang Harus Diajarkan pada Anak

1. Rasa ingin tahu

Di usia ini, anak memang memiliki rasa ingin tahu yang besar. Biasanya ia akan sangat antusias saat melihat hal baru, dan berusaha mempelajarinya.

Nggak heran kan, Mak, kalau setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik, ia bertanya pada Emak tentang semua yang ia lihat. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan perhatian ekstra dan ikut terlibat saat si kecil tertarik akan suatu hal.

2. Kebaikan

Pada dasarnya, kebaikan merupakan keterampilan hidup yang sudah ada dalam diri anak, dan kita tinggal menolongnya untuk mengenali dan mengasah lebih dalam lagi.

Untuk itu, kita bisa memasangkannya dengan seorang teman, dan memintanya menyebutkan hal-hal baik tentang temannya, dan begitu pula sebaliknya.

Jika mereka belum bisa mengekspresikannya, kita harus bantu, Mak.

3. Kepercayaan

Balita sudah mempelajari keterampilan hidup ketiga ini sejak ia dilahirkan. Saat seorang anak memercayai lingkungannya dan merasa aman serta nyaman berada di dekat orang tuanya, ia akan berani mengekspresikan diri secara lebih bebas.

Berikan rasa sayang, cinta, dan perhatian yang tidak terbatas agar anak merasa nyaman saat berada di dekat Emak, dan ia akan memiliki kepercayaan penuh pada Emak, sehingga menjadi pribadi yang lebih terbuka.

bincang asyik anak

4. Empati

Sebaiknya sejak kecil, anak sudah dibiasakan untuk belajar keterampilan hidup satu ini, Mak, agar bisa menjadi nilai yang kuat saat ia dewasa nanti.

Misalnya, ketika ia sedang bermain bersama temannya, minta ia untuk berbagi mainan dengan temannya itu, dan bermain bersama.

5. Mendengarkan orang lain

Jika Emak memiliki waktu untuk mendengarkan si kecil, maka kemungkinan besar ia juga akan mengikuti perilaku Emak dan menjadi pendengar yang baik juga.

Yes, kita harus selalu ingat ya, Mak, bahwa orang tua adalah role model. Maka, jika si kecil berusaha menyampaikan sesuatu pada kita, sebaiknya kita segera berhenti dari aktivitas yang sedang kita lakukan, dan dengarkan ia dengan saksama.

Respons kita yang positif dan antusias padanya akan membuat ia tahu, bahwa kita sedang mendengarkannya.

6. Menerima kenyataan

Sebagai orang tua, pastinya kita akan berusaha untuk tidak mengecewakan anak. Namun, mengesampingkan hal-hal yang tidak baik dapat membuat ia sulit mengatasi kekecewaan yang mungkin muncul.

Misalnya, saat si kecil enggak memenangkan suatu perlombaan, kita dapat menghibur dengan tetap memberikan pujian dan mengatakan tidak masalah meski nggak juara, karena yang penting ia mendapat pengalaman baru dan bisa berlatih.

Lebih baik, kita fokus pada usaha yang sudah dilakukan anak daripada hasilnya.

9 Tip Berbincang Asyik dengan Anak, Lakukan Sekarang!

7. Kesadaran diri

Penting bagi anak untuk menyadari apa yang terjadi di sekitar. Dengan demikian, ia belajar keterampilan hidup yang penting ini: tahu bagaimana harus bereaksi terhadap sesuatu dan mengelola emosinya.

Saat di luar rumah, misalnya, arahkan anak memperhatikan berbagai hal yang ada. Ketika melihat mobil-mobil berlalu-lalang, kita bisa bilang, karena banyak mobil, kita harus berhati-hati saat menyeberang agar tidak tertabrak dan terluka.

Kesadaran diri juga akan membantu anak mengingat secara jelas dan kuat.

 

Nah, begitulah 7 keterampilan hidup yang harus diajarkan pada anak sejak dini. Ada tambahan lain, Mak? Boleh ditulis di kolom komen ya!