Pentingnya Sarapan Bagi Anak, Menanamkan Kebiasaan Baik Sejak Dini

By Ranny Afandi on October 24, 2022

Topik bekal anak masih berlangsung di jagat media sosial. Kali ini saya tidak akan bahas tentang bekal anak tapi alasan pentingnya sarapan bagi anak sebelum ke sekolah.

Dunia Emak-emak itu penuh warna ya, apa saja bisa dijadikan bahan perdebatan. Energi ‘perdebatan’ untuk hal remeh-temeh tersebut jika dikumpulkan, maka negara kita bisa surplus energi.

Di balik ‘perdebatan’ -yang entah apa sebenarnya- tentang bekal anak, sebenarnya sarapan anak di pagi hari sebelum ke sekolah justru maha penting.

Penyebab Tidak Sarapan

Coba Emak-emak pikir, apa sih penyebab anak tidak sarapan sebelum ke sekolah?

pentingnya sarapan bagi anak

Kalau saya pernah mengalami dan tobat! Alasannya simpel sih karena terburu-buru.

Ada penyebab lain mengapa anak tidak sarapan antara lain :

  • Bangun kesiangan
  • Takut terlambat
  • Capek untuk makan (ini berhubungan dengan bangun kesiangan)
  • Anak merasa mual

Satu lagi alasan yang sering dialami anak perempuan : nggak mau sarapan agar bisa mengontrol berat badan. Hmm.

Mengapa Butuh Sarapan Sebelum ke Sekolah?

Anak-anak itu sama seperti kita, membutuhkan energi untuk memulai aktivitas. Apalagi aktivitas anak zaman now itu super duper padat, udah mau saingan sama orang kantoran, yekan?

Saya ambil contoh anak saya ya.

Sekolah di SDIT, masuk pukul 7 pagi. Jadi pukul 6:15 udah harus jalan dari rumah untuk menghindari macet di jalan yang dilewati rel kereta.

Si kakak pulang sekolah pukul 15:30 selesai sholat dzuhur (jadwal pelajaran selesai pukul 14:30 wib), sedangkan adiknya pukul 14:00 wib.

Baca juga : Smart Parenting di era Digital

Dalam satu hari, ada empat mata pelajaran dengan tiga kali istirahat. Jika saya mengandalkan bekal makanan dan catering, bisa saja. Tapi, yang menjadi momok adalah saat mereka mulai belajar.

Belajar tidak ada isi perut, pasti tidak fokus. Perut keroncongan dan ini membuat anak tidak nyaman.

pentingnya sarapan

Hal ini berlaku juga bagi orang dewasa. Saya saja sebelum bekerja (memasak dan menulis artikel di pagi hari) membiasakan diri untuk sarapan. Kenapa? Simpel, bekerja itu butuh energi. Energi dari mana? Ya makanan.

Agar lebih sahih, saya kutip pendapat dari Dr Ronald E. Kleinman, M.D., seorang dokter spesialis gastroenterologi anak, Chief of the Department of Pediatrics at Massachusetts General Hospital, Physician-in-Chief at MassGeneral Hospital for Children (MGHfC) Mass General Brigham Pediatrics dan Charles Wilder Professor of Pediatrics at Harvard Medical School.

Beliau mengungkapkan, “Rata-rata anak yang tidak pernah sarapan mempunyai daya pikir serta kemampuan mengingat yang lebih rendah dibandingkan yang sarapan setiap pagi.”

Itu ahlinya yang bilang loh Maks, bukan saya.

Sarapan tak sekedar mengatasi lapar saja ketika anak bangun di pagi hari. Ada manfaat dari sarapan yang perlu Emak ketahui.

5 Alasan Pentingnya Sarapan Bagi Anak

  1. Pasokan energi terbaik

Sarapan itu berfungsi sebagai ‘bahan bakar’ yang akan menjadi sumber tenaga selama beraktivitas.

Karena tidur berjam-jam dari malam hingga pagi hari, maka pasokan energi pun menurun ketika bangun pagi. Maka, sarapan adalah cara tebaik untuk meningkatkan energi anak dalam mendukung berbagai aktivitas terutama kegiatan belajar selama di sekolah.

Barangkali ada yang berpikir, “Ah hanya belajar kan nggak butuh energi banyak.”

Eits, itu salah loh Maks.

