Ngomongin soal monetisasi Blog, ternyata nggak melulu membahas mengenai adsense dan sponsored partnership lho Mak. Ada berbagai macam alternatif monetisasi blog yang bisa Emak explore lho! Kalau Emak rajin keliling blog-blog luar negeri pasti Emak nggak asing lagi dengan istilah Affiliate Marketing.

Sekilas, Affiliate Marketing terlihat seperti berjualan dan berbagi banner link, padahal sebenarnya nggak hanya itu lho Mak! Apa sih Affiliate Marketing itu, dan kenapa banyak blogger dan vlogger luar negeri yang mengandalkan Affiliate Marketing untuk ‘menghidupi’ blog dan vlognya?

Apa itu Affiliate Marketing?

Affiliate Marketing adalah metode untuk mendapatkan penghasilan dengan link afiliasi. Link Afiliasi adalah link khusus yang memiliki atribut-atribut di dalamnya sehingga siapapun yang masuk ke website tertentu dari link tersebut akan mendapatkan komisi, tergantung pada skemanya. 

Hehehe, masih bingung ya mak? Versi gampangnya begini nih. Misalnya, Emak bergabung dengan suatu ecommerce yang menyediakan layanan afiliasi. Supaya mudah kita sebut saja layanan e-commerce ini sebagai TokoBambang. 

TokoBambang akan menyediakan suatu platform bagi Emak untuk berbagi link, atau bahkan langsung menyediakan link untuk Emak bagikan kepada pembaca Emak. Jika pembaca Emak melakukan pembelian di TokoBambang melalui link tersebut nanti Emak akan mendapatkan komisi atau biaya referral.

Simpel kan mak? Makanya banyak yang menjadikan Afiliasi ini sebagai alternatif monetisasi blog dan media sosial karena kinerja kita jadi lebih terukur. Selain itu link bisa menghasilkan selama program afiliasinya belum berhenti, jadi kita seperti punya passive income. 

Bagaimana Cara Menjadi Affiliate Marketer?

Ada tiga cara untuk menjadi affiliate marketer, yaitu dengan 

  1. mendaftarkan diri ke platform yang menawarkan afiliasi dari bermacam-macam perusahaan dan e-commerce
  2. bergabung dengan program afiliasi suatu perusahaan atau marketplace
  3. mengikuti campaign dengan suatu perusahaan yang menawarkan skema afiliasi sebagai bayarannya. 

Saat ini sudah banyak platform afiliasi yang menawarkan skema afiliasi dengan marketplace lokal di Indonesia, bahkan ada juga online marketplace yang menawarkan skema afiliasi tersendiri. Pihak yang menawarkan afiliasi ini disebut juga sebagai merchant.

Setiap Merchant biasanya memiliki aturan dan skema komisi masing-masing, jadi pastikan Emak membaca baik-baik aturan-aturan dari Merchant emak ya!

mengenal affiliate marketing untuk blogger

Bagaimana Cara Kerja Affiliate Marketing

Jika Emak mendaftarkan diri ke platform Afiliasi atau bergabung dengan online marketplace, biasanya Emak akan diberikan dashboard untuk mengorganisir dan membuat link yang akan Emak share. 

Nantinya Emak akan diminta membuat Link sesuai dengan kebutuhan emak. Tiap Platform punya metode yang berbeda-beda, jadi pastikan Emak membaca manual atau Frequently Asked Questions ya Mak. 

Pada umumnya, link affiliate akan mengandung tracking cookies sehingga transaksi yang dilakukan oleh orang yang mengklik link tersebut bisa dilacak. Nantinya ada periode dimana cookies tersebut dapat melacak transaksi yang dilakukan melalui link tersebut. Misalnya masa berlaku cookiesnya adalah 7 hari, jadi apabila transaksi dilakukan dalam 7 hari tersebut, transaksi akan tercatat di platform affiliate. Kalau lebih dari 7 hari, transaksinya nggak akan tercatat lagi. 

Nantinya Pihak Marketplace atau yang biasa dikenal sebagai Merchant atau Advertiser akan memvalidasi transaksi-transaksi yang dilakukan melalui link Emak dan menghitung jumlah komisi yang harus diberikan kepada Emak setelah jangka waktu tertentu. 

Sekilas Affiliate Marketing ini kelihatan ribet ya mak, tapi pada prakteknya nggak seribet itu kok. Nah, PR sebenarnya adalah membuat orang ingin mengklik link tersebut!

Bagaimana Agar Orang Mau Mengklik Link Yang Kita Berikan?

Meski kedengaran mudah, tapi banyak yang ragu memulai Affiliate Marketing karena khawatir link yang mereka bagikan ‘tidak laku’. Nah disinilah bedanya affiliate marketing dengan content creating pada umumnya. 

Biasanya sebagai Blogger, tentunya kita berpikir bagaimana caranya membuat konten semenarik mungkin, namun sebagai Affiliate Marketer, kita akan dituntut untuk memikirkan bagaimana supaya link yang kita bagikan menghasilkan transaksi. Nah, proses dari klik Link sampai dengan terjadinya transaksi ini disebut juga dengan proses Konversi. 

Bagaimana mengonversi sebuah link menjadi transaksi? Ada beberapa hal yang dapat Emak lakukan yaitu:

1. Membuat Konten Yang Menarik Untuk Berbelanja

Pasti bosen ya Mak mendengar kata “membuat konten yang menarik”? Tapi di dunia Affiliate Marketing, konten adalah kunci. 

Untuk membuat konten yang menarik minat pembaca untuk berbelanja Emak haruslah mengenal pembaca terlebih dahulu. Buatlah konten yang sesuai dengan demografis pembaca Emak supaya lebih mengena. 

Biasanya konten yang memancing untuk berbelanja adalah konten dengan visual yang menarik dan info yang lengkap sehingga pembaca bisa mengetahui spesifikasi dan harga barang yang akan mereka beli. Jadi pastikan konten yang Emak buat menarik secara visual ya. 

Masukkan foto atau video yang relevan dengan produk yang akan dijual, dan jangan ragu untuk memberikan informasi selengkap-lengkapnya mulai dari material, harga barang

Jangan lupa gunakan kata-kata yang memancing pembaca untuk segera meng-klik link tersebut misalnya saja “Diskon ini berakhir dua hari lagi lho, buruan klik link berikut ini” “Khusus hari ini, toner ini sale dan diskon 50% + free ongkir lho, yuk segera check out produknya!”

2. Membagikan Link di Media Sosial

Saat ini, Affiliate Marketing dapat lebih mudah dijumpai di media sosial lho Mak! Nggak percaya? 

Coba perhatikan deh, sekarang banyak sekali akun-akun yang sering mereview produk langsung dari marketplace kan? Nah, jika Emak perhatikan seringkali link produk-produk yang direview dan direkomendasikan oleh selebgram favorit emak menggunakan link affiliate lho. 

Nah setiap platform Affiliate dan campaign punya terms and conditions yang berbeda-beda. Biasanya ada campaign yang harus dilaksanakan di situs yang kita daftarkan ke platform tersebut, namun ada juga campaign link yang bisa kita share ke media sosial untuk memaksimalkan pendapatan. 

Emak bisa memanfaatkan fitur swipe-up di instagram atau membuat thread di twitter dengan mencantumkan link afiliasi. Buat konten semenarik mungkin supaya follower emak tertarik untuk membaca dan mengklik link yang emak sebarkan. 

Belum bisa swipe up atau menggunakan media sosial dengan fitur yang terbatas? Emak bisa menggunakan tools pembuat page untuk multiple link seperti linktree, instabio, milkshake dan lain sebagainya lho mak. Gunakan tools-tools ini untuk membuat page berisi link-link dan letakkan di kolom website media sosial emak untuk memaksimalkan pendapatan.

3. Memaksimalkan SEO dan Digital Marketing

Membuat konten yang bagus saja tidak cukup karena konten yang Emak buat sebaiknya menjangkau banyak orang. Ingat, tidak semua orang yang melihat konten kita akan tertarik untuk mengklik link yang kita berikan. Disini Emak harus proaktif untuk menggunakan strategi SEO dan strategi digital marketing lainnya untuk memaksimalkan reach konten ya Mak. 

Jika Emak menaruh link afiliasi di Blog, praktekkan tips-tips SEO untuk mempermudah pengunjung menemukan link Emak, sedangkan jika emak menaruh di media sosial, pastikan Emak menggunakan strategi-strategi media sosial untuk memperluas jangkauan post Emak. 

affiliate marketing bagi pemula

Hal Lain Yang Harus Diingat Saat Mendaftar Ke Program Afiliasi

Pelajari dengan baik fitur-fitur tiap platform afiliasi dengan baik sebelum Emak mendaftar ya. Beberapa hal yang harus emak cermati antara lain:

  1. Skema komisi afiliasi misalnya saja Cost Per Unique Click, Cost per Sale, Cost Per Action, dan lain-lain. Setiap Merchant punya skemanya masing-masing, jadi pastikan Emak tahu model komisi yang akan Emak dapatkan/
  2. Berapa lama konversi akan divalidasi. Setiap merchant membutuhkan waktu untuk memvalidasi konversi Emak. Nah jumlah yang akan dibayarkan kepada Emak nantinya adalah jumlah konversi yang sudah divalidasi ya Mak!
  3. Metode Promosi yang dibolehkan. Ada beberapa merchant yang tidak memperbolehkan kita membuat konten tersendiri diluar banner yang diberikan karena alasan-alasan tertentu. Ada juga merchant yang tidak mengizinkan 
  4. Jangan lupa rutin menggunakan reporting tool yang tersedia untuk melihat konversi terbanyak, produk yang laris dibeli dan produk yang di-klik oleh pembaca Emak ya, agar Emak dapat memaksimalkan pendapatan dari program Afiliasi. 

Nah gimana Mak, setelah membaca post ini apakah Emak tertarik untuk bergabung dengan program Afiliasi dan menjadi Affiliate Marketer?