Justru belajar itu membutuhkan energi yang cukup untuk bisa fokus, menganalisa pelajaran dan berpikir. Coba kalau tidak sarapan, efeknya si kecil bisa merasa lelah dan lesu, ini akan mengganggu kegiatan belajarnya di sekolah.

  1. Meningkatkan konsentrasi dan prestasi akademik

Sudah terbukti jika si kecil rajin sarapan akan cenderung lebih bisa konsentrasi dan memiliki daya ingat yang baik. Ini diperoleh dari energi juga nutrisi dari menu sarapan yang membuat anak mempunyai rentang perhatian yang lebih lama.

Di satu sisi, ternyata sarapan bisa memicu anak memiliki prestasi akademik yang lebih baik.

Mengapa demikian?

Karena, anak yang sarapan mampu mengerjakan tugas serta ujian dengan baik. Balik lagi, energi ini mereka peroleh dari sarapan.

Tak sekedar prestasi akademik, bisa juga mengarah hubungan yang lebih baik dengan teman-teman dan para guru.

pentingnya sarapan2

  1. Mencegah obestias dan sakit maag

Pasti Emak-emak bertanya, “Apa nih kaitan sarapan dengan obesitas?”

Jadi begini, ada hubungan antara sarapan dan obesitas. Di mana anak yang tidak sarapan akan lebih mudah merasa lapar. Efeknya, mereka akan jajan sembarang di sekolah seperti camilan tinggi lemak, garam, gula tanpa memperhatikan jenis makanan sehat. Sehingga jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka berat badan akan tidak terkontrol.

Selain obesitas, ada nih penyakit yang mengesalkan yaitu maag. Penyakit satu ini berhubungan dengan pencernaan. Di mana muncul karena produksi asam lambung meningkat di dalam perut.

Penyebab sakit maag adalah membiarkan perut kosong dari pagi dan makannya sudah telat.

Membiasakan anak sarapan pagi, secara langsung kita telah menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak kecil. Bonusnya, insya Allah anak-anak terhindar dari penyakit-penyakit tersebut.

  1. Mengendalikan mood

Sepakat ya kalau lapar itu kita bisa moody. Orang dewasa aja bisa moody, apalagi anak. Duh!

Mood adalah suasana hati yang amat mempengaruhi banyak hal, salah satunya dalam bersosialisasi dengan teman sekelas. Anak yang ke sekolah tanpa sarapan alias perut kosong, mudah moody dan mudah tersinggung.

  1. Menghindari perilaku buruk

Ini menarik!

Saya membaca artikel dari Food Research and Action Center tentang manfaat sarapan. Di salah satu poinnya adalah bisa mengurangi perilaku buruk.

Anak-anak yang sarapan sebelum ke sekolah akan sedikit mengalami masalah perilaku buruk, isu disiplin dan tingkat keterlambatan yang rendah.

Sebaliknya anak-anak yang tidak sarapan sehingga sering kelaparan di sekolah memiliki kemungkinan diskors, kesulitan bergaul dengan teman.

Yup, kembali lagi nih ke mood dan well nggak salah kalau kita bilang kesehatan mental.

Tubuh yang sedang tumbuh dan berkembang itu seperti mesin yang masih dalam kondisi prima. Anak membutuhkan bahan bakar terbaik.

Jadi, apa nih sarapan yang direkomendasikan untuk anak-anak?

Dikutip dari laman Alodokter, sarapan yang sehat mengandung biji-bijian utuh (sereal gandum utuh), protein (selai kacang, daging tanpa lemak, ayam, ikan, telur rebus), keju atau susu rendah lemak, serta buah-buahan dan sayur-sayuran.

Baca juga : Resep tumis tahu bakso kecap

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, contoh menu sarapan sehat untuk anak sekolah usia 6-12 tahun antara lain:

  • Setangkup roti + telur mata sapi + sayuran + susu
  • Nasi goreng + telur dadar + sayuran
  • Bubur ayam + pisang
  • Lontong sayur + telur + buah
  • Nasi uduk + ayam goreng + buah
  • Mi goreng + telur + buah

Gimana, nggak sulit yekan untuk menyiapkan sarapan untuk anak.

Udah Maks nggak masalah kok bekal anak pakai wadah biasa, menunya tidak estetik, belum sempat difoto untuk diuplod di media sosial, yang penting anak-anak sarapan!

 

 

    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